Minggu, 14 Jun 2026 08:03 WIB

Serunya Tradisi Kupatan di Gunung Menjuluk Lamongan, Bisa sambil Petik Melon

Pengunjung petik buah melon dalam tradisi kupatan Gunung Menjuluk. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Pengunjung petik buah melon dalam tradisi kupatan Gunung Menjuluk. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Masyarakat Desa Sedayulawas, Kecamatan Brondong, Lamongan menggelar tradisi kupatan di Gunung Menjuluk. Hal ini menjadi agenda tahunan mesyarakat tiap lebaran ketupat.

Warga berbondong-bondong membawa ketupat dan lepet untuk dibawa ke lereng Gunung Menjuluk yang berada di selewan Desa Sedayulawas. Setelah itu ketupat dimakan bersama.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

Tradisi ini menjadi makin semarak dengan hadirnya inovasi lain yakni agrowisata petik buah melon hidroponik yang resmi dibuka tahun ini.

Meski berada di dataran rendah dan kontur tanah yang relatif asin, tumbuh kembang melon hidoponik ini hidup subur dan membuahkan hasil yang berkualitas.

Kepala Desa Sedayulawas, Heni Firawati mengungkapkan bila tahun ini tradisi kupatan menjuluk juga menghadirkan wisata petik buah melon.

"Pada panen perdana ini di lahan seluas 21x40 meter terdapat 600 pohon dimana 70 persen tanaman mampu menghasilkan buah melon berkualitas baik," kata Heni, Rabu (17/4/2024).

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

Untuk harganya, melon sweet net dihargai Rp 25 ribu perkilonya, sementara untuk melon golden dihargai Rp 20 ribu perkilo.

Dijelaskan Heni, bila budidaya melom hidroponik ini dikelola langsung oleh pemerintah desa dengan melibatkan pemuda lulusan sarjana pertanian.

"Kita libatkan pemuda, pengelolanya langsung sarjana lulusan pertanian. Potensi-potensi dan sumber daya desa kita berdayakan," tuturnya.

Baca Juga: Skor Indikator Sosial Masyarakat Tinggi, Bukti Lamongan Hidupkan Pancasila

Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi berkomitmen untuk melakukan pembinaan kearah agriwisata terintegrasi.

"Tentu potensi petik melon menjuluk ini akan kita dampingi dan kembangkan dengan konsep wisata terintegrasi," ucap Pak Yes.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada radius sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam di kawasan Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan.

Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

Kapolres mengajak seluruh jajaran Polres Probolinggo untuk terus menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai Presisi.

Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Pelaku diketahui merupakan komplotan pembobolan toko lintas kota dan provinsi.

Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Peta peringatan dini ini merepresentasikan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam skala satu kabupaten atau kota.

Gol Larin Selamatkan Kanada dari Kekalahan Saat Melawan Bosnia-Herzegovina

Tuan rumah Kanada harus puas bermain imbang 1-1 di laga pembukan grup B Piala Dunia 2026.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Waspadai potensi turunnya hujan dengan intensitas ringan di beberapa wilayah.