Rabu, 22 Jul 2026 03:18 WIB

1,6 Juta Guru Belum Tersertifikasi, Komisi X DPR RI Beri Perhatian Serius

  • Penulis : Sugianto
  • | Rabu, 24 Jul 2024 19:36 WIB
Anggota Komisi X DPR-RI, H. Muhammad Nur Purnamasidi (Foto: Sugianto/jatimnow.com)
Anggota Komisi X DPR-RI, H. Muhammad Nur Purnamasidi (Foto: Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sebanyak 1,6 juta guru di Indonesia belum tersertifikasi. Anggota Komisi X DPR RI, H. Muhammad Nur Purnamasidi memberikan perhatian serius terhadap masalah ini.

Menurut pria yang akrab disapa Bang Pur, Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 telah mengamanatkan sertifikasi bagi semua guru dalam jabatan sejak tahun 2015.

Baca Juga: AI Makin Dibutuhkan, ISTTS Gandeng LPK CKW Gelar Workshop di Malang

Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) ini mengungkapkan, hingga Juli 2024 masih terdapat 1,6 juta guru yang belum tersertifikasi.

"Namun hingga Juli 2024 masih ada 1,6 juta guru yang belum tersertifikasi," kata Bang Pur, kepada beberapa wartawan, Rabu (25/7/204).

Menurutnya, data itu menunjukkan adanya penurunan persentase guru bersertifikat pendidik dari 46 persen menjadi 44 persen antara 2019 hingga 2023.

"Hal ini menjadi perhatian serius, mengingat proporsi guru yang tersertifikasi dan memiliki kesejahteraan cukup, semakin sedikit dibandingkan dengan yang belum tersertifikasi," ungkapnya.

Belum lagi, jumlah guru bersertifikat yang memasuki masa pensiun lebih besar dibandingkan dengan kecepatan dalam mensertifikasi guru baru.

Baca Juga: Partai Golkar dan PKB Kota Probolinggo Terima Kucuran Dana Banpol Terbanyak

"Kondisi ini tentunya dapat mengancam kualitas pendidikan dan menimbulkan 'krisis guru' di masa depan, yang dapat mengganggu pencapaian target Indonesia Emas 2045," kata Bang Pur.

Untuk mengatasi hal ini, terbitnya Permendikbud Ristek Nomor 19 Tahun 2024 Mei 2024 menjadi momentum penting untuk mempercepat proses sertifikasi guru yang belum tersertifikasi.

Dengan anggaran APBN 2024 yang cukup, diharapkan lebih dari 800 ribu guru dapat disertifikasi dalam waktu singkat, bahkan hanya dalam 1,5 bulan.

Baca Juga: Lita Machfud Arifin Beri Kursi Roda Elektrik dan Jamin Pendidikan Nabil hingga Dewasa

"Teknologi modern juga dapat dimanfaatkan untuk mempercepat proses sertifikasi melalui pembelajaran online," katanya.

Sebagai anggota Komisi X DPR RI yang fokus pada dunia pendidikan, Bang Pur berharap pelaksanaan sertifikasi guru dilakukan secara cepat dan masif sesuai dengan Permendikbudristek Nomor 19/2024.

"Hal ini diharapkan dapat mewujudkan guru yang kompeten dan sejahtera, serta menjaga kualitas pendidikan nasional," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.