Minggu, 07 Jun 2026 08:04 WIB

Massa Unjuk Rasa Bentrok Lawan Polisi di Alun-Alun Bojonegoro

Sejumlah massa terlibat bentrok dengan polisi di Alun-Alun Kabupaten Bojonegoro. (Foto: Udin for jatimnow.com)
Sejumlah massa terlibat bentrok dengan polisi di Alun-Alun Kabupaten Bojonegoro. (Foto: Udin for jatimnow.com)

jatimnow.com - Sejumlah massa terlibat bentrok dengan polisi di Alun-Alun Kabupaten Bojonegoro, Senin (19/8/2024). Sejumlah massa terlihat membentangkan spanduk penolakan terhadap proses pelaksanaan Pilkada.

Mereka kemudian melakukan penyerangan dengan melakukan pelemparan ke arah petugas kepolisian yang tengah melakukan pengamanan. Hingga bentrokan dan saling dorong pun tak terhindarkan.

Baca Juga: Polres Bojonegoro Bongkar Praktik Pengoplosan LPG Melon ke Nonsubsidi

Kendaraan taktis barakuda pun diterjunkan. Polisi kamudian menyemprot gerombolan massa dengan water canon untuk membubarkan aksi demontrasi.

Bentrokan tersebut merupakan rangkaian dari simulasi sistem pengamanan kota (Sispamkota) dalam rangka pengamanan Pilkada serentak 2024 yang digelar Polres Bojonegoro bersama TNI dan unsur pemerintah daerah.

Kapolres Bojonegoro/ AKBP Mario Prahatinto mengatakan, simulasi itu dilakukan sebagai gambaran setiap eskalasi tahapan Pilkada serentak 2024. Pada apel Sispamkota itu melibatkan TNI/Polri dan Pemda Bojonegoro untuk mengecek kelengkapan dan kesiapan para personel yang akan bertugas pada gelaran pilkada serentak yang akan datang.

Baca Juga: Kader NasDem Jember Desak Dewan Pers Sanksi Majalah Tempo

"Sispamkota juga ditujukan untuk mengantisipasi pada saat pelaksanaan pilkada ada hal-hal yang berpotensi mengganggu keamanan di kabupaten Bojonegoro," ujar Mario.

Pengaman Pilkada serentak nanti, kata Mario, pihaknya menyiagakan sebanyak 5721 personel yang terdiri dari unsur TNI/polisi serta pemerintah daerah.

Baca Juga: Tampang Pria Pemerkosa Gadis 11 Tahun di Bojonegoro, Berikut Taktik Bejatnya

Sementara itu, untuk pemetaan daerah kerawanan, tambah Mario hingga saat ini kondisi potensi kerawanan di wilayah Kabupaten Bojonegoro masih aman. Namun, berkaca pada pelaksanaan Pemilu yang lalu kerawanan yang terjadi sebatas pada kondisi geografis seperti letak TPS yang jauh dan potensi wilayah rawan bencana.

"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban kemudian tetap menjaga kesatuan dan persatuan, berbeda boleh tapi ingat kita tetap warga Indonesia. Kemudian jangan mudah percaya dan termakan berita hoax, pastikan dulu kebenaran dari berita yang diterima," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.