Kamis, 23 Jul 2026 05:48 WIB

Massa Unjuk Rasa Bentrok Lawan Polisi di Alun-Alun Bojonegoro

Sejumlah massa terlibat bentrok dengan polisi di Alun-Alun Kabupaten Bojonegoro. (Foto: Udin for jatimnow.com)
Sejumlah massa terlibat bentrok dengan polisi di Alun-Alun Kabupaten Bojonegoro. (Foto: Udin for jatimnow.com)

jatimnow.com - Sejumlah massa terlibat bentrok dengan polisi di Alun-Alun Kabupaten Bojonegoro, Senin (19/8/2024). Sejumlah massa terlihat membentangkan spanduk penolakan terhadap proses pelaksanaan Pilkada.

Mereka kemudian melakukan penyerangan dengan melakukan pelemparan ke arah petugas kepolisian yang tengah melakukan pengamanan. Hingga bentrokan dan saling dorong pun tak terhindarkan.

Baca Juga: Rakyat Surabaya Menggugat, Pedagang-Ojol Suarakan Keresahan di Taman Apsari

Kendaraan taktis barakuda pun diterjunkan. Polisi kamudian menyemprot gerombolan massa dengan water canon untuk membubarkan aksi demontrasi.

Bentrokan tersebut merupakan rangkaian dari simulasi sistem pengamanan kota (Sispamkota) dalam rangka pengamanan Pilkada serentak 2024 yang digelar Polres Bojonegoro bersama TNI dan unsur pemerintah daerah.

Kapolres Bojonegoro/ AKBP Mario Prahatinto mengatakan, simulasi itu dilakukan sebagai gambaran setiap eskalasi tahapan Pilkada serentak 2024. Pada apel Sispamkota itu melibatkan TNI/Polri dan Pemda Bojonegoro untuk mengecek kelengkapan dan kesiapan para personel yang akan bertugas pada gelaran pilkada serentak yang akan datang.

Baca Juga: Aksi di Bundaran Tugu Malang Memanas, Massa Desak MBG dan Kopdes Dihentikan

"Sispamkota juga ditujukan untuk mengantisipasi pada saat pelaksanaan pilkada ada hal-hal yang berpotensi mengganggu keamanan di kabupaten Bojonegoro," ujar Mario.

Pengaman Pilkada serentak nanti, kata Mario, pihaknya menyiagakan sebanyak 5721 personel yang terdiri dari unsur TNI/polisi serta pemerintah daerah.

Baca Juga: Polres Bojonegoro Bongkar Praktik Pengoplosan LPG Melon ke Nonsubsidi

Sementara itu, untuk pemetaan daerah kerawanan, tambah Mario hingga saat ini kondisi potensi kerawanan di wilayah Kabupaten Bojonegoro masih aman. Namun, berkaca pada pelaksanaan Pemilu yang lalu kerawanan yang terjadi sebatas pada kondisi geografis seperti letak TPS yang jauh dan potensi wilayah rawan bencana.

"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban kemudian tetap menjaga kesatuan dan persatuan, berbeda boleh tapi ingat kita tetap warga Indonesia. Kemudian jangan mudah percaya dan termakan berita hoax, pastikan dulu kebenaran dari berita yang diterima," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.