Jumat, 24 Jul 2026 22:42 WIB

Fenomena Bediding Ini Sampai Kapan?

jatimnow.com - Fenomena bediding belakang menjadi perbincangan lantaran kondisi cuaca terik dan udara yang panas di siang hari dan dingin menusuk pada malam hari. Perubahan suhu udara yang mencolok tersebut begitu terasa menjelang sore dan cenderung lebih dingin pada malam hingga pagi hari.

Kepala Kelompok Unit Forecaster BMKG Maritim Tanjungperak Surabaya Ady Hermato menjelaskan ada beberapa faktor yang mempengaruhi perubahan suhu udara tersebut.

Baca Juga: BMKG Pastikan Cuaca Jatim Aman, Semua Indikator Bahaya Nihil

Pertama, pasa saat musim kemarau kondisi langit cerah pada malam hari. Hal ini, menyebabkan suhu panas dari permukaan bumi terpancar langsung ke atmosfer tanpa hambatan sehingga membuat penurunan suhu yang signifikan.

"Tidak banyaknya awan yang menutupi bumi saat musim kemarau. Sehingga panas yang diterima oleh bumi dari matahari pada saat siangnya mudah terlepas bebas ke atmosfer di malam harinya, sehingga mempercepat pendinginan bumi itu sendiri," jelasnya, Selasa (13/8/2024).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Kemudian, yang kedua, adanya hembusan angin dari Australia atau dikenal dengan monsun Australia. Jenis angin ini diketahui bersifat kering sebab sedikit membawa uap air. Angin ini berhembus melewati permukaan perairan samudera hindia yang memiliki suhu relatif lebih rendah atau dingin.

"Adanya faktor transportasi massa udara dari Australia dimana massa udaranya bersifat kering dan dingin, itulah mengapa fenomena bedinding ini lebih banyak terjadi di wilayah yg berada disebelah selatan khatulistiwa," sambungnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Umumnya fenomena bediding ini, kata Ady terjadi saat memasuki musim kemarau yakni mulai bulan Juli hingga awal September.

"Fenomena bedinding diprakirakan terjadi antara Juli dan Agustus, meskipun ada kemungkinan hingga awal september," tutupnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.