Rabu, 22 Jul 2026 03:47 WIB

Membedah Mitos Pilbup Ponorogo, mulai Bupati 2 Periode hingga Etan - Kulon Kali

Paslon Pilbup Ponorogo 2024. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Paslon Pilbup Ponorogo 2024. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemilihan Bupati (Pilbup) Ponorogo lekat dengan beberapa mitos, yang masih dipercaya oleh sebagian warga Ponorogo.

Mitos ini muncul sejak Pilbup secara langsung pada 2005 lalu. Hingga kini, belum ada bukti ilmiah, namun 2 mitos ini kembali menjadi bayang-bayang yang mewarnai pesta demokrasi lima tahunan.

Baca Juga: Ratusan Prajurit TNI Turun Gunung Bangun Infrastruktur Desa di Ponorogo

Pertama, mitos 2 periode, yang menyebutkan tidak ada satu pun bupati yang bisa menjabat sebagai bupati dua kali berturut-turut.

Mitos itu seakan benar, karena memang hingga kini belum ada bupati yang menjabat dua periode. Terbukti, sejak era Muhadi Suyono (2005-2010), kemudian Amin (2010-2015), hingga Ipong Muchlissoni (2015-2020), nihil petahana menang dalam Pilkada di periode kedua.

Bahkan 2020 lalu, Petahana Bupati Ponorogo saat itu, Ipong Muchlissoni didukung 36 kursi di DPRD Ponorogo. Namun banyaknya dukungan terpatahkan pada hasilnya.

Sementara beberapa waktu lalu, Petahana Sugiri Sancoko saat mengambil undian nomor urut paslon mendapatkan nomor urut 2.

Sugiri dengan lantang menyebutkan bahwa mendapatkan nomor urut 2 seakan pertanda, bahwa dirinya akan menjebol mitos 2 periode ini.

“Mitos yang muncul fakta yang dititeni (diamati) berulang-ulang, kemudian tersebar di lingkungan-lingkungan. Sejauh ini mitos 2 periode ini terjadi dan tidak bisa dipungkiri,” ungkap pengamat sosial dan politik, Murdianto.

Mitos kedua, yaitu mitos etan kali dan kulon kali. Mitos ini lahir dari wilayah Kabupaten Ponorogo yang terbelah 2 oleh Sungai Sekayu. Sungai atau kali ini membuat wilayah terbagi menjadi etan kali (sebelah timur kali) dan kulon kali (sebelah barat kali).

Sementara mitos etan kali dan kulon kali ini menyebutkan bahwa bupati Ponorogo akan bergantian dijabat oleh orang yang berasal dari etan kali dan kulon kali.

Murdianto mengartikan mitos tersebut, kursi bupati dijabat bergantian antara jago dari timur dan barat Sungai Sekayu.

Menurutnya, tak sekadar ilmu titen, keberadaan Sungai Sekayu menjadi batas kasat mata yang membelah Ponorogo menjadi barat dan timur itu dihormati masyarakat.

“Setiap tahun ada perayaannya pada bulan Suro. Bahwa ada perpindahan pusat kota atau pemindahan pusat kekuasaan dari Setono (Kota Lama) ke lokasi saat ini,” sambungnya.

Baca Juga: Sambut 100 Tahun, Gontor Siapkan Buku Rekam Jejak dan Kontribusi Bagi Bangsa

Hal itu juga tidak lepas hasil diskusi warga etan dan kulon kali. Historinya, dulu Ponorogo dibagi dalam beberapa wilayah. Dan faktualnya, mitos tersebut terwujud sejak Pemilu 2005 lalu.

Muhadi Suyono (2005-2010) berasal dari Kelurahan Mangkujayan, Ponorogo (etan kali). Disusul Amin (2010-2015) dari Kecamatan Kauman, Ponorogo (kulon kali).

Berganti Ipong Muchlissoni (2016-2021) dari Patihan Wetan (etan kali). Digantikan era Sugiri Sancoko (2021-sekarang) berasal dari Kecamatan Sampung, Ponorogo (kulon kali).

“Wajar jika mitos etan dan kulon kali itu muncul, karena faktanya sekarang seperti itu,” beber dosen Insuri Ponorogo ini.

Pertanyaannya, apakah mitos kembali terbukti atau justru terpecahkan dan hanya menjadi mitos dalam Pilkada 2024 ini?

Murdianto menyebut, garis sejarah tak bisa diubah. Kendati tak ingin mendahului takdir, menurutnya pemilih punya pemikiran kritis dan dinamis.

“Kalaupun (mitos) terjadi atau tidak, berarti Ponorogo itu dinamis dalam berdiskusi dan bermusyawarah, bukan masalah mistisnya,” pungkasnya.

Baca Juga: Vulcan Flow Ponorogo, Tawarkan Konsep Industrial Raw dan Ragam Menu Murah


DAFTAR BUPATI HASIL PEMILU

Periode 2005-2010 Muhadi Suyono-Amin (etan kali)

Periode 2010-2015 Amin-Yuni Widyaningsih (kulon kali)

Periode 2016-2021 Ipong Muchlissoni-Soedjarno (etan kali)

Periode 2021-2024 Sugiri Sancoko- Lisdyarita (kulon kali)

Pilkada 2024-2029 ?

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.