Minggu, 07 Jun 2026 00:47 WIB

Narasi Kekuasaan Dinasti Bulldog dalam pentas Teater Api Indonesia

  • Penulis :
  • | Kamis, 23 Nov 2023 13:29 WIB
Pertunjukkan Dinati Bulldog oleh Teater Api. (Foto: Sahlul Fahmi/jatimnow.com)
Pertunjukkan Dinati Bulldog oleh Teater Api. (Foto: Sahlul Fahmi/jatimnow.com)

jatimnow.com - Dinasti tidak akan pernah mati karena runtuhnya abad kerajaan - kerajaan. Dia akan bermetamorfosis dan mewujud menjadi dinasti - dinasti baru pada industri - industri kapitalis, praktik - praktik kekuasaan negara dengan pemerintahannya yang konspiratif dan bar - bar.

Ini adalah potongan narasi dari pentas Teater Api Indonesia yang berjudul Dinasti Bulldog, digelar di Gedung Cak Durasim, Taman Budaya Jawa Timur, Jalan Gentengkali Surabaya pada Rabu (22/11/2023).

Baca Juga: PGN Salurkan Gas ke BMI Lamongan, Biaya Produksi Mulai Turun

Melalui instrumen batang-batang lidi, Dinasti Bulldog mengungkap masalah runtuhnya era kerajaan kelompok keluarga kerajaan yang berkuasa tunggal, berganti menjadi parlementer.

Namun di era industrialisasi dengan ekonomi kapitalisme melahirkan dinasti-dinasti baru yang melakukan penguasaan di bidang politik maupun ekonomi negara. Hingga saat ini.

Sutradara Teater Api Indonesia, Luhur Kayungga, menegaskan tidak mengarahkan penonton pada wacana politik dinasti.

"Kami tidak ingin memasuki arus besar politik, namun saat kami mengkaji ulang naskah Mesin Hamlet karya Heiner Muller, yang mengungkap runtuhnya era monarkhi atau kerajaan, hingga beralih ke era industrialisasi, dan persoalan-persoalan yang muncul kemudian, memunculkan pemikiran bahwa persoalan dinasti ini menjadi persoalan yang abadi," ucap Luhur, Rabu (22/11/2023).

"Namun ini bermetamorfosis menjadi bentuk-bentuk lain dalam dunia industri dan juga penyelenggaraan negara, meskipun dalam bentuk negara yang republik atau demokratis sekalipun," tambahnya.

Baca Juga: MTN Lab: Residensi Gresik, Wadah Kolaborasi Talenta Seni Budaya Indonesia

Dalam konteks negeri ini pun tak berbeda, tambah Luhur, bagaimana mewacanakan terkait dinasti ini. Seberapa besar persoalan dinasti ini benar-benar menjadi persoalan di negeri ini, dengan kerusakan-kerusakan yang terjadi dalam demokrasi dan kemasyarakatan, menjadi pertanyaan yang perlu untuk dijawab masyarakat itu sendiri.

Sementara Ketua Teater Api Indonesia, M. Soleh, mengatakan, pentas Dinasti Bulldog ini adalah pentas pertama di usia Teater Api Indonesia ke 30.

"Teater Api indonesia sudah melewati usia 30 tahun. Kami berproses, berdiskusi, berlatih, bersinggungan dengan banyak wacana, menggelar puluhan pertunjukkan. Dan sekarang kami disini untuk kembali menampilkan pertunjukkan teater di Cak Durasim," ucap Soleh.

Di usia 30 tahun ini, teater yang lahir di Surabaya ini menemukan diri dalam konsep Teater Tubuh, yang menitikberatkan laku teater dalam bentuk eksplorasi tubuh.

Baca Juga: SIG Belanja Produk Lokal untuk Perusahaan Capai Rp23 Triliun di 2024

"Dalam konsep ini, kami kembali kepada tubuh. beriteraksi dengan alam, menyikapi semua persoalan, hingga mencipta sebuah gagasan, kami berangkat dari tubuh dan kembali ke tubuh," tuturnya.

Salah satu kebiasaan yang juga masih dilakukan adalah melakukan pentas keliling. Selama perjalanan 30 tahun ini, Soleh mengungkapkan, Teater Api sudah pernah menggelar pentas teater di berbagai kota, mulai Solo, Bandung, Makassar, Palu, Bali, Mataram.

"Akhir bulan November ini, setelah pentas di Cak Durasim Surabaya, kami akan menggelar pertunjukan di Geoks Arts Space Bali," pungkas Soleh.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Peringati Hari Pers Nasional, PWI Tulungagung Siapkan Literasi Media

Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyampaikan apresiasi atas dedikasi insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.