Rabu, 22 Jul 2026 13:26 WIB

Millenial Madura Adu Skill Meracik Kopi di Bangkalan

Para peserta kompetisi meracik kopi di Bangkalan. (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)
Para peserta kompetisi meracik kopi di Bangkalan. (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kompetisi meracik kopi ini nyatanya memang mendapat antusiasme yang luar biasa dari para pegiat kopi yang ada di Jawa Timur, khususnya dari 4 kabupaten se-Madura.

Peserta memang tidak hanya berasal dari Bangkalan saja yang menjadi lokasi digelarnya event ini. Tapi mereka juga datang dari Surabaya, Ketapang - Sampang, Pamekasan, hingga Sumenep. 

Baca Juga: Gubernur Khofifah Lepas Karnaval Budaya di Alun-Alun Bangkalan, Ini Harapannya

"Kami selaku panitia penyelenggara tidak menyangka antusiasme para peserta terhadap acara ini. Terbukti banyaknya pendaftar yang terpaksa kami tolak karena kuota sudah terpenuhi beberapa hari setelah flyer kami unggah di media sosial," terang Husnul, Ketua Panitia event ini, Jumat (21/6/2024).

Juri yang didatangkan pun juga tidak tanggung-tanggung, salah satunya Titik Rachma yang berprofesi sebagai juri kopi nasional. Selanjutnya, Amrin Rozali sebagai perwakilan pegiat kopi di Telang dan Hogi Sulhan owner Loka Group dari Pamekasan.

"Kami datangkan juri yang kredibel untuk menilai aksi peserta ini. Biar hasil kompetisi juga kredibel. Jadi bukan juri yang asal comot," kata Husnul.

Titik Rachma mengatakan kegiatan seperti ini harusnya sering diadakan di Madura dan mendapat support dari banyak pihak. Tujuannya, untuk menguatkan sektor usaha perkopian dan menjaring barista-barista yang potensial untuk maju ke kompetisi yang lebih profesional di tingkat nasional.

Baca Juga: Tutup Munas-Konbes di Bangkalan, Prabowo: NU Benteng Penyelamat Bangsa

"Setiap barista bertanding dengan barista lainnya menyeduh kopi nusantara secara manual menggunalan dripper (alat) khusus dari timemore," ujar Titik Rachma yang sudah lama malang melintang di berbagai festival kopi nasional ini.

“Dan saya senang melihat profesi barista di Madura saat ini sudah tidak dipandang sebelah mata. Kita bisa melihat potensinya dan yang paling penting kita para pegiat kopi berkumpul guyub rukun," imbuhnya.

Dari kompetisi menyeduh kopi, tiga juri akhirnya menentukan pemenangnya. Yakni Lalu Masgun Hue Coffee, Surabaya yang menjadi juara pertama. Disusul juara kedua Rini Putri dari Blink Coffee Sumenep.

Baca Juga: Common Grounds Surabaya Hadirkan Barista Juara Dunia

Sementara juara 3 M. Fahrur Rouzy yang juga dari Blink Coffee Sumenep. Dan posisi keempat direbut Irfan Maulana dari Rumah Seduh, Bangkalan.

"Semoga kompetisi antar barista seperti ini bisa digelar secara rutin setiap tahun di Madura", pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.