Senin, 08 Jun 2026 10:54 WIB

Mahasiswa Mancanegara Belajar Batik Ecoprint di Tulungagung

Peserta pelatihan batik ecoprint dari mancanegara. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Peserta pelatihan batik ecoprint dari mancanegara. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Puluhan mahasiswa mancanegara mengikuti pelatihan batik ecoprint di Tulungagung. Para mahasiswa ini berasa dari beberapa negara seperti Ceko, Somalia, Gambia, Turki dan Malaysia.

Mereka memperhatikan penjelasan cara membuat batik ecoprint yang menggunakan pewarna alami tumbuhan. Mahasiswa tersebut menunjukkan minat global yang berkembang terhadap praktik fashion berkelanjutan.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Owner Jejak Alam Earthwear, Aliyah Nabila mengatakan batik ecoprint ini merupakan seni tekstil ramah lingkungan. Dalam teknik tersebut, mereka memanfaatkan kekayaan alam Indonesia dan memperkenalkan peserta pada beragam tumbuhan lokal seperti kenikir, secang, kunyit, mawar merah, daun pepaya, dan pakis.

Melalui demonstrasi langsung, Aliyah menunjukkan bagaimana tanaman-tanaman ini dapat digunakan untuk menciptakan pola dan warna alami pada kain, tanpa menggunakan zat kimia berbahaya.

"Keanekaragaman hayati Indonesia adalah harta karun bagi industri fashion berkelanjutan, lewat pelatihan ini, saya ingin menunjukkan bahwa kita bisa menciptakan fashion yang indah tanpa mengorbankan lingkungan." ujarnya, Minggu (29/09/2024).

Baca Juga: Dear Prabowo, Produsen Tahu di Tulungagung Resah Karena Harga Kedelai Naik

Selama sesi peatihan, peserta juga mendapat materi dampak negatif fast fashion terhadap lingkungan, khususnya masalah penumpukan limbah tekstil.

Peserta dijelaskan bagaimana pendekatan slow fashion, termasuk teknik upcycling, dapat menjadi solusi untuk mengurangi dampak lingkungan industri fashion.

"Slow fashion bukan hanya tentang memperlambat produksi dan konsumsi, tetapi juga tentang menghargai proses dan bahan yang kita gunakan," tutur Aliyah.

Baca Juga: Tulungagung Deklasikan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 Bebas Titipan

Tak hanya belajar cara membatik, para peserta ini diharapkan juga mengadopsi praktik fashion yang lebih berkelanjutan di negara masing-masing. Dengan menggabungkan kearifan lokal dan kesadaran global, peserta juga diharapkan terus berkontribusi pada perubahan positif dalam industri fashion dunia.

"Saya berharap peserta dapat membawa pulang tidak hanya keterampilan baru, tetapi juga semangat untuk melestarikan alam melalui fashion." pungkasnya,

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.