Rabu, 22 Jul 2026 06:03 WIB

Surat Suara Kurang saat Coblosan, KPU dan Bawaslu Tulungagung Beda Solusi

Simulasi pencoblosan yang digelar oleh KPU Kabupaten Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Simulasi pencoblosan yang digelar oleh KPU Kabupaten Tulungagung. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tulungagung menggelar simulasi jika terjadi kekurang surat suara saat hari coblosan Pemilu 2024. Namun, ternyata Bawaslu tidak sependapat dengan KPU Tulungagung terkait solusinya. 

Simulasi digelar di Desa Bendiljati Kulon, Kecamatan Sumbergempol. Pihak KPU dan Bawaslu setempat yang hadir berbeda sikap dalam kasus ini. Bawaslu menilai ada prosedur yang salah dalam simulasi tersebut.

Baca Juga: DP3APPKB Surabaya Perkuat Kepemimpinan Perempuan lewat Literasi Politik

Ketua Bawaslu Tulungagung Pungki Dwi Puspito menyoroti proses pencoblosan yang tetap dilakukan meski terdapat kekurangan surat suara.

Berdasarkan UU Pemilu seharusnya kebutuhan surat suara harus terpenuhi sebelum proses pencoblosan berlangsung. Jika terdapat kekurangan surat suara pihak KPPS segera berkoordinasi dengan PPS dan PPK. Setelah surat suara terpenuhi baru proses pencoblosan bisa dilakukan.

"Dalam simulasi tadi dari pengawas TPS sudah mengingatkan kepada KPPS terkait hal ini," ujarnya, Rabu (31/1/2024).

Hal berbeda diungkapkan oleh Ketua KPU Tulungagug, Susanah. Menurutnya proses pencoblosan masih bisa dilakukan dan tidak perlu menunggu kelengkapan surat suara. Nantinya yang perlu dilaporkan adalah jumlah surat suara yang ada di TPS sesuai dengan jumlah pemilih yang menggunakan hak pilihnya.

Baca Juga: KPU Tulungagung Kembalikan Rp8,3 M Sisa Anggaran Pilkada 2024

"Karena kita juga berpikir terkait waktu, jika harus menunggu jumlahnya sesuai waktu akan terbuang, prosesnya juga pasti molor," tuturnya.

Menyikapi perbedaan pendapat ini, KPU akan segera melakukan koordinasi dengan Bawaslu. Mereka akan duduk bersama menyikapi perbedaan pendapat ini.

Menurut Susanah dengan simulasi ini maka sejumlah kendala bisa diketahui. Salah satu tujuan simulasi ini adalah memastikan proses pencoblosan, penghitungan suara dan rekap berlangsung tanpa ada kendala.

Baca Juga: Penetapan Bupati - Wabup Tulungagung Terpilih, Ini Pesan bagi Pemimpin Baru

"Termasuk perbedaan pendapat ini, untuk itu kami akan segera lakukan koordinasi," pungkasnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.