Minggu, 14 Jun 2026 06:27 WIB

Petani Apel Batu Beralih Tanam Jeruk, DPRD Jatim Desak Pemerintah Turun Tangan

  • Penulis :
  • | Minggu, 31 Mar 2024 13:14 WIB
Apel Batu yang terancam tinggal nama bila tidak ada pelestarian. (Foto: ilustrasi)
Apel Batu yang terancam tinggal nama bila tidak ada pelestarian. (Foto: ilustrasi)

jatimnow.com - DPRD Jatim mendesak pemerintah agar segera turun tangan menangani kesulitan yang dihadapi petani apel di Batu. Kendala ini membuat banyak petani apel yang beralih bertanam jeruk.

Anggota Komisi B DPRD Jatim, Dr Agus Dono Wibawanto SH MHum berkali-kali mendesak Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jatim ikut membantu pelestarian dan pengembangbiakan tanaman apel di wilayah Batu dan Malang Raya.

Baca Juga: KPK Angkut 2 Koper Hitam Usai Periksa 15 Saksi Dana Hibah Jatim di Probolinggo

"Tanaman apel itu di Indonesia hanya bisa tumbuh di tiga daerah yakni Malang, Batu dan Pasuruan. Saya harap Pemprov Jatim ikut membantu pelestarian tanaman apel di Jatim, khususnya di wilayah Malang Raya," kata Agus Dono, Minggu (31/3/2024).

Ironisnya lagi, lanjut dia, ada kecenderungan pemerintah lepas tangan bahkan mendukung petani apel beralih ke tanaman jeruk dengan dibantu ketersediaan benih yang melimpah.

"Peremajaan tanaman apel itu tidak mudah dan memakan waktu yang lama. Kalau pemerintah tidak ikut membantu baik dengan penyediaan benih yang baik maupun pendampingan, tentu apel Batu akan tinggal sejarah," tutur Agus Dono.

Senada, anggota Komisi B lainnya, Ahmad Hadinuddin menilai para petani enggan untuk menanam apel karena tanaman tersebut dinilai sudah tidak ekonomis bagi petani.

Selain karena biaya produksi yang mahal, harga apel juga tidak menentu sehingga petani mulai beralih untuk menanam komoditas lain.

Baca Juga: DPRD Jatim Temukan Penyebab Utama Longsor di Jalur Ponorogo-Pacitan

“Ya ada petani-petani merasa penanganan apel membutuhkan biaya produksi mahal,” katanya.

Dia meminta agar Pemprov Jatim memberikan bantuan kepada petani untuk meringankan ongkos produksi mereka. Diantaranya adalah bantuan bibit dan pupuk, agar para petani bisa melakukan peremajaan terhadap tanaman apel yang sudah melewati masa produktif.

"Pemprov harus memberikan subsidi pupuk, benih dan alat-alat pertanian,” jelasnya.

Baca Juga: Audit Sampah Ungkap Sachet Kuasai Limbah Rumah Tangga Batu

Hadinuddin meminta agar Pemprov Jatim juga mendorong gerakan makan buah segar, untuk menarik minat masyarakat. Kolaborasi dengan BUMD dengan menjadikan pertanian apel sebagai destinasi wisata juga harus digalakkan.

“Harus dikampanyekan gerakan makan buah segar. Supaya petani bisa terserap hasil produksi mereka. Selain itu nantinya program petik, kemas jual harus dijalankan secara serius,” tambahnya.

Hal ini diungkap Komisi B usai sidak di Kebun Bulukerto, Kota Batu yang dikeloa oleh UPT Pengembangan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan Jatim beberapa waktu lalu.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada radius sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam di kawasan Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan.

Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

Kapolres mengajak seluruh jajaran Polres Probolinggo untuk terus menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai Presisi.

Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Pelaku diketahui merupakan komplotan pembobolan toko lintas kota dan provinsi.

Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Peta peringatan dini ini merepresentasikan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam skala satu kabupaten atau kota.

Gol Larin Selamatkan Kanada dari Kekalahan Saat Melawan Bosnia-Herzegovina

Tuan rumah Kanada harus puas bermain imbang 1-1 di laga pembukan grup B Piala Dunia 2026.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Waspadai potensi turunnya hujan dengan intensitas ringan di beberapa wilayah.