Sabtu, 06 Jun 2026 19:28 WIB

Surat Suara Kurang saat Coblosan, KPU dan Bawaslu Tulungagung Beda Solusi

Simulasi pencoblosan yang digelar oleh KPU Kabupaten Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Simulasi pencoblosan yang digelar oleh KPU Kabupaten Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tulungagung menggelar simulasi jika terjadi kekurang surat suara saat hari coblosan Pemilu 2024. Namun, ternyata Bawaslu tidak sependapat dengan KPU Tulungagung terkait solusinya. 

Simulasi digelar di Desa Bendiljati Kulon, Kecamatan Sumbergempol. Pihak KPU dan Bawaslu setempat yang hadir berbeda sikap dalam kasus ini. Bawaslu menilai ada prosedur yang salah dalam simulasi tersebut.

Baca Juga: DP3APPKB Surabaya Perkuat Kepemimpinan Perempuan lewat Literasi Politik

Ketua Bawaslu Tulungagung Pungki Dwi Puspito menyoroti proses pencoblosan yang tetap dilakukan meski terdapat kekurangan surat suara.

Berdasarkan UU Pemilu seharusnya kebutuhan surat suara harus terpenuhi sebelum proses pencoblosan berlangsung. Jika terdapat kekurangan surat suara pihak KPPS segera berkoordinasi dengan PPS dan PPK. Setelah surat suara terpenuhi baru proses pencoblosan bisa dilakukan.

"Dalam simulasi tadi dari pengawas TPS sudah mengingatkan kepada KPPS terkait hal ini," ujarnya, Rabu (31/1/2024).

Hal berbeda diungkapkan oleh Ketua KPU Tulungagug, Susanah. Menurutnya proses pencoblosan masih bisa dilakukan dan tidak perlu menunggu kelengkapan surat suara. Nantinya yang perlu dilaporkan adalah jumlah surat suara yang ada di TPS sesuai dengan jumlah pemilih yang menggunakan hak pilihnya.

Baca Juga: KPU Tulungagung Kembalikan Rp8,3 M Sisa Anggaran Pilkada 2024

"Karena kita juga berpikir terkait waktu, jika harus menunggu jumlahnya sesuai waktu akan terbuang, prosesnya juga pasti molor," tuturnya.

Menyikapi perbedaan pendapat ini, KPU akan segera melakukan koordinasi dengan Bawaslu. Mereka akan duduk bersama menyikapi perbedaan pendapat ini.

Menurut Susanah dengan simulasi ini maka sejumlah kendala bisa diketahui. Salah satu tujuan simulasi ini adalah memastikan proses pencoblosan, penghitungan suara dan rekap berlangsung tanpa ada kendala.

Baca Juga: Penetapan Bupati - Wabup Tulungagung Terpilih, Ini Pesan bagi Pemimpin Baru

"Termasuk perbedaan pendapat ini, untuk itu kami akan segera lakukan koordinasi," pungkasnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.