Rabu, 22 Jul 2026 11:47 WIB

Bawaslu Kota Malang Imbau KPU Minimalisir KPPS Kelelahan

  • Penulis : Gerhana
  • | Minggu, 25 Agu 2024 10:42 WIB
Bawaslu Kota Malang.  (Foto : Gerhana/jatimnow.com)
Bawaslu Kota Malang. (Foto : Gerhana/jatimnow.com)

jatimnow.com - Bawaslu Kota Malang menghimbau KPU Kota Malang untuk meminimalisasi adanya petugas penyelenggara Pilkada 2024 meninggal dunia. Hal ini berkaca pada penyelenggaraan Pemilu 2024 beberapa bulan lalu terdapat Ketua KPPS dan Linmas meninggal usai bertugas.

Kordiv Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas Bawaslu Kota Malang, M Hasbi Ash Shidiqqy mengatakan, pihaknya berharap tidak ada petugas penyelenggara Pilkada 2024 Kota Malang yang mengalami kelelahan.

Baca Juga: Baterai Motor Listrik Overload, Ruang Praktikum Polinema Malang Hangus Terbakar

Sebab, faktor kelelahan menjadi salah satu pendorong kondisi kesehatan yang menurun. Selain itu, juga adanya riwayat penyakit bawaan.

"Kemarin kan potensinya, eh karena hal itu terjadi karena posisi kelelahan. Proses itu kelelahan juga. Nah kalau saat ini kita memang meminimalkan juga, diminimalkan juga," kata M Hasbi, Minggu (25/8/2024).

Dia mengatakan, setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada pelaksanaan Pilkada 2024 nantinya hanya melayani dua pemilihan, yakni Wali Kota dan Gubernur. Hal ini berbeda dengan Pemilu 2024, terdapat beberapa pemilihan seperti Pilpres, Pileg DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kota/ Kabupaten dan DPD.

"Karena pemilihannya hanya dua. Antara Walikota dan Gubernur. Berarti ada dua pemilihan dalam satu TPS itu ada dua pemilihan. Dan kita pastikan juga untuk kelanjutannya nggak membuat capek," katanya.

Baca Juga: Pedagang hingga Driver Ojol Malang Terima Santunan BPJS Ketenagakerjaan

M Hasbi juga menyoroti soal keterlambatan distribusi logistik yang berdampak terhadap kondisi kesehatan petugas penyelenggara Pemilu 2024.

"Di logistik yang telat-telat membuat teman-teman KPPS juga kelelahan nunggu. Logistik terakhir juga di Blimbing itu nggak salah selesai sampai sore itu. Sampai besoknya selesai," katanya.

Selain itu, Bawaslu Kota Malang juga telah memetakan adanya lima indikator kerawanan pada Pilkada 2024 Kota Malang. Diantaranya, kerawanan pencalonan, kerawanan penyusunan daftar Pemilu, kerawanan kampanye, kerawanan pemungutan dan penghitungan suara, kerawanan rekapitulasi suara.

Baca Juga: Diskon Iuran 50 Persen, BPJS Ketenagakerjaan Kota Malang Incar Sektor Informal

Potensi kerawanan dalam tahapan rekapitulasi suara terdapat pada adanya penghitungan suara ulang pada Pemilu 2024 di seluruh TPS di 1 Kecamatan. Saat itu, terdapat adanya gugatan atas hasil pemilu atas perkara nomor 228-01-15-15/PHPU.DPR-DPRD-XXII/2024 oleh PSI.

Kondisi itu harus dilakukan penghitungan suara ulang pada saat rekap di tingkat kecamatan. Hal ini disebabkan oleh ketidakcermatan petugas KPPS dalam menentukan suara sah dan tidak sah.

"Potensi berulangnya pelanggaran ini mengakibatkan penggelembungan atau pergeseran hasil oleh penyelenggara pemilu adhoc," katanya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.