Rabu, 22 Jul 2026 13:36 WIB

Tertinggi, Harga Gabah Kering Ponorogo Tembus Rp7.000 per Kg

Kepala Bulog Ponorogo, Aan Sugiarto. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Kepala Bulog Ponorogo, Aan Sugiarto. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Bulog Ponorogo menghadapi tantangan serius dalam menyerap gabah kering panen (HKG) dari petani setempat.

Kepala Bulog Ponorogo, Aan Sugiarto, menyebutkan bahwa harga gabah kering panen mencapai Rp7.000 per kilogram di bumi Reog.

Baca Juga: Antisipasi Harga Gabah Anjlok, DPRD Jember Minta Sekda Koordinasi dengan Bulog

Hal ini mengakibatkan kesulitan bagi Bulog untuk menyerap pasokan gabah dengan harga tersebut. Aan Sugiarto mengungkapkan bahwa harga gabah mencapai puncak tertingginya selama ia menjabat sebagai kepala Bulog Ponorogo.

“Ini adalah harga gabah paling tinggi selama saya jadi Kepala Bulog Ponorogo,” terang Aan Sugiarto kepada jatimnow.com, Senin (28/8/2023).

Dia mengklaim harga gabah itu melampaui Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Sehingga Bulog kesulitan membeli gabah kering panen dari petani. Harga tinggi ini berkaitan dengan kurangnya pasokan gabah akibat berkurangnya panen di Ponorogo sejak bulan Agustus.

“HPP untuk beras adalah Rp9.950 per kilogram, sedangkan harga gabah kering panen seharusnya adalah Rp5.100 per kilogram,” kata Aan.

Baca Juga: Bulog Tulungagung Pastikan Harga Beras Stabil Jelang Nataru

Kondisi ini, kata dia, membuat petani lebih cenderung menjual gabah mereka ke pihak swasta daripada ke Bulog. Lantaran di swasta mereka bisa mendapatkan keuntungan lebih besar. Meskipun demikian, Aan Sugiarto menyatakan bahwa Bulog dapat membeli gabah di atas HPP jika ada kebijakan fleksibilitas dari pemerintah pusat.

“ Namun, sampai saat ini belum ada perintah untuk menerapkan kebijakan semacam itu,” tegasnya.

Dia memhaku Bulog Ponorogo sebenarnya telah melakukan upaya antisipatif dengan melakukan penyerapan optimal selama periode panen raya dari bulan Maret hingga Juli, berdasarkan informasi adanya fenomena El Nino pada awal tahun.

Baca Juga: Pastikan Ketersediaan Beras Jelang Nataru, Pemkot Kediri Gelar Sidak

Meskipun Bulog Ponorogo mengalami kesulitan dalam menyerap pasokan saat ini, stok penyerapan selama panen raya dianggap cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga akhir tahun.

“Bulog Ponorogo mengawasi ketiga kabupaten di wilayahnya, yaitu Ponorogo, Magetan, dan Pacitan, kami pastikan ketersediaan beras yang cukup dalam waktu yang akan datang,” pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.