Minggu, 07 Jun 2026 01:17 WIB

Lukisan Tanpa Kuas Karya Seniman Sidoarjo Hadirkan Suasana Jelang Pemilu

Didi Dyan (baju kotak) saat memamerkan lukisan Telenging Ati. (Foto: Dok. Didi Dyan for jatimnow.com).
Didi Dyan (baju kotak) saat memamerkan lukisan Telenging Ati. (Foto: Dok. Didi Dyan for jatimnow.com).

jatimnow.com - Keriuhan jelang Pemilu 2024 tidak hanya dirasakan oleh para politisi, namun juga masyarakat umum. Termasuk juga para seniman.

Seperti yang dilakukan salah satu seniman kota Sidoarjo, Didi Dyan. Dengan permainan jemarinya di atas kanvas, ia menggambarkan suasana jelang Pemilu 2024.

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

Didi Dyan menjelaskan, pada lukisan berjudul Telenging Ati, jika dikaitkan dengan Pemilu 2024, mempunyai makna keberagaman, yang diharapkan bermuara pada rasa cinta kasih, damai dan rukun dalam segala perbedaan apapun hasilnya nanti.

"Sebagai negara demokrasi, Indonesia adalah negara yang open mainded, negara yang terbuka, dengan adanya medsos dan kemajuan teknologi, masyarakat kita sudah sangat pintar dan cerdas dalam segala hal, termasuk menghadapi realita dan kampanye," papar menjelaskan pesan dalam lukisan acrylic yang dibuat tanpa kuas, namun dengan permainan telapak tangan dan jemari kanannya, Selasa (9/1/2024).

Baca Juga: Inspirasi Schools Bangun Pembelajaran Global Berbasis Karakter

Didi mengaku mengerjakan lukisan dengan konsep minimalis abstrak modern ini dalam waktu sehari semalam, dengan finishing selama tiga hari.

"Lukisan Telenging Ati itu sifatnya tegas, lugas, kuat, semangat, bersahaja, tidak mudah menyerah dan sesuai kata hati. Warna-warna terang dengan tambahan sedikit komposisi warna lengkap. Sederhana tapi penuh makna, adalah gambaran bahwa kita harus damai, tenang, jujur, berpikir logis dan menyakini bahwa kebenaran diatas segalanya," ujarnya.

Baca Juga: Dewan Kesenian Surabaya Laporkan Dugaan Hilangnya Aset Budaya ke Polisi

Lebih lanjut, Didi menceritakan detail gambar yang tertuang dalam lukisan Telenging Ati. Pada gambaran sekilas seperti sebuah kastil dan menara, ada pangeran membawa pedang, adalah kumpulan dari berbagai macam warna seperti itulah kehidupan.

"Ada berbagai golongan, agama dan keyakinan, berbagai adat serta budaya, suku bahasa dan lain sebagainya, namun kita tetap satu Indonesia," pungkas anggota Ikatan Pelukis Indonesia (IPI) ini.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Peringati Hari Pers Nasional, PWI Tulungagung Siapkan Literasi Media

Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyampaikan apresiasi atas dedikasi insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.