Minggu, 07 Jun 2026 04:37 WIB

Proses Pencarian Pelajar Tenggelam di Tulungagung Terkendala Ini

Tim SAR Gabungan saat melakukan proses pencarian. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Tim SAR Gabungan saat melakukan proses pencarian. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Proses pencarian terhadap R (15), pelajar yang dilaporkan tenggelam di kawasan Kedung Muko, Desa/Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung masih berlangsung. Tim SAR Gabungan terus melakukan upaya pencarian di lokasi kejadian.

Dua penyelam dikerahkan untuk mencari keberadaan korban. Jarak pandang di dalam kedung yang sangat terbatas menjadi salah satu kendala dalam proses pencarian ini.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Kapolsek Besuki, AKP Muhammad Samsun mengatakan, dari hasil keterangan saksi, diduga kuat korban terpeleset saat bermain air di tepi kedung. Tebalnya lumut membuat batuan di tepi kedung licin. Korban juga diduga tidak bisa berenang sehingga saat terpeleset tenggelam.

"Saksi sudah berusaha memberi pertolongan dengan memberikan tongkat ke korban, tapi korban semakin ke tengah kedung dan tenggelam," ujarnya, Selasa (26/12/2023).

Sementara itu, Ketua Tim Basarnas Trenggalek, Dyan Susetyo menjelaskan, pihaknya sudah melakukan penyelaman ke dalam kedung. Kedalaman kedung diketahui mencapai 9 meter.

Dari hasil penyelaman ini, mereka belum dapat memastikan keberadaan korban. Hal ini dikarenakan jarak pandang di dalam air sangat terbatas. Selain itu, banyak goa-goa kecil di dasar kedung.

Baca Juga: Dear Prabowo, Produsen Tahu di Tulungagung Resah Karena Harga Kedelai Naik

"Di dalam air tidak bisa melihat, jarak pandang terbatas meski sudah dibantu senter, banyak goa-goa kecil juga," jelasnya.

Pihak Basarnas sendiri berencana akan mengurangi debit air di dalam kedung dengan menggunakan mesin pompa air. Tujuannya, untuk memudahkan dan membantu proses pencarian. Mereka masih berkoordinasi dengan lintas instansi dan masyarakat untuk meminjam pompa air.

"Kita akan mencoba mengurangi debit air di dalam kedung agar bisa memudahkan proses pencarian korban," pungkasnya.

Baca Juga: Dua Pendaki Ilegal Semeru Berhasil Dievakuasi, Satu Masih Terjebak di Jurang

Sebelumnya, R (15) dilaporkan tenggelam di Kedung Muko kemarin sore. Pelajar asal Desa Ngentrong, Kecamatan Campurdarat ini datang ke lokasi bersama temannya. Setelah berfoto selfi, korban mengajak saksi untuk berenang. Namun diduga kuat korban terpeleset dan tidak bisa berenang sehingga tenggelam ke dasar kedung. Saksi lalu berusaha minta tolong dan melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib.

 

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Peringati Hari Pers Nasional, PWI Tulungagung Siapkan Literasi Media

Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyampaikan apresiasi atas dedikasi insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Kerja Sama Sister City Jember-Jinhua Tuai Pujian Akademisi UB

Jember tidak lagi dipandang sekedar daerah rural yang identik dengan komoditas tembakau atau pusat edukasi regional. Namun, telah bertransformasi menjadi magnet investasi baru.