Selasa, 23 Jun 2026 09:20 WIB

Di depan Ratusan Kepala Sekolah, Gus Yani Kampanyekan Sekolah Ramah Anak

Suasana acara 'Ngobrol Asik Pendidikan' di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Gresik (Foto: Sahlul Fahmi/jatimnow.com)
Suasana acara 'Ngobrol Asik Pendidikan' di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Gresik (Foto: Sahlul Fahmi/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kasus kekerasan terhadap anak menimbulkan banyak keprihatinan bagi masyarakat. Menyikapi hal ini, Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Gresik Fandi Akhmad Yani dan Aminatun Habibah terus berupaya mengkampanyekan sekolah ramah anak.

Kasus kekerasan pada anak di lingkungan sekolah menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Gresik. Hal itu dilakukan karena anak merupakan generasi penerus bangsa. Karena itulah anak harus memperoleh perlakuan yang baik dan dilindungi hukum sesuai diatur dalam Undang-undang RI nomor 35 tahun 2014 perubahan atas Undang-undang RI nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Baca Juga: Bupati Gresik Minta Penyedia Jasa Jaga Intregitas, Bebas Korupsi dan Gratifikasi

"Perlindungan anak adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi anak dan hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi secara optimal. Serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi," kata Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, Senin (25/09) saat menghadiri kegiatan 'Ngobrol Asik Pendidikan' yang berlangsung di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik.

Adanya fenomena kekerasan anak, baik yang dilakukan oleh oknum guru ataupun teman sebayanya, menimbulkan dampak yang buruk. Terutama berdampak pada psikologis seorang anak.

"Tentunya, kekerasan menimbulkan trauma pada anak, misalnya menolak pergi ke sekolah," kata Gus Yani, panggilan akrab Fandi Akhmad Yani.

Oleh karena itu, fenomena seperti ini perlu menjadi perhatian serius dan menjadi PR yang harus ditangani secara serius.

"Tiga hal yang menjadi perhatian, yakni stop bullying, stop kejahatan seksual dan stop intoleran terhadap anak," pungkas Gus Yani.

Menurut Gus Yani, tiga persoalan itu harus tuntas.

Baca Juga: Bupati Yani Berangkatkan Jemaah Haji Gresik, Bekali Paket Obat dan Vitamin

"Formulasinya adalah dengan cara menambah daya kapasitas kita sebagai seorang guru atau tenaga pendidik yang profesional. Utamakan profesionalitas," katanya.

Maka, lanjut Gus Yani, perlu tumbuhnya ketegasan yang terukur dari seorang pendidik kepada muridnya. Hal ini juga harus diimbangi dengan kesadaran kita sebagai orang tua.

"Kita sebagai orang tua juga memiliki peran yang sama, yakni fungsi kontrol terhadap kepribadian anak. Saya tekankan, bahwa sekolah bukanlah tempat penitipan anak. Namun sekolah adalah tempat menimba ilmu. Jadi semua harus bersinergi, sebab pengembangan karakter anak di rumah juga sangat penting. Jangan sampai ada lagi kekerasan, baik itu berupa kekerasan fisik ataupun kekerasan verbal," tegasnya.

Di tempat yang sama, Wakil Bupati Gresik Hj. Aminatun Habibah (Bu Min) juga memberikan warning bahwa jangan ada lagi kejadian kekerasan pada anak.

Baca Juga: Bupati Gresik Serahkan 3 Mobil CSR Bank Jatim untuk Ponpes dan GP Ansor Bawean

Menurutnya, dengan adanya kasus kekerasan di lingkungan sekolah, sama halnya dengan menodai lembaga pendidikan yang mestinya menjadi tempat untuk belajar yang nyaman.

Bu Min juga mengatakan, sekolah perlu menciptakan kultur yang aman, nyaman dan sehat. Sehingga, siswa bisa berinteraksi dengan baik dengan teman-temannya.

Selain itu, sekolah perlu memberikan sanksi tegas kepada anak yang melakukan bullying. Sehingga, pelaku merasa jera dan tidak melakukan tindakan bullying kembali kepada temannya.

"Peran guru dan orang tua perlu untuk mengajarkan siswa/anak untuk menyelesaikan masalah dengan pendekatan musyawarah bersama, bukan dengan kekerasan dan main hakim sendiri," pungkas Bu Min.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.