Rabu, 22 Jul 2026 12:30 WIB

Langkah Mas Dhito Berhasil, Ratusan Peternak di Kediri Beralih Elpiji Non Subsidi

Peternak ayam di Kediri gunakan elpiji non subsidi. (Foto : Humas Pemkab Kediri/jatimnow.com)
Peternak ayam di Kediri gunakan elpiji non subsidi. (Foto : Humas Pemkab Kediri/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ratusan peternak ayam di Kabupaten Kediri yang sebelumnya menggunakan elpiji tabung melon kini mulai beralih ke penggunaan elpiji non subsidi.

Kesediaan dan komitmen peternak beralih ke penggunaan elpiji non subsidi itu menyusul langkah strategis yang diambil Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana dalam menangani penggunaan elpiji bersubsidi di sektor peternakan ayam.

Baca Juga: PBNU Kirim Tim Survey Lokasi Muktamar ke Ponpes Lirboyo Kediri, Ini Hasilnya

Untuk mendorong peternak agar beralih ke penggunaan elpiji non subsidi, Mas Dhito, berkolaborasi dengan Pertamina, Hiswana Migas dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kabupaten Kediri.

Langkah yang diambil, yakni para peternak ayam potong di Kabupaten Kediri dipinjami tabung non subsidi agar tidak terlalu terbebani di masa peralihan. Adapun harga elpiji non subsidi Pertamina memberikan harga paling rendah sekitar Rp16.700/kg.

Sebagaimana arahan Mas Dhito, pendistribusian tabung elpiji non subsidi kepada peternak ayam di Kabupaten Kediri ini dimulai pada Minggu (13/8/2023) sore di Desa Joho, Kecamatan Wates.

"Alhamdulilah sudah mulai terealisasi, khususnya bagi peternak yang besuk kebetulan ada check in DOC," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih, Senin (14/8/2023).

Melalui upaya tersebut, lanjut Tutik, Mas Dhito berharap, para peternak yang sebelumnya masih menggunakan elpiji bersubsidi mau beralih ke non subsidi.

Hal ini sebagaimana Surat Edaran Dirjen Migas No. B-2461/MG.05/DJM/2022 dimana sektor peternakan menjadi salah satu yang tidak diperbolehkan menggunakan elpiji subsidi.

Sebagaimana diketahui, para peternak ayam menggunakan elpiji sebagai pemanas DOC atau anakan ayam selama 14 hari di awal pemeliharaan. Sejauh ini, dari sekitar 230 peternak ayam yang terdata di DKPP Kabupaten Kediri, sudah ada 160 peternak yang berada di 11 kecamatan mengajukan untuk beralih ke elpiji non subsidi.

Baca Juga: Dukung UMKM Go Global, BI Kediri Gelar Karya Kreatif Mataraman x DIGIMAFest

"Ini patut kami apresiasi teman-teman peternak broiler yang kemarin telah mengajukan (peminjaman tabung) dan ini akan terus kami tindaklanjuti," ungkapnya.

Bagi peternak yang nantinya akan menukarkan tabung melon ke non subsidi menurut Tutik tetap akan dilayani. Adanya kolaborasi itu, pendistribusian elpiji non subsidi akan dilakukan langsung ke peternak.

Sementara itu, Kepala Kadin Kabupaten Kediri, David Tompo Wahyudi menyebut ketersediaan peternak di Kabupaten Kediri untuk mau beralih ke elpiji non subsidi patut diapresiasi.

"Yang menyatakan bersedia beralih dari elpiji subsidi ke non subsidi baru di Kabupaten Kediri (untuk Jawa Timur), ini pionernya bisa untuk percontohan dan akan kita laporkan ke provinsi," tuturnya.

Untuk peminjaman tabung elpiji non subsidi itu, David mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyediakan 3.200 tabung. Melalui peminjaman tabung itu, diharapkan peternak tidak merasa terbebani.

Baca Juga: Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Disisi lain, melalui kolaborasi yang dilakukan antara Pemerintah Kabupaten Kediri bersama Kadin, Hiswana Migas dan Pertamina itu diharapkan tidak lagi terjadi kelangkaan elpiji subsidi di masyarakat.

Sementara itu, Ali Mustofa, salah satu peternak ayam yang bersedia beralih ke elpiji non subsidi mengaku terbantu dengan kebijakan peminjaman tabung tersebut. Sebagai peternak, dia menyadari penggunaan elpiji subsidi dilarang.

"Peraturannya kan sudah berubah (dilarang) jadi supaya lebih aman mengikuti aturan yang ada," akunya.

Ali mengaku dirinya memelihara ayam dengan total kapasitas 5000 ekor. Berdasarkan yang telah dijalankan untuk penggunaan elpiji subsidi satu periode pemeliharaan, setidaknya dibutuhkan 60 tabung.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.