Selasa, 23 Jun 2026 10:39 WIB

Parade Indonesia Bermusik di Taman Budaya Jatim Suguhkan Beragam Genre 24 Jam

  • Penulis :
  • | Sabtu, 09 Mar 2024 13:53 WIB
Pawai kendaraan hias ini adalah bagian dari Parade Indonesia Bermusik. (Foto: Endang Pergiwati/jatimnow.com)
Pawai kendaraan hias ini adalah bagian dari Parade Indonesia Bermusik. (Foto: Endang Pergiwati/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kendaraan berhias ornamen berukir seperti kendaraan kerajaan yang megah, diiringi irama perkusi hadir di tengah halaman Taman Budaya Jawa Timur (TBJT), Jalan Gentengkali Surabaya, Sabtu (9/3/2024).

Pawai kendaraan hias ini adalah bagian dari Parade Indonesia Bermusik, yang digelar selama 24 jam terhitung sejak Jumat (8/3/2024) sore hingga malam nanti, Sabtu (9/3/2024).

Baca Juga: Membangkitkan Roh Indonesia Raya pada Peringatan Hari Musik Nasional 2026

Parade yang digelar dalam memperingati Hari Musik Nasional 9 Maret ini diikuti puluhan kelompok musisi berbagai genre. Mulai musik tradisional, jazz, hingga pop. Alat musik yang dimainkan juga bermacam-macam.

Penanggung jawab Hari Musik Nasional, Heri Lentho mengatakan, perayaan hari musik ini bertujuan menggalakkan masyarakat untuk mencintai seni budayanya sendiri, yakni musik. Sekaligus mengemas pertunjukan ini dengan menyilangkan para penggemar musik seperti penggemar pop dan jazz dengan musik etnik, seperti yang ditampilkan Daul Lanceng Senopati dari Madura. Sehingga mereka saling mengapresiasi.

"Musik merupakan bagian yang tak dapat dilepaskan dari hidup. Dalam segi apa pun, musik memiliki pengaruh dan dampak kuat. Musik sebagai medium penyampai pesan. Melalui irama, lirik, nada, musik pun dapat menjadi sarana membangun bangsa. Menyuarakan nasionalisme, persatuan, serta manfaat-manfaat positif lainnya," kata Heri Lentho.

Untuk agenda hari ini, mulai tadi pagi pukul 08.00 digelar ziarah ke makam WR Supratman. Selanjutnya, ada diskusi musik membangun jiwa bangsa.

Baca Juga: Yosie Chand Rilis Ra Sido Rondo, Pop Jawa Modern yang Mengajak Pendengar Happy

"Kita ketahui musik punya pengaruh besar terhadap kejiwaan. Ini perlu dirawat," ucap Heri.

Untuk puncak perayaan, akan ditampilkan drama musikal yang dikemas dengan ludruk berjudul Katarsis Sang Garuda. Drama musikal ini menceritakan tentang makna garuda sebagai simbol negara, serta musik dan kebudayaan yang menjadi landasan.

"Pondasi peradaban dan kekuatan sebuah bangsa adalah kebudayaan. Maka, musik sebagai bagian dari kebudayaan, posisinya sangat penting untuk membangun bangsa," tegas Heri Lentho.

Baca Juga: Komitmen FOOM dan Weird Genius Beri yang Terbaik untuk Bangsa

Sementara Direktur Perfilman, Musik, dan Media Kemendikbudristek, Ahmad Mahendra mengapresiasi pagelaran Parade Indonesia Bermusik yang dijadikan momentum puncak acara Hari Musik Nasional 2024.

Berbagai kelompok musik, baik modern maupun tradisional tampil mulai sore hingga sore di hari Sabtu. Seperti, Sekaring Jagad, Musik Dolanan, The Crossover, ITS Band, Caravan Jazz, Bengkel Muda Surabaya, Lanceng Senopati, Keroncong Unesa, Karawitan Santa Maria, hingga Gamelan Baladewa.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.