Rabu, 22 Jul 2026 12:18 WIB

Gerakan Pangan Murah Dipertahankan dan Bulog Diserbu Warga Ponorogo

Gerakan Pangan Murah yang diselenggarakan oleh Dipertahankan serta Bulog Ponorogo. (Foto:  Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Gerakan Pangan Murah yang diselenggarakan oleh Dipertahankan serta Bulog Ponorogo. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Menjelang Lebaran, warga Ponorogo membanjiri Gerakan Pangan Murah yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) serta Badan Urusan Logistik (Bulog).

Gerakan Pangan Murah ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. Di Ponorogo, Dipertahankan dan Bulog memilih Balai Kelurahan Patihan Wetan, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo sebagai lokasi pelaksanaan Pangan Murah,

Baca Juga: Ratusan Prajurit TNI Turun Gunung Bangun Infrastruktur Desa di Ponorogo

Dalam pantauan di lokasi, ratusan warga berdatangan ke Balai Kelurahan Patihan Wetan di Jalan Parang Menang. Mereka rela mengantri karena harga barang yang ditawarkan dalam Gerakan Pangan Murah lebih rendah dibandingkan harga pasar.

Meskipun antrian panjang, warga tidak perlu khawatir kehabisan barang. Dipertahankan menyediakan berbagai macam barang dengan jumlah yang mencukupi, mengingat mendekati hari Lebaran.

Adapun barang yang disediakan, antara lain beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) sebanyak 10 ton, telur sebanyak 1 ton, minyak goreng sebanyak 100 dus, dan gula pasir sebanyak 4 kwintal.

Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Ponorogo, Harjono, menjelaskan bahwa Gerakan Pangan Murah ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia.

"Gerakan ini bertujuan untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok dan menekan inflasi daerah. Pemkab Ponorogo turut serta dalam upaya ini, melalui Dipertahankan," jelas Harjono, Senin (1/4/2024).

Baca Juga: Sambut 100 Tahun, Gontor Siapkan Buku Rekam Jejak dan Kontribusi Bagi Bangsa

Ia menambahkan bahwa barang-barang kebutuhan pokok dijual dengan harga di bawah harga pasar, seperti beras, telur, minyak goreng, dan lain sebagainya.

"Kami berharap masyarakat dapat merasakan manfaat dari Gerakan Pangan Murah ini. Jika pasokan barang tidak mencukupi, masyarakat dapat mengunjungi Pasar Legi, di mana kami juga menyuplai beras SPHP ke pedagang di sana," tambahnya.

Salah satu warga, Wiji Lestari, mengaku sengaja datang pagi agar bisa mendapatkan beras dengan harga murah.

Baca Juga: Vulcan Flow Ponorogo, Tawarkan Konsep Industrial Raw dan Ragam Menu Murah

“Di sini, beras SPHP dijual dengan harga Rp51 ribu untuk 5 kilogram, sedangkan di luaran sana harga beras medium mencapai Rp 65 ribu. Perbedaannya cukup signifikan," ungkap Wiji.

Selain beras, ia juga membeli telur ayam dengan harga yang lebih terjangkau. Pada Gerakan Pangan Murah di Balai Kelurahan Patihan Wetan, harga telur ayam hanya Rp24 ribu per kilogram.

"Di tempat lain, harga telur ayam berkisar antara Rp25 ribu hingga Rp28 ribu per kilogram. Harganya lebih murah di sini," pungkas seorang warga dari Kelurahan Kertosari.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.