Rabu, 22 Jul 2026 10:34 WIB

DBD di Trenggalek Meningkat, Bulan Maret Capai 60 Kasus

Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Trenggalek, Sunarto. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Trenggalek, Sunarto. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Trenggalek mengalami peningkatan sejak awal tahun 2024.

Meningkatnya angka kasus penyakit ini karena kembang biak nyamuk yang cepat selama cuaca ekstrem beberapa bulan terakhir.

Baca Juga: Mahasiswa Unair Ciptakan Malaiscope, Alat Deteksi Cepat Malaria

Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Trenggalek, Sunarto, mengatakan selama 3 bulan terakhir kasus DBD di Kabupaten Trenggalek mengalami tren kenaikan. Tertinggi terjadi pada Februari 2024 lalu.

"Kasus DBD pada Januari mencapai 56 kasus, Februari naik menjadi 108 kasus dan Maret pertengahan ini sudah mencapai 60 kasus," ujarnya, Senin (25/03/2024)

Dilihat dari sebaran kasus, wilayah yang banyak terjadi DBD berada di Kecamatan Pogalan dan Karangan. Naiknya, kasus DBD juga seiring dengan meningkatnya kembang biak nyamuk selama iklim ekstrem.

Baca Juga: 449 Jemaah Haji Trenggalek Tiba di Kampung Halaman, 3 Wafat di Tanah Suci

"Ada yang namanya siklus 5 tahun dan 3 tahun untuk kasus DBD. Dimana siklus tersebut merupakan siklus kembang biak nyamuk," terangnya.

DBD juga disebabkan karena faktor kebersihan. Artinya masyarakat harus menjaga kebersihan agar tidak ada tempat yang dapat digunakan nyamuk berkembang biak.

"Masyarakat bisa menguras bak mandi minimal 1 minggu sekali dan mengubur barang bekas yang tidak digunakan," tuturnya.

Baca Juga: Ribuan Mitra MBG di Trenggalek Gelar Aksi Damai, Dukung Program Tetap Berlanjut

Sunarto menegaskan, sampai saat ini pihaknya tidak mendapatkan laporan kematian akibat kasus DBD di Trenggalek. Pihaknya mengimbau apabila mengalami gejala DBD untuk segera ke puskesmas atau rumah sakit.

"Seorang yang meninggal akibat DBD biasanya karena terlambat penganan medis," pungkasnya.

Editor : Arina Pramudita
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.