Sabtu, 06 Jun 2026 22:49 WIB

Stok Beras di Sidoarjo Aman Jelang Lebaran, Harga Diklaim Berangsur Turun

Forkopimda Sidoarjo saat melakukan pengecekan distribusi beras bersubsidi di Pasar Larangan. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com)
Forkopimda Sidoarjo saat melakukan pengecekan distribusi beras bersubsidi di Pasar Larangan. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com)

jartimnow.com - Stok beras di Sidoarjo aman. Harga beras diklaim berangsur-angsur turun. Beras medium SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) bersubsidi terus digelontorkan. Jumlahnya mencapai 30 ton perhari di Pasar Larangan, 15 ton Pasar Porong dan 2 ton di Pasar Tulangan sebanyak perharinya.

Hal ini setelah Forkopimda Sidoarjo melakukan pengecekan distribusi beras bersubsidi tersebut di Pasar Larangan. Rombongan yang dipimpun Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor Ali memastikan harga beras relatif stabil dan ketersediannya aman dipasaran mendekati bulan Ramadan ini.

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

Bupati Sidoarjo yang biasa disapa Gus Muhdlor mengakui beberapa pekan kemarin terjadi kenaikan harga beras. Namun hari ini sudah mulai turun dan harganya relatif stabil.

"Dengan masifnya intervensi dari kabupaten, relatif turun hari ini (beras), kenaikan itu terjadi beberapa minggu kemarin terutama beras tipe medium, hari ini sudah mulai turun dan relatif stabil," ucapnya Jumat (8/3/2024).

Ia melanjutkan bahwa intervensi menjaga stabilisasi harga beras akan terus dilakukan, terlebih menjelang bulan Ramadan yang tinggal beberapa hari lagi.

Operasi pasar beras SPHP akan terus digencarkan. Distribusi beras medium Bulog seharga Rp10,9 ribu per kilogram itu terus digelontorkan untuk menekan harga beras saat ini.

Ia mengatakan kenaikan beras kemarin hampir merata diseluruh Jawa Timur. Penyebabnya panen raya padi tidak merata. Sehingga ketersediaan beras dipasaran sangat sedikit. Namun dipastikannya stok beras di Bulog sangat tercukupi.

Baca Juga: Inspirasi Schools Bangun Pembelajaran Global Berbasis Karakter

"Secara umum stok di Bulog sangat mumpuni dan saya yakin ketika beras SPHP turun dimasyarakat, harga bisa ditekan dan HET Rp10,9 ribu bisa berjalan," pungkasnya.

Djoyo pedagang beras di blok BN 12 Pasar Larangan juga mengakui harga beras di Pasar Larangan mulai turun meski tidak signifikan. Disampaikannya penurunan harga beras premium hanya mencapai Rp4 ratus. Dari harga Rp16,2 ribu turun menjadi Rp15,8 ribu. Sedangkan harga beras medium turun sebesar Rp6 ratus dari harga Rp14,2 ribu turun menjadi Rp13,6 ribu.

"Harga beras mulai turun menjelang bulan Ramadan, namun penurunannya tidak terlalu signifikan, kisarannya Rp400 untuk harga beras premium. Sedangkan untuk harga beras medium turun Rp600," kata Djoyo.

Baca Juga: WNA India Ditangkap di Sidoarjo, Diduga Telantarkan Anak Kandung

Menurut Djoyo meski harga beras mulai turun, masyarakat tetap memilih membeli beras Bulog yang dijualnya sesuai HET Rp10,9 ribu per kilogramnya.

Menurutnya pembeli beras merasa harga beras saat ini masih tinggi. Oleh karenanya jatah 2 ton beras SPHP perhari yang dijualnya selalu ludes hanya dalam setengah jam saja.

"Pembeli beras premium dan medium juga normal, namun masyarakat cenderung memilih antri membeli beras murah dengaan harga Rp10,9 ribu per kilogramnya," tutupnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Peringati Hari Pers Nasional, PWI Tulungagung Siapkan Literasi Media

Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyampaikan apresiasi atas dedikasi insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.