Selasa, 23 Jun 2026 07:29 WIB

Isabell Roses Gelar Karya Lukisan di Surabaya: Realita Gen Z Jelajahi Lawasan

Isabell Roses bersama Arik S. Wartono, kurator pameran sekaligus pemilik Sanggar DAUN. (Foto: Dok. Sanggar Daun for jatimnow.com)
Isabell Roses bersama Arik S. Wartono, kurator pameran sekaligus pemilik Sanggar DAUN. (Foto: Dok. Sanggar Daun for jatimnow.com)

jatimnow.com - Pelukis muda asal Gresik Isabell Roses menggelar pameran tunggal di Galeri Merah Putih Kompleks Balai Pemuda Alun-alun Surabaya. Pameran ini berlangsung Minggu (8/9/2024) hingga Jumat (13/9/2024).

Dalam pameran kali ini, Isabell memajang 18 lukisan dengan teknik realis dan naif khas anak-anak yang menggunakan media cat air dan akrilik di atas kanvas dengan ukuran terbesar 142 x 92 cm dan yang terkecil berukuran 34 x 33 cm.

Baca Juga: Peduli Lingkungan, BPJS Ketenagakerjaan Gresik Tanam 1.437 Bibit Mangrove

Kurator pameran sekaligus pendiri Sanggar DAUN Arik S. Wartono mengatakan, dalam pameran ini, Isabel mengusung tema permainan tradisional anak-anak jaman dulu dari masyarakat Jawa dan Madura serta dogeng rakyat. Karya-karya yang dipamerkan dikerjakan antara tahun 2020 hingga 2024.

"Isabell Roses adalah siswa Sanggar DAUN yang terbaik dalam teknik realis. Sampai hari ini, belum ada siswa lain yang mengungguli kemampuan teknik realisnya Isabell," kata Arik, seusai pembukaan pameran, Minggu (8/9/2024).

Lebih detil Arik menjelaskan, dalam karya berjudul Adhang Pawon berukuran 60 x 50 cm tahun 2022, yang dipilih menjadi poster pameran kali ini merupakan bukti skill teknik realis Isabell yang sangat baik.

"Sedang pada karya terbaru berjudul Dolanan Lawas #13, dengan media cat air di atas kanvas berukuran 142 x 92 cm, tahun 2024, Isabell berupaya memanfaatkan skill teknik realisnya dengan mengembangkan gagasan-gagasan yang lebih unik," ujarnya.

Arik menambahkan, Isabell adalah remaja kelahiran 31 Juli 2011, termasuk Generasi Z atau Gen Z, yakni generasi yang lahir pada tahun 1997–2012. Generasi ini juga dikenal sebagai iGen atau generasi internet.

Baca Juga: Pemancing Tenggelam di Kali Lamong Gresik Akhirnya Ditemukan

"Yang unik dari Isabell justru ketertarikannya pada budaya lama (lawasan), mulai dari permainan anak jaman dulu, keseharian masyarakat Indonesia (khususnya Jawa) tempo dulu, tradisi leluhur Nusantara seperti aktifitas membatik, menenun, karapan sapi dll, serta cerita rakyat atau dongeng masa kecil anak-anak jaman dulu," jelasnya.

Gejala ini, menurut Arik, tampaknya menjadi gejala umum ketika remaja dan mereka yang mulai masuk usia dewasa awal, yakni para generasi Z yang begitu masif terpapar teknologi canggih terutama dunia digital-internet yang perkembangannya semakin cepat justru membuat mereka penasaran dengan dunia analog yang pernah dialami oleh generasi X atau juga dikenal sebagai Gen Bust.

Rasa penasaran inilah yang membuat Isabell getol mencari informasi tentang budaya tempo dulu atau lawasan, melalui searching internet dan bertanya langsung kepada kedua orang tuanya serta para generasi lampau yang bisa bercerita detail tentang serunya masa-masa menjalani kehidupan analog tempo dulu.

Isabell juga berusaha menemukan komunitas yang masih memainkan dolanan anak jaman lawas, dengan segala modifikasinya. Juga mendatangi dan bergaul dengan para pelaku tradisi yang tentu mereka saat ini sudah berusia lanjut. Hasil pemahaman ini kemudian diangkatnya sebagai tema sentral dalam karya-karyanya.

Baca Juga: Pemancing Tenggelam di Kali Lamong Gresik, Pencarian Terkendala Arus Deras

"Saat ini usia Isabell Roses masih 13 tahun, dengan keunggulan skill yang dia miliki dan kemauan keras untuk terus belajar serta mengembangkan kemampuan teknis, ide-gagasannya, serta wawasan berkeseniannya, berpadu dengan penguasaan teknologi khas Gen Z, tentu kelak akan lahir karya-karya hybrids yang mungkin bahkan tak terbayang oleh generasi kita sekarang," papar Arik.

"Setidaknya saat ini kita masih meyakini bahwa ajang pameran seni terutama pameran tunggal merupakan salah satu fase penting yang mesti dijalani oleh para seniman atau minimal mereka yang berjuang agar namanya dicatat oleh publik seni sebagai seniman," tambahnya.

Meski dalam beberapa dekade kedepan sangat mungkin ada platform lain yang diyakini lebih efektif untuk mengembangkan eksistensi karya-karyanya dalam dunia yang semakin cepat update teknologi.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.