Senin, 27 Jul 2026 05:36 WIB

Mahasiswa Mancanegara Belajar Batik Ecoprint di Tulungagung

Peserta pelatihan batik ecoprint dari mancanegara. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Peserta pelatihan batik ecoprint dari mancanegara. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Puluhan mahasiswa mancanegara mengikuti pelatihan batik ecoprint di Tulungagung. Para mahasiswa ini berasa dari beberapa negara seperti Ceko, Somalia, Gambia, Turki dan Malaysia.

Mereka memperhatikan penjelasan cara membuat batik ecoprint yang menggunakan pewarna alami tumbuhan. Mahasiswa tersebut menunjukkan minat global yang berkembang terhadap praktik fashion berkelanjutan.

Baca Juga: Dugaan Korupsi Kanjengan, Mantan Bupati Tulungagug Maryoto Diperiksa Kejaksaan

Owner Jejak Alam Earthwear, Aliyah Nabila mengatakan batik ecoprint ini merupakan seni tekstil ramah lingkungan. Dalam teknik tersebut, mereka memanfaatkan kekayaan alam Indonesia dan memperkenalkan peserta pada beragam tumbuhan lokal seperti kenikir, secang, kunyit, mawar merah, daun pepaya, dan pakis.

Melalui demonstrasi langsung, Aliyah menunjukkan bagaimana tanaman-tanaman ini dapat digunakan untuk menciptakan pola dan warna alami pada kain, tanpa menggunakan zat kimia berbahaya.

"Keanekaragaman hayati Indonesia adalah harta karun bagi industri fashion berkelanjutan, lewat pelatihan ini, saya ingin menunjukkan bahwa kita bisa menciptakan fashion yang indah tanpa mengorbankan lingkungan." ujarnya, Minggu (29/09/2024).

Baca Juga: Sensus Ekonomi di Tulungagung Sudah Capai 45 Persen, Bulan Depan Rampung

Selama sesi peatihan, peserta juga mendapat materi dampak negatif fast fashion terhadap lingkungan, khususnya masalah penumpukan limbah tekstil.

Peserta dijelaskan bagaimana pendekatan slow fashion, termasuk teknik upcycling, dapat menjadi solusi untuk mengurangi dampak lingkungan industri fashion.

"Slow fashion bukan hanya tentang memperlambat produksi dan konsumsi, tetapi juga tentang menghargai proses dan bahan yang kita gunakan," tutur Aliyah.

Baca Juga: 88 Persen SD di Tulungagung Gagal Penuhi Pagu Saat SPMB

Tak hanya belajar cara membatik, para peserta ini diharapkan juga mengadopsi praktik fashion yang lebih berkelanjutan di negara masing-masing. Dengan menggabungkan kearifan lokal dan kesadaran global, peserta juga diharapkan terus berkontribusi pada perubahan positif dalam industri fashion dunia.

"Saya berharap peserta dapat membawa pulang tidak hanya keterampilan baru, tetapi juga semangat untuk melestarikan alam melalui fashion." pungkasnya,

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.