Rabu, 10 Jun 2026 08:15 WIB

Warga Keluhkan Debu Pembangunan Mess Pegawai KPPN di Jember

  • Penulis : Sugianto
  • | Selasa, 20 Agu 2024 16:25 WIB
Pembangunan mess pegawai KPPN dj Jember debunya dikeluhkan warga.(Foto: Sugianto/jatimnow.com)
Pembangunan mess pegawai KPPN dj Jember debunya dikeluhkan warga.(Foto: Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pembangunan mess atau rumah dinas pegawai Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) di Jember dikeluhkan warga. Ada anak warga sekitar lokasi sampai mengalami batuk.

"Debunya saja yang dikeluhkan, sampai masuk ke rumah. Betul jendela sama pintu ditutup, tapi dari lubang lain bisa masuk dan sampai kotor," kata Ahmad Syauqi warga setempat, Selasa (20/8/2024).

Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Pembongkaran bangunan sebelumnya yang terletak di Jalan Wahid Hasyim, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, menggunakan alat berat eskavator. Imbasnya, membuat debu di musim kemarau ini menggangu beberapa rumah warga sekitar.

"Dampak atau musimnya, anak saya sampai batuk sampai sekarang. Hampir dua minggu dan sekarang agak reda batuknya. Takutnya, ada debu masuk. Paling parah saat ada eskavator dan beberapa hari," jelas Syauqi.

Atas kejadian itu, warga sempat melaporkan ke RT setempat tetapi tidak ada respons.

"Satu dua tiga yang terdampak, kayaknya kok tidak ada respons," keluh dia.

Senada, Nur Hafifah warga setempat mengaku sejak ada eskavator dirinya hampir setiap hari mengepel lantai rumahnya.

"Dampaknya ke anak-anak kecil juga, sering main-main ke lokasi, takutnya terjadi apa-apa siapa yang tanggung jawab," ucap dia.

Hafifah meminta agar pembangunan ini ditutup dan tidak sampai anak-anak bermain ke lokasi proyek.

Baca Juga: Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

"Ini mau dibuat rumah dinas. Warga ingin aman, dan kalau bisa ditutup (dengan pagar keliling)," pintanya.

Menanggapi keluhan itu, Ketua RW 02 Aprilistiawan Subekti mengaku, sepengetahuannya pagar di lokasi bangunan rencana tidak dibongkar dan faktanya dibongkar juga.

Sedangkan untuk saat ini, pembuangan mess pegawai itu tidak dilakukan penutupan.

"Kalau debunya sudah kemarin, mungkin debunya sampai ke tetangga," ungkapnya.

Baca Juga: Kerja Sama Sister City Jember-Jinhua Tuai Pujian Akademisi UB

Bahkan, sumur di lokasi pembangunan itu sempat tidak ditutup dan dikhawatirkan banyak anak-anak yang bermain di situ dan membahayakan.

"Diperkirakan pembagunan satu atau dua bulan sudah selesai. Sebelumnya sumur tidak ditutup dan sekarang sudah," akunya.

Ia menyayangkan pembongkaran dilakukan dengan alat berat eskavator. Padahal di lokasi, permukiman penduduk cukup padat.

"Kalau izin eskavator kurang tahu. Itu mess KPPN dan pelaksanaan CV Pelangi Nusantara. Direncanakan 5 unit rumah dinas," sebutnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.

Umat Buddha di Tulungagung Ikuti Ritual Atthami Puja di Candi Sanggrahan

Ritual tersebut merupakan perayaan penting dalam agama Buddha yang menghormati kelahiran, pencerahan, dan parinirvana Sang Buddha Gautama.