Kamis, 23 Jul 2026 14:12 WIB

Beda Data Dinkes dan RSUA Ponorogo soal Kasus Demam Berdarah, Kok Bisa?

Kepala Dinkes Ponorogo, Dyah Ayu Puspitaningarti (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Kepala Dinkes Ponorogo, Dyah Ayu Puspitaningarti (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Beda data soal kasus demam berdarah terjadi antara Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo dan Rumah Sakit Umum Aisiyiyah (RSUA).

Dinkes Ponorogo mengonfirmasi bahwa jumlah kasus demam berdarah di Bumi Reog masih rendah, meski beberapa warga telah terjangkit nyamuk Aedes Aegypt ini.

Baca Juga: Ratusan Prajurit TNI Turun Gunung Bangun Infrastruktur Desa di Ponorogo

Data yang dirilis pada Januari mencatat 6 warga terkena DB, sedangkan pada Februari bertambah menjadi 7 warga. 

Sementara di Rumah Sakit Umum Aisiyiyah (RSUA) Ponorogo, terdapat 20 pasien yang terinfeksi DB, termasuk 3 pasien dari Kabupaten Wonigiri, Jawa Tengah.

Kepala Dinkes Ponorogo, Dyah Ayu Puspitaningarti, menjelaskan bahwa pemetaan klasifikasi DB memerlukan kriteria khusus seperti jumlah trombosit, tingkat demam, dan masalah kesehatan lain sebelum diakui sebagai kasus DB. 

“Jadi ada pemetaan yang beda memang,” ungkap Ayu, sapaan akrabnya, Sabtu (19/3/2024)

Seperti, trombosit kurang dari 100 ribu menjadi salah satu indikator utama.

Baca Juga: Sambut 100 Tahun, Gontor Siapkan Buku Rekam Jejak dan Kontribusi Bagi Bangsa

“Kalau trombosit kurang dari 100 ribu dan faktor lain baru kami masukkan ke DB. Kadang-kadang ciri-ciri DB memang mirip dengan lainnya," jelasnya.

Ayu menilai bahwa kewaspadaan ekstra di rumah sakit tidak masalah, meskipun pihak RS cenderung melakukan over diagnosis. 

“Jadi mungkin di RS over diagnosa. Tapi ndak masalah itu adalah sebuah kewaspadaan,” tambahnya.

Baca Juga: Mahasiswa Unair Ciptakan Malaiscope, Alat Deteksi Cepat Malaria

Meski demikian, dia menegaskan bahwa jumlah kasus DB pada periode ini masih lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.

Untuk diketahui, demam berdarah mulai merebak di Ponorogo. Rumah Sakit Umum Aisyiyah (RSUA) Ponorogo mulai merawat pasien-pasien dengan penyakit ini. Sejak Januari hingga Maret, terjadi peningkatan kasus dengan total 20 pasien.

Rinciannya, 6 pasien mengalami Demam Fever atau biasa disingkat DF, 13 pasien mengalami Demam Berdarah Dengue (DBD) dan 1 pasien mengalami Dengue Shock Syndrome (DSS). Pasien yang mengalami DSS, perlu dirawat di Intensive Care Unit (ICU).

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.