Minggu, 14 Jun 2026 04:00 WIB

Bakesbangpol Jatim Bersama Pendamping Desa Gelar Apel Besar Kebangsaan

  • Penulis :
  • | Minggu, 28 Jul 2024 15:09 WIB
Menteri Desa PDTT, Abdul Halim Iskandar dalam Apel Besar Kebangsaan bersama pendamping desa zona 1 Jatim, (Foto: Rizky for jatimnow.com)
Menteri Desa PDTT, Abdul Halim Iskandar dalam Apel Besar Kebangsaan bersama pendamping desa zona 1 Jatim, (Foto: Rizky for jatimnow.com)

jatimnow.com - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jawa Timur bekerja sama dengan Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) menggelar Apel Besar Kebangsaan bersama pendamping desa zona 1 Jatim, Minggu (28/7/2024).

Apel tersebut digelar di Kebun Raya Purwodadi Pasuruan dengan dipimpin langsung oleh Menteri Desa PDTT, Abdul Halim Iskandar dengan dihadiri Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jatim dan Pasuruan.

Baca Juga: Tingkatkan Fungsi Pendamping Desa, Bakesbangpol Jatim Gelar Apel di Bojonegoro

Gus Halim mengatakan kehadiran pendamping desa untuk membersamai pemerintah desa sebagai upaya percepatan pembangunan di desa melalui anggaran dana desa yang telah digelontorkan pemerintah.

Menurutnya, gelontoran dana desa merupakan bentuk afirmasi Presiden Joko Widodo dalam pembangunan di akar rumput dengan payung hukum UU Desa. Dan hasilnya pun cukup signifikan, tidak sedikit desa saat ini berkembang pesat, khususnya dalam mengembangkan pontensi kearifan lokalnya.

"Kita buktikan bahwa ikhtiar-ikhtiar presiden yang didukung oleh para pendamping desa telah menampakan hasil yang signifikan. Oleh karena itu kita ucapkan terima kasih kepada seluruh pendamping desa se-indonesia," kata Gus Halim

Baca Juga: Mengenal Multazam, Aktivis Modal Cekak Sukses jadi Anggota DPRD Jatim

Gus Halim mengatakan, keberadaan pendamping desa merupakan upaya untuk terus menempatkan desa sebagai sebuah pemerintahan yang berbasis masyarakat. Dalam proses pembangunan desa, sebuah keniscayaan partisipasi warga masyarakat desa harus dikedepankan.

"Tanpa partisipasi masyarakat desa kita tidak akan bisa mengawal dana desa yang sudah sangat luar biasa besarnya yang dialokasikan ke desa," ujarnya.

Cicit pendiri NU KH Bisri Syansuri ini mengatakan, pendamping desa haruslah multi talent, dan tidak cukup hanya memiliki spesifikasi satu bidang keahlian. Mereka dituntut harus bisa segalanya, sesuai dengan jargon Pendamping Desa Bisa. Hal tersebut adalah konsekuensi logis fungsi keberadaan pendamping desa.

Baca Juga: Rata-rata Desa di Jember Masuk Status Level Maju dan Mandiri

"Konsekuensinya adalah para pendamping desa harus terus melakukan upaya peningkatan kapasitas diri. Meskipun tidak banyak yang dikuasai, meskipun tidak dalam penguasaan masalah pembangunan, tetapi harus banyak yang dikuasai," kata dia.

"Diminta tolong merencanakan bangunan, bisa. Diminta membantu mengurus kesehatan, bisa. Dimintai tolong untuk mendukung program pemberdayaan ekonomi, bisa," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada radius sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam di kawasan Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan.

Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

Kapolres mengajak seluruh jajaran Polres Probolinggo untuk terus menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai Presisi.

Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Pelaku diketahui merupakan komplotan pembobolan toko lintas kota dan provinsi.

Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Peta peringatan dini ini merepresentasikan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam skala satu kabupaten atau kota.

Gol Larin Selamatkan Kanada dari Kekalahan Saat Melawan Bosnia-Herzegovina

Tuan rumah Kanada harus puas bermain imbang 1-1 di laga pembukan grup B Piala Dunia 2026.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Waspadai potensi turunnya hujan dengan intensitas ringan di beberapa wilayah.