Sabtu, 06 Jun 2026 15:42 WIB

KPAI di Lamongan Desak Pemenuhan Rehabilitas Psikologis Korban Kekerasan Seksual

Anggota KPAI Margaret Aliyatul Maimunah ketika berkunjung ke Lamongan saat menjawab isu kekerasan pada anak. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Anggota KPAI Margaret Aliyatul Maimunah ketika berkunjung ke Lamongan saat menjawab isu kekerasan pada anak. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendorong pemenuhan hak pendampingan atau rehabilitasi psikologis bagi korban kekerasan seksual maupun fisik.

Hal itu diutarakan anggota KPAI Margaret Aliyatul Maimunah saat berkunjung ke Lamongan. Pasalnya, katanya, kasus ini bisa kembali terjadi bila tidak dilakukan pendampingan psikologis. Bahkan korban juga bisa menjadi pelaku suatu saat nanti bila tanpa pendampingan.

Baca Juga: Mahasiswa UNU Blitar Gelar Aksi, Minta Dosen Pelaku Kekerasan Seksual Dipecat

Menurut wanita yang juga Ketua Umum Fatayat NU ini, kasus tersebut tidak hanya menyasar pada anak perempuan tapi juga anak laki-laki sebagai korbannya.

"Kasus ini banyak sekali terjadi di semua lini, baik di rumah, sekolah dan pondok pesantren (Ponpes). Kenyataannya korbannya saat ini tidak hanya anak perempuan tapi juga laki-laki," kata Margaret, Senin (8/1/2024).

Margaret mengungkapkan, apabila dahulu anak laki-laki aman, sedangkan anak perempuan yang harus dilindungi lebih terkait dengan kekerasan seksual.

"Namun saat ini tidak ada bedanya anak laki-laki pun juga mesti kita lindungi. Karena hari ini banyak pedofilia yang juga menyasar tidak hanya anak perempuan tapi juga anak laki-laki," ujarnya.

Baca Juga: Polres Malang Ungkap Pencabulan Berkedok Pengobatan Alternatif di Gedangan

Fenomena kekerasan seksual, menurutnya, banyak sekali penyebabnya diantaranya karena pornografi dan sistem yang tidak kuat.

"Jadi penyebabnya tidak bisa terus digeneralisasikan karena tergantung pada situasi di masing-masing kekerasan itu terjadi," tuturnya.

Agar pelaku tidak lagi mengulangi kembali perbuatannya, Margaret berharap, korban dan pelaku harus mendapatkan pendampingan psikologis.

Baca Juga: Polda Jatim Limpahkan Berkas Oknum Lora Tersangka Pencabulan Santri di Bangkalan

"Artinya tidak pelaku yang harus mendapatkan rehabilitasi psikologis tapi juga si korban. Karena bisa jadi korban bisa menjadi pelaku suatu saat nanti bila tanpa pendampingan," tutur Margaret, anggota KPAI.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.