Minggu, 07 Jun 2026 05:27 WIB

Beda Data Dinkes dan RSUA Ponorogo soal Kasus Demam Berdarah, Kok Bisa?

Kepala Dinkes Ponorogo, Dyah Ayu Puspitaningarti (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Kepala Dinkes Ponorogo, Dyah Ayu Puspitaningarti (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Beda data soal kasus demam berdarah terjadi antara Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo dan Rumah Sakit Umum Aisiyiyah (RSUA).

Dinkes Ponorogo mengonfirmasi bahwa jumlah kasus demam berdarah di Bumi Reog masih rendah, meski beberapa warga telah terjangkit nyamuk Aedes Aegypt ini.

Baca Juga: Komisi D DPRD Jember Soroti Adanya Kepala Puskesmas yang Rangkap Jabatan

Data yang dirilis pada Januari mencatat 6 warga terkena DB, sedangkan pada Februari bertambah menjadi 7 warga. 

Sementara di Rumah Sakit Umum Aisiyiyah (RSUA) Ponorogo, terdapat 20 pasien yang terinfeksi DB, termasuk 3 pasien dari Kabupaten Wonigiri, Jawa Tengah.

Kepala Dinkes Ponorogo, Dyah Ayu Puspitaningarti, menjelaskan bahwa pemetaan klasifikasi DB memerlukan kriteria khusus seperti jumlah trombosit, tingkat demam, dan masalah kesehatan lain sebelum diakui sebagai kasus DB. 

“Jadi ada pemetaan yang beda memang,” ungkap Ayu, sapaan akrabnya, Sabtu (19/3/2024)

Seperti, trombosit kurang dari 100 ribu menjadi salah satu indikator utama.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

“Kalau trombosit kurang dari 100 ribu dan faktor lain baru kami masukkan ke DB. Kadang-kadang ciri-ciri DB memang mirip dengan lainnya," jelasnya.

Ayu menilai bahwa kewaspadaan ekstra di rumah sakit tidak masalah, meskipun pihak RS cenderung melakukan over diagnosis. 

“Jadi mungkin di RS over diagnosa. Tapi ndak masalah itu adalah sebuah kewaspadaan,” tambahnya.

Baca Juga: Kasus DBD di Lamongan Turun Drastis Dibanding Tahun Lalu

Meski demikian, dia menegaskan bahwa jumlah kasus DB pada periode ini masih lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.

Untuk diketahui, demam berdarah mulai merebak di Ponorogo. Rumah Sakit Umum Aisyiyah (RSUA) Ponorogo mulai merawat pasien-pasien dengan penyakit ini. Sejak Januari hingga Maret, terjadi peningkatan kasus dengan total 20 pasien.

Rinciannya, 6 pasien mengalami Demam Fever atau biasa disingkat DF, 13 pasien mengalami Demam Berdarah Dengue (DBD) dan 1 pasien mengalami Dengue Shock Syndrome (DSS). Pasien yang mengalami DSS, perlu dirawat di Intensive Care Unit (ICU).

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Peringati Hari Pers Nasional, PWI Tulungagung Siapkan Literasi Media

Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyampaikan apresiasi atas dedikasi insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.