Minggu, 26 Jul 2026 01:04 WIB

Warga Keluhkan Debu Pembangunan Mess Pegawai KPPN di Jember

  • Penulis : Sugianto
  • | Selasa, 20 Agu 2024 16:25 WIB
Pembangunan mess pegawai KPPN dj Jember debunya dikeluhkan warga.(Foto: Sugianto/jatimnow.com)
Pembangunan mess pegawai KPPN dj Jember debunya dikeluhkan warga.(Foto: Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pembangunan mess atau rumah dinas pegawai Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) di Jember dikeluhkan warga. Ada anak warga sekitar lokasi sampai mengalami batuk.

"Debunya saja yang dikeluhkan, sampai masuk ke rumah. Betul jendela sama pintu ditutup, tapi dari lubang lain bisa masuk dan sampai kotor," kata Ahmad Syauqi warga setempat, Selasa (20/8/2024).

Baca Juga: Siswa TK-SD di Bangsalsari Jember Keracunan, Santapan MBG Diduga Jadi Pemicu

Pembongkaran bangunan sebelumnya yang terletak di Jalan Wahid Hasyim, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, menggunakan alat berat eskavator. Imbasnya, membuat debu di musim kemarau ini menggangu beberapa rumah warga sekitar.

"Dampak atau musimnya, anak saya sampai batuk sampai sekarang. Hampir dua minggu dan sekarang agak reda batuknya. Takutnya, ada debu masuk. Paling parah saat ada eskavator dan beberapa hari," jelas Syauqi.

Atas kejadian itu, warga sempat melaporkan ke RT setempat tetapi tidak ada respons.

"Satu dua tiga yang terdampak, kayaknya kok tidak ada respons," keluh dia.

Senada, Nur Hafifah warga setempat mengaku sejak ada eskavator dirinya hampir setiap hari mengepel lantai rumahnya.

"Dampaknya ke anak-anak kecil juga, sering main-main ke lokasi, takutnya terjadi apa-apa siapa yang tanggung jawab," ucap dia.

Hafifah meminta agar pembangunan ini ditutup dan tidak sampai anak-anak bermain ke lokasi proyek.

Baca Juga: Genjot Produktivitas Pangan, Pemkab Jember Kucurkan Rp312 Miliar

"Ini mau dibuat rumah dinas. Warga ingin aman, dan kalau bisa ditutup (dengan pagar keliling)," pintanya.

Menanggapi keluhan itu, Ketua RW 02 Aprilistiawan Subekti mengaku, sepengetahuannya pagar di lokasi bangunan rencana tidak dibongkar dan faktanya dibongkar juga.

Sedangkan untuk saat ini, pembuangan mess pegawai itu tidak dilakukan penutupan.

"Kalau debunya sudah kemarin, mungkin debunya sampai ke tetangga," ungkapnya.

Baca Juga: Ratusan Warga Ajung Jember Terjangkit Penyakit Kronis, Banyak yang Takut Berobat

Bahkan, sumur di lokasi pembangunan itu sempat tidak ditutup dan dikhawatirkan banyak anak-anak yang bermain di situ dan membahayakan.

"Diperkirakan pembagunan satu atau dua bulan sudah selesai. Sebelumnya sumur tidak ditutup dan sekarang sudah," akunya.

Ia menyayangkan pembongkaran dilakukan dengan alat berat eskavator. Padahal di lokasi, permukiman penduduk cukup padat.

"Kalau izin eskavator kurang tahu. Itu mess KPPN dan pelaksanaan CV Pelangi Nusantara. Direncanakan 5 unit rumah dinas," sebutnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.