Sabtu, 06 Jun 2026 16:04 WIB

Produsen Tusuk Sate di Ponorogo Bikin 400 Kg/Hari Jelang Idul Adha

Marjono saat membuat tusuk sate. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.coom)
Marjono saat membuat tusuk sate. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.coom)

 

jatimnow.com - Idul Adha juga membawa rezeki bagi produsen tusuk sate. Bagaimana tidak, produsen tusuk sate di Ponorogo laku hingga 400 kilogram setiap hari.

Baca Juga: Volume Kereta Api Jarak Jauh Alami Lonjakan Signifikan Selama Libur Idul Adha

Salah satu produsen yang ketiban rejeki itu adalah Marjono. Di rumahnya, yang berada di Jalan Jagatan, Kelurahan Ronowijayan, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, Marjono sudah sibuk, Minggu (9/6/2024).

Bukan hanya Marjono, namun para pekerjanya pun demikian. Mereka bahkan harus lembur jelang Idul Adha kali ini.

Produsen tusuk sate berusia 40 tahun ini membuat dan menjual hingga 400 kilogram tiap hari. Total dalam sebulan, ia bisa menjual 8 hingga 9 ton tusuk sate.

“Biasanya hanya 200 sampai 300 kilogram tiap hari. Kali ini 400 kilogram berarti naik 2 kali lipat,” ungkap Marjono, Minggu (9/6/2023).

Dia menyebutkan untuk membuat tusuk sate, termasuk rumit. Tusuk sate buatannya berbahan baku bambu pilihan, yang kemudian diolah sedemikian rupa.

“Bambunya harus pilihan. Bambu jenis ori itu pun harus pilihan. Kalau asal-asalan kurang bagus, hasilnya gak maksimal,” terang Marjono kepada jatimnow.com.

Baca Juga: Libur Idul Adha, Polisi Perketat Pengamanan di Sejumlah Kawasan Wisata Probolinggo

Menurutnya, tusuk sate buatannya sudah dikirim ke luar pulau. Contohnya, ke Pulau Sumatera, tepatnya ke Riau dan Pekanbaru. Selain itu, juga ke Jawa Tengah, seperti Semarang serta Magelang, selain di dalam Kabupaten Ponorogo sendiri.

“Saya melayani semua jenis tusuk sate. Ukurannya berbagai macam. Ada untuk frozen, cilok, pentol goreng, sate ayam dan sate kambing,” paparnya.

Ditanya soal harga, dia menjawab, cukup bervariasi. Harganya paling rendah, tusuk sate berukuran kecil untuk sempol seharga Rp 10 ribu per kilogram.

“Yang mahal untuk sate ayam dan kambing. Seharga Rp 18 per kilogram,” tambah Marjono di rumahnya di Jalan Jagadan, Kelurahan Ronowijayan, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo.

Baca Juga: PKS Jatim Salurkan 71.555 Paket Daging Kurban ke Pelosok

Dengan jumlah produksi 8 sampai 9 ton tusuk sate, maka total omzet yang diperoleh dalam sebulan mencapai Rp120 juta.

Salah satu pembeli, Sony Mahardika mengaku, setiap Idul Adha, selalu datang ke lokasi produksi tusuk sate milik Marjono ini, untuk membeli tusuk sate.

“Kan biasanya sama teman-teman itu habis menyembelih kurban lalu masak-masak. Nah salah satunya ya dimasak sate itu,” pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.