Sabtu, 06 Jun 2026 18:02 WIB

Ratusan Guru Swasta Demo di Kantor Pemkab Bojonegoro, Minta Diangkat PPPK

Demo guru di pendopo Pemkab Bojonegoro (Foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)
Demo guru di pendopo Pemkab Bojonegoro (Foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ratusan guru swasta yang tergabung dalam Forum Guru Swasta Passing Grade 2023 demo di depan kantor Pemkab Bojonegoro, pada Selasa (8/10/2024). 

Dalam aksinya, mereka tampak mengenakan baju mengajar berwarna putih sembari membentangkan poster bernada protes. Di antaranya 'Jangan Anak Tirikan Guru Swasta', dam ‘Kami Guru Swasta Butuh Makan Pak, Jangan Hanya Disuruh Bekerja'. 

Baca Juga: Ratusan Guru di Tulungagung Berangkat ke Jakarta, Tuntut Kesejahteraan

Mereka meminta agar Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memperhatikan nasib para guru honorer yang belum terakomodir atau belum diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). 

Mereka juga meminta agar pemkab merevisi peraturan mengenai aturan keikutsertaan guru lulusan passing grade 2023 untuk dapat mengikuti seleksi PPPK kembali di tahun 2024 dan memprioritaskannya.

Selain itu, mereka juga meminta agar Pemkab Bojonegoro berupaya menghapus diskriminasi dan stigma yang tidak sehat yang membedakan antara guru swasta dan guru negeri di Bojonegoro. 

"Kami ini guru swasta juga sama-sama berjuang bekerja setiap hari untuk mencerdaskan anak bangsa, tapi kenapa kami di beda-bedakan," ujar salah satu peserta aksi. 

Baca Juga: Hari ke 4 Lebaran, Jalur Babat–Bojonegoro Macet di Simpul Tugu Wingko

Sementara itu, Pj Bupati Bojonegoro Adrianto yang menemui massa berjanji akan menyampaikan meperjuangkan aspirasi mereka kepada Kemenpan RB. 

Selain itu, Adrianto juga bakal mengajak perwakilan dua orang guru untuk menghadap langsung ke Kemenpan RB. 

"Saya akan perjuangkan apa yang menjadi aspirasi dari para guru-guru yang ada di Bojonegoro," ujar Adrianto. 

Baca Juga: Terungkap, Ini Biang Kerok Kelangkaan Gas LPG 3 Kg di Bojonegoro

Mendapatkan jawaban tersebut, massa aksi mengaku puas. Namun, mereka bakal kembali menggelar aksi bilamana janji tersebut tidak ditepati. 

“Kami akan menagih janji dari Pj Bupati Bojonegoro,” ungkap Lely perwakilan guru.

Setelah menggelar orasi dan ditemui oleh Pj Bupati Bojonegoro massa kemudian bergerak menuju kantor DPRD Bojonegoro. Disana mereka mengadu kepada para wakil rakyat ikhwal ketidak jelasan nasibnya yang selama ini berpeluh keringat mencerdaskan anak bangsa namun tidak mendapatkan penghidupan yang layak.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.