Selasa, 23 Jun 2026 04:35 WIB

Bencana Kekeringan di Bojonegoro Meluas, 68 Desa di 19 Kecamatan Terdampak

Potret kekeringan di Kecamatan Sukosewu, sejumlah warga saat berebut droping air bersih (Alim for Jatimnow.com)
Potret kekeringan di Kecamatan Sukosewu, sejumlah warga saat berebut droping air bersih (Alim for Jatimnow.com)

jatimnow.com - Bencana kekeringan di Kabupaten Bojonegoro kian meluas, data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kini bertambah menjadi 68 desa yang tersebar di 19 kecamatan.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Bojonegoro, Ardhian Orianto mengatakan permintaan distribusi air bersih mengalami peningkatan per 8 Oktober 2023. Artinya desa terdampak kekeringan jumlahnya bertambah.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

"Jumlah desa yang mengalami krisis air bersih bertambah, bisa kita lihat dari meningkatnya permintaan distribusi air bersih, data terakhir ada 68 desa di 19 kecamatan yang meminta untuk air bersih," kata Ardian, Selasa (10/10/2023).

Hingga saat ini, lanjut Ardian pihaknya terus melakukan penyaluran air bersih untuk masyarakat terdampak kemarau. Ia menyebut volume droping air bersih juga ditambah, dari sebelumnya sekitar 48 sampai 52 tangki perhari, ditambah menjadi 65 hingga 75 tangki air bersih perharinya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Akhir Pekan Ini: Cerah

Sampai saat ini total 1.429 tangki air bersih dengan kapasitas 4 ribu liter tiap tangki telah disalurkan BPBD Bojonegoro ke desa-desa yang mengalami kekeringan, jika ditotal sebanyak 5.716.000 liter air bersih telah diterima warga.

"Penambahan volume suplai air bersih untuk wilayah terdampak sudah kami lakukan, Hampir setiap hari petugas melakukan droping air bersih, hal itu semoga bisa membantu masyarakat yang sampai saat ini masih mengalami kekurangan air akibat musim kemarau panjang ini," tutupnya.

Baca Juga: BPBD Kabupaten Probolinggo Salurkan 6.000 Liter Air Bersih untuk Warga Tegalwatu

Sementara itu, Kepala Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Tuban, Zem Irianto Padma menyatakan, musim kemarau diperkirakan mulai berangsur reda di bulan November 2023 nanti.

"Kemarau kira-kira agak reda di November nanti, ditandai masuknya awal musim penghujan," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.