Minggu, 07 Jun 2026 01:01 WIB

Pertumbuhan Pesat Kampung Inggris Pare, Kurikulum yang Beragam jadi Ciri Khas

Pelajar di Kampung Inggris Pare bersepeda usai kelas. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Pelajar di Kampung Inggris Pare bersepeda usai kelas. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kampung Inggris Pare tumbuh pesat sejak 1990. Hingga saat ini, berdiri ratusan lembaga kursus Bahasa Inggris dengan kurikulum yang beragam.

Kampung Inggris berada di Desa Tulungrejo dan Desa Pelem, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. Kawasan ini menjadi tujuan utama bagi mereka yang ingin memperdalam kemampuan berbahasa Inggris.

Baca Juga: Ponpes Al Falah Kediri Ditetapkan Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU

Cikal bakal Kampung Inggris Pare dimulai dari Mr. Kalend Osein yang mendirikan Basic English Course (BEC), pada 1976. Ini merupakan tempat kursus Bahasa Inggris pertama di Kampung Inggris Pare.

Dimulai saat Mr. Kalend memutuskan untuk berguru pada Kyai Yazid di Pondok Pesantren Darul Falah, Desa Singgahan.

Singkat cerita, dia menggantikan sang guru untuk mengajar dua mahasiswa dari IAIN Sunan Ampel Surabaya yang ingin mempersiapkan diri untuk mengikuti tes ujian Bahasa Inggris. Hasilnya, mahasiswa tersebut berhasil lolos.

Mr. Kalend pun dibanjiri oleh mahasiswa yang ingin belajar bahasa Inggris. Hingga pada 15 Juli 1977, Mr. Kalend resmi mendirikan Basic English Course (BEC).

Setelah berjuang sendiri, di tahun 1990 murid Mr Kalend mendirikan lembaga kursus untuk menampung banyaknya murid yang kemudian berkembang hingga saat ini.

Sekretaris Forum Kampung Bahasa, Agus Tri Winarso mengatakan, saat ini ada sekitar 160 lembaga kursus bahasa di sana. Bahasa Inggris paling besar, disusul Bahasa Arab, Mandarin, Jepang, Jerman dan Perancis.

Titik pesatnya saat media sosial mulai tumbuh di era 2010an. Saat itu, program pemerintah terkait rintisan sekolah bertaraf internasional juga turut mendorong perkembangan kawasan ini.

“Saya tahun 2006, pertama kali menginjakkan kaki di Kampung Inggris Pare, waktu itu posisi saya sebagai pelajar, cari ilmu juga. Waktu 2006, estimasi saja 30-40an (lembaga kursus) lah,” kata Agus, Senin (22/1/2024).

Baca Juga: Razia Gabungan di Lapas Kediri, Petugas Amankan Barang Terlarang

“Titik pesat Kampung Inggris itu era media sosial di tahun 2010, mulai naik. Facebook memang 2008 tapi 2010 itu baru naik. Kebetulan waktu itu pemerintah lagi menggalakkan RSBI, SBI macem-macem lah, itu salah satu yang membuat Pare boom,” tambahnya.

Kurikulum yang beragam, menurut Agus, menjadi letak keunikan Kampung Inggris Pare ini. Setiap lembaga memiliki metode pengajaran yang berbeda, praktek yang fun atau penggunaan English Area untuk membiasakan pelajar berbahasa Inggris.

“Kurikulum Kampung Inggris Pare ini berbeda dengan kurikulum dimana-mana, pure produk dari Kampung Inggris. Artinya, setiap lembaga memiliki keunikan tersendiri, memiliki kurikulum sendiri,” jelas Agus.

“Kalau saya pribadi, sebagai praktisi nggak setuju juga kalau kurikulumnya disamakan. Apa bedanya kita dengan yang lain, keunikan kita dicabut itu,” tegasnya.

Untuk program, secara umum, menurut Agus ada dua, basic english dan academic. Basic memang paling banyak diminati tapi belakangan, kata Agus, academic seperti TOEFL mulai meningkat permintaannya.

Baca Juga: Khofifah Komitmen Jatim Garda Terdepan Penguatan Industri Gula Nasional

“Kebutuhan orang Indonesia 70 persen masih di level basic, sisanya baru academic. Tapi dari tahun ke tahun, permintaannya mulai banyak,” bebernya.

Setiap bulannya, terutama di musim libur ribuan orang datang ke Kampung Inggris. Meski sempat menurun karena pandemi Covid 19, kini trennya mulai naik.

“Kalau musim liburan sebelum pandemi, estimasi saya sekitar 8.000-10.000 per bulan.
Ini trennya naik tapi kalau balik belum, saya posisikan ya 50 persen,” tandasnya.

 

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Peringati Hari Pers Nasional, PWI Tulungagung Siapkan Literasi Media

Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyampaikan apresiasi atas dedikasi insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.