Selasa, 23 Jun 2026 01:03 WIB

Siswa Keluarga Miskin Surabaya Jangan Beli Seragam di Tahun Ajaran Baru

  • Penulis : Haryo Agus
  • | Senin, 15 Jan 2024 11:42 WIB
Kepala Dispendik Kota Surabaya, Yusuf Masruh. (Foto: Humas Pemkot Surabaya)
Kepala Dispendik Kota Surabaya, Yusuf Masruh. (Foto: Humas Pemkot Surabaya)

jatimnow.com - Siswa dari keluarga miskin (Gamis) di Surabaya tidak perlu bingung membeli seragam saar tahun ajaran baru nanti. Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya segera menyiapkan seragam baru untuk mereka.

Rencananya, Pemkot Surabaya melalui Dispendik ini akan menyiapkan sekitar 20.000 seragam baru untuk pelajar SD-SMP dari Gamis dan pra-Gamis.

Baca Juga: RPH Tambak Osowilangun Surabaya Buka Peluang Jagal Baru

Kepala Dispendik Kota Surabaya, Yusuf Masruh mengatakan, saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, serta Perdagangan (Dinkopdag) untuk menyiapkan seragam baru di tahun ajaran 2023/2024 lebih awal.
Nantinya, seragam tersebut akan diproduksi oleh Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) binaan Pemkot Surabaya.

"Kami koordinasi dulu sama teman-teman Dinkopdag. Cuma memang kami menyiapkan lebih awal. Harapan kami nanti di tahun ajaran baru itu anak-anak yang gamis ini sudah menerima seragam,” kata Yusuf, dikutip dari siaran pers, Senin (15/1/2024).

Yusuf mengimbau kepada orang tua siswa yang berasal dari Gamis dan pra-Gamis agar tidak kebingungan soal seragam di tahun ajaran baru.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Ajak Alih ke Parkir Digital, Pembayaran Mudah dan Transparan

“Nanti, orang tua (siswa) ini nggak usah bingung, di tahun ajaran baru pakai seragam apa, ndak usah. Ini Pak Wali (Eri Cahyadi) kan sudah menyiapkan (seragam) untuk gamis dan pra gamis ya,” tegas Yusuf.

Yusuf menjelaskan, pengadaan seragam itu tidak lama lagi dilakukan. Ia berharap, pengadaan itu bisa berlangsung pada Februari 2024. Saat ini, Dispendik Surabaya sedang melakukan pendataan dan pengukuran seragam.

Diakui, pengukuran seragam sedikit menyita waktu, karena dilakukan secara bertahap dan mendahulukan siswa yang lama. Contohnya, Dispendik akan mendahulukan pengukuran seragam kepada siswa yang sebelumnya duduk di kelas 2 SD ke kelas 3 SD dan kelas 7 SMP ke kelas 8 SMP.

Baca Juga: Parade Fashion hingga Drum Band, SFF 2026 Siap Hebohkan Surabaya

Setelah siswa yang lama selesai melakukan pengukuran, berlanjut ke tahap pengukuran seragam untuk siswa baru dari TK B ke kelas 1 SD, dan kelas 6 SD ke kelas 7 SMP.
"Bertahap, kita dahulukan untuk anak-anak yang lama dahulu. Nanti mendekati Juni, itu nanti (pengukuran) untuk yang kelas kelas 7 SMP dan kelas 1 SD," pungkasnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.