Selasa, 23 Jun 2026 09:55 WIB

Inovasi Baru, Selai Labu Campur Kopi ini Bikin Kenyang dan Melek

Empat mahasiswa UKWMS memamerkan karya di kampus.
Empat mahasiswa UKWMS memamerkan karya di kampus.

jatimnow.com — Empat mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Jurusan Teknologi Pangan (FTP) Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) menawarkan inovasi makanan baru yakni selai berbahan dasar labu dicampur kopi.

Empat mahasiswa inovatif itu adalah Jane Nathania, Carolina Hendrianto, Alvina Handoyo dan Lovina Aprilia Sugianto. Mereka menamai karyanya itu dengan Konvyt.

Baca Juga: Teliti Berita Olahraga Al Jazeera, Mahasiswa UINSA Kaji Tindak Tutur Ilokusi

Alvina, salah satu mahasiswa inovatif itu mengatakan sekarang zamannya instan, sebab cukup banyak orang yang tidak memiliki waktu untuk menyeduh dan menyeruput secangkir kopi untuk sarapan.

Makanya, dia bersama teman-temannya itu menawarkan selai, praktis yang dapat mengenyangkan sekaligus membuat melek.

"Selain itu, nilai gizi dari selai juga meningkat, karena labu kaya akan vitamin A, karbohidrat dan lainnya," tutur Alvina saat ditemui di laboratorium kampus UKWMS Jalan Dinoyo Surabaya, Kamis (13/9/2018).

Dalam penelitiannya, keempat mahasiswa ini menggunakan labu yang berbeda-beda. Jane menggunakan labu siam, Carolina menggunakan labu air, Alvina menggunakan labu kuning, dan Lovina menggunakan labu kabocha.

Jane menjelaskan metode pengolahan selai tersebut. Pertama-tama, memilih labu yang segar. Selanjutnya dicuci bersih dengan air mengalir dan dipotong menjadi ukuran yang kecil, sehingga memudahkan proses pengukusan.

Selanjutnya, potongan labu tersebut dikukus selama kurang lebih 15 menit agar menjadi lunak.

Langkah berikutnya, labu kukus dihaluskan dan dicampur dengan bahan-bahan lainnya termasuk kopi. Kemudian dilakukan pemasakan selama 10 menit hingga didapatkan selai yang kental.

Terakhir, selai kopi dimasukkan ke dalam stoples kemasan yang sebelumnya sudah dicuci bersih dan direbus dalam air mendidih.

Baca Juga: HGI Research Centre Dukung Pendidikan Vokasi Digital Jawa Timur

"Semua labu yang kami gunakan tumbuh lokal di Indonesia sedangkan untuk kopi yang kami gunakan adalah kopi lokal jenis robusta dalam bentuk bubuk instan maupun kopi bubuk biasa," terang Jane.

Membuat selai labu kopi dibutuhkan teknik tersendiri, dijelaskan Carolina mulai bahan baku labu yang dipilih maupun bahan campuran yang digunakan, bahkan rasa yang dihasilkan juga akan berbeda-beda.

"Agar mendapatkan karakteristik rasa, masing-masing labu berbeda, baik dari segi ketinggian kadar air maupun pH-nya. Untuk rasa yang dihasilkan dari keempat selai ada manis, segar, creamy dan ada yang kuat rasa kopinya," paparnya.

Mereka juga telah membuktikan bahwa selai yang mereka buat dapat bertahan selama dua bulan jika disimpan di lemari pendingin. Sedangkan jika disimpan di suhu ruangan bertahan sekitar seminggu.

“Kami ingin agar Konvyt suatu saat dapat diproduksi massal agar bisa dinikmati masyarakat luas, tapi masih harus diteliti lebih lanjut termasuk mengurus patennya," pungkasnya.

Baca Juga: Gus Iqdam Sebut Mahasiswa Tak Cukup Hanya Pintar, Harus Dekengan Pusat

 

 

 

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.