Sabtu, 06 Jun 2026 21:24 WIB

Membedah Mitos Pilbup Ponorogo, mulai Bupati 2 Periode hingga Etan - Kulon Kali

Paslon Pilbup Ponorogo 2024. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Paslon Pilbup Ponorogo 2024. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemilihan Bupati (Pilbup) Ponorogo lekat dengan beberapa mitos, yang masih dipercaya oleh sebagian warga Ponorogo.

Mitos ini muncul sejak Pilbup secara langsung pada 2005 lalu. Hingga kini, belum ada bukti ilmiah, namun 2 mitos ini kembali menjadi bayang-bayang yang mewarnai pesta demokrasi lima tahunan.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Pertama, mitos 2 periode, yang menyebutkan tidak ada satu pun bupati yang bisa menjabat sebagai bupati dua kali berturut-turut.

Mitos itu seakan benar, karena memang hingga kini belum ada bupati yang menjabat dua periode. Terbukti, sejak era Muhadi Suyono (2005-2010), kemudian Amin (2010-2015), hingga Ipong Muchlissoni (2015-2020), nihil petahana menang dalam Pilkada di periode kedua.

Bahkan 2020 lalu, Petahana Bupati Ponorogo saat itu, Ipong Muchlissoni didukung 36 kursi di DPRD Ponorogo. Namun banyaknya dukungan terpatahkan pada hasilnya.

Sementara beberapa waktu lalu, Petahana Sugiri Sancoko saat mengambil undian nomor urut paslon mendapatkan nomor urut 2.

Sugiri dengan lantang menyebutkan bahwa mendapatkan nomor urut 2 seakan pertanda, bahwa dirinya akan menjebol mitos 2 periode ini.

“Mitos yang muncul fakta yang dititeni (diamati) berulang-ulang, kemudian tersebar di lingkungan-lingkungan. Sejauh ini mitos 2 periode ini terjadi dan tidak bisa dipungkiri,” ungkap pengamat sosial dan politik, Murdianto.

Mitos kedua, yaitu mitos etan kali dan kulon kali. Mitos ini lahir dari wilayah Kabupaten Ponorogo yang terbelah 2 oleh Sungai Sekayu. Sungai atau kali ini membuat wilayah terbagi menjadi etan kali (sebelah timur kali) dan kulon kali (sebelah barat kali).

Sementara mitos etan kali dan kulon kali ini menyebutkan bahwa bupati Ponorogo akan bergantian dijabat oleh orang yang berasal dari etan kali dan kulon kali.

Murdianto mengartikan mitos tersebut, kursi bupati dijabat bergantian antara jago dari timur dan barat Sungai Sekayu.

Menurutnya, tak sekadar ilmu titen, keberadaan Sungai Sekayu menjadi batas kasat mata yang membelah Ponorogo menjadi barat dan timur itu dihormati masyarakat.

“Setiap tahun ada perayaannya pada bulan Suro. Bahwa ada perpindahan pusat kota atau pemindahan pusat kekuasaan dari Setono (Kota Lama) ke lokasi saat ini,” sambungnya.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

Hal itu juga tidak lepas hasil diskusi warga etan dan kulon kali. Historinya, dulu Ponorogo dibagi dalam beberapa wilayah. Dan faktualnya, mitos tersebut terwujud sejak Pemilu 2005 lalu.

Muhadi Suyono (2005-2010) berasal dari Kelurahan Mangkujayan, Ponorogo (etan kali). Disusul Amin (2010-2015) dari Kecamatan Kauman, Ponorogo (kulon kali).

Berganti Ipong Muchlissoni (2016-2021) dari Patihan Wetan (etan kali). Digantikan era Sugiri Sancoko (2021-sekarang) berasal dari Kecamatan Sampung, Ponorogo (kulon kali).

“Wajar jika mitos etan dan kulon kali itu muncul, karena faktanya sekarang seperti itu,” beber dosen Insuri Ponorogo ini.

Pertanyaannya, apakah mitos kembali terbukti atau justru terpecahkan dan hanya menjadi mitos dalam Pilkada 2024 ini?

Murdianto menyebut, garis sejarah tak bisa diubah. Kendati tak ingin mendahului takdir, menurutnya pemilih punya pemikiran kritis dan dinamis.

“Kalaupun (mitos) terjadi atau tidak, berarti Ponorogo itu dinamis dalam berdiskusi dan bermusyawarah, bukan masalah mistisnya,” pungkasnya.

Baca Juga: Gelar Sunmori, Ketua PW IKA PMII Jatim Satukan Kader 11 Daerah di Telaga Ngebel


DAFTAR BUPATI HASIL PEMILU

Periode 2005-2010 Muhadi Suyono-Amin (etan kali)

Periode 2010-2015 Amin-Yuni Widyaningsih (kulon kali)

Periode 2016-2021 Ipong Muchlissoni-Soedjarno (etan kali)

Periode 2021-2024 Sugiri Sancoko- Lisdyarita (kulon kali)

Pilkada 2024-2029 ?

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.