Rabu, 22 Jul 2026 08:32 WIB

BPN Kota Kediri Bayar 8 Bidang Terdampak Tol Kediri-Tulungagung

Proses pembayaran UGK bidang lahan proyek tol Kediri-Tulungagung. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Proses pembayaran UGK bidang lahan proyek tol Kediri-Tulungagung. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)

jatimnow.com - Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Kediri kembali melakukan pembayaran atas bidang lahan pembebasan proyek tol Kediri-Tulungagung milik sejumlah warga.

Adapun pembayaran dilakukan sebanyak 8 bidang lahan dari tiga Kelurahan terdampak dengan nilai Rp12,6 miliar.

Baca Juga: PBNU Kirim Tim Survey Lokasi Muktamar ke Ponpes Lirboyo Kediri, Ini Hasilnya

"Rinciannya, 6 bidang lahan di Kelurahan Gayam, 1 bidang lahan di Kelurahan Mojoroto, dan 1 bidang Kelurahan Semampir, dengan nilai total Rp12,6 miliar," kata Kasi Pengadaan Tanah dan Pengembangan, Tutur Pamuji, Kamis (11/1/2024).

Sebelumnya, lanjut Tutur, BPN Kota Kediri sudah melakukan pembayaran kepada sebanyak 197 bidang lahan pembebasan tol Kediri-Tulungagung. Jumlah tersebut mencakup dua kecamatan, yakni Mojoroto dan Kota. Total Uang Ganti Kerugian (UGK) mencapai Rp262 miliar.

"Jadi ditambahkan pembayaran UGK ini, menjadi Rp275,5 miliar," jelasnya.

Dia merinci di awal 2024 ini, progres pembebasan tanah tol Kediri-Tulungagung untuk tahap pertama telah mencapai 15,3 persen.

Meski demikian, menurut Tutur ada beberapa kendala dalam proses pembebasan lahan untuk pembangunan proyek tol Kediri-Tulungagung ini. Sejumlah warga masih belum puas atas UGK yang ditetapkan oleh KJPP.

Baca Juga: Dukung UMKM Go Global, BI Kediri Gelar Karya Kreatif Mataraman x DIGIMAFest

"Kendala seperti umumnya pengadaan tanah, warga itu rata-rata tidak puas dengan nilai yang diajukan oleh Tim KJPP, karena mereka ini kan independen, kami dari BPN dan TPT tidak bisa mengintervensi harga yang sudah ditetapkan KJPP,” jelasnya.

“Untuk warga yang keberatan dengan nilai ada mekanismenya sendiri. Entah mereka mengajukan gugatan atau kita yang melakukan penitipan di pengadilan (konsinyasi) tapi itu bisa dilakukan setelah musyawarah ketiga,” tambahnya.

Sambil melanjutkan tahap pertama, pihaknya juga akan melanjutkan proses pembebasan tanah tahap kedua. Pengosongan atau pembongkaran bangunan terdampak di Kelurahan Semampir juga terus berlangsung. Soal kapan dimulainya pembangunan jalan tol, belum ada kepastian.

Baca Juga: Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Sementara itu, Rahmat, warga asal Kelurahan Gayam, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, mengaku cukup senang atas UGK pembebasan lahan tol Kediri-Tulungagung ini.

Ia menerima UGK senilai Rp1,7 miliar dari lahan dan bangunan seluas 244 meter persegi.

“Satu meternya Rp2,2 juta," katanya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.