Rabu, 22 Jul 2026 13:43 WIB

Banyak Gen-Z Kota Malang Menganggur Gegara Tolak Kerja di Luar Kota

  • Penulis : Gerhana
  • | Sabtu, 08 Jun 2024 12:11 WIB
ilustrasi generasi Z.
ilustrasi generasi Z.

jatimnow.com - Kepala Dinas Tenaga Kerja, Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (Disnaker-PMPTSP) Kota Malang, Arif Tri Sastyawan menyebut banyak Gen-Z disana yang menganggur.

Menurutnya, alasan banyaknya Gen-Z di Kota Malang menganggur, karena sebagian besar dari mereka ogah bekerja di luar kota. Mereka hanya mau bekerja di Malang saja.

Baca Juga: Baterai Motor Listrik Overload, Ruang Praktikum Polinema Malang Hangus Terbakar

"Kebanyakan Gen-Z itu (menganggur). Ini menjadi tantangan bagi kami untuk membuka lapangan kerja baru," kata Arif, Sabtu (8/6/2024).

Arif mengatakan, kondisi yang ada diketahuinya seperti saat Disnaker-PMPTSP Kota Malang menggelar pelatihan kepada masyarakat untuk bisa mengembangkan keterampilan demi siap bekerja. Namun, ia belum bisa memastikan angkanya.

"Tetapi, belum selesai pelatihan, saya dihubungi oleh pengusaha di Batam dan Bali untuk mencari pekerja dari Malang. Kita sampaikan ke peserta, tapi mereka tidak mau. Mereka maunya bekerja di Malang, tidak mau keluar dari Malang," katanya. 

Baca Juga: Pedagang hingga Driver Ojol Malang Terima Santunan BPJS Ketenagakerjaan

Menurutnya, kondisi ini menjadi fenomena meresahkan untuk kemajuan di Kota Malang. Oleh sebab itu, pihaknya berupaya dengan membuka lapangan kerja baru untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. 

"Kota Malang bidang investasinya, seperti kuliner, hotel bisa banyak menyerap tenaga kerja. Bagaimana upaya kami untuk bisa terus membuka dan menyerap tenaga kerja," katanya. 

Lebih lanjut, data BPS Kota Malang menunjukkan, bahwa tingkat pengangguran terbuka di Kota Malang sebenarnya cenderung menurun. Pada tahun 2021 tingkat pengangguran terbuka Kota Malang berada di angka 9,65 persen. 

Baca Juga: Diskon Iuran 50 Persen, BPJS Ketenagakerjaan Kota Malang Incar Sektor Informal

Kemudian, pada tahun 2022 turun menjadi 7,66 persen dan di tahun 2023 menjadi 6,80 persen. Arif mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk terus menekan angka pengangguran. 

"Jadi bagaimana data by name by address kami bisa tepat sasaran. Sehingga, kegiatan-kegiatan pelatihan mampu sesuai bidangnya, dan tepat sasaran," katanya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.