Sabtu, 06 Jun 2026 11:22 WIB

Langkah Mas Dhito Berhasil, Ratusan Peternak di Kediri Beralih Elpiji Non Subsidi

Peternak ayam di Kediri gunakan elpiji non subsidi. (Foto : Humas Pemkab Kediri/jatimnow.com)
Peternak ayam di Kediri gunakan elpiji non subsidi. (Foto : Humas Pemkab Kediri/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ratusan peternak ayam di Kabupaten Kediri yang sebelumnya menggunakan elpiji tabung melon kini mulai beralih ke penggunaan elpiji non subsidi.

Kesediaan dan komitmen peternak beralih ke penggunaan elpiji non subsidi itu menyusul langkah strategis yang diambil Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana dalam menangani penggunaan elpiji bersubsidi di sektor peternakan ayam.

Baca Juga: Razia Gabungan di Lapas Kediri, Petugas Amankan Barang Terlarang

Untuk mendorong peternak agar beralih ke penggunaan elpiji non subsidi, Mas Dhito, berkolaborasi dengan Pertamina, Hiswana Migas dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Kabupaten Kediri.

Langkah yang diambil, yakni para peternak ayam potong di Kabupaten Kediri dipinjami tabung non subsidi agar tidak terlalu terbebani di masa peralihan. Adapun harga elpiji non subsidi Pertamina memberikan harga paling rendah sekitar Rp16.700/kg.

Sebagaimana arahan Mas Dhito, pendistribusian tabung elpiji non subsidi kepada peternak ayam di Kabupaten Kediri ini dimulai pada Minggu (13/8/2023) sore di Desa Joho, Kecamatan Wates.

"Alhamdulilah sudah mulai terealisasi, khususnya bagi peternak yang besuk kebetulan ada check in DOC," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih, Senin (14/8/2023).

Melalui upaya tersebut, lanjut Tutik, Mas Dhito berharap, para peternak yang sebelumnya masih menggunakan elpiji bersubsidi mau beralih ke non subsidi.

Hal ini sebagaimana Surat Edaran Dirjen Migas No. B-2461/MG.05/DJM/2022 dimana sektor peternakan menjadi salah satu yang tidak diperbolehkan menggunakan elpiji subsidi.

Sebagaimana diketahui, para peternak ayam menggunakan elpiji sebagai pemanas DOC atau anakan ayam selama 14 hari di awal pemeliharaan. Sejauh ini, dari sekitar 230 peternak ayam yang terdata di DKPP Kabupaten Kediri, sudah ada 160 peternak yang berada di 11 kecamatan mengajukan untuk beralih ke elpiji non subsidi.

Baca Juga: Khofifah Komitmen Jatim Garda Terdepan Penguatan Industri Gula Nasional

"Ini patut kami apresiasi teman-teman peternak broiler yang kemarin telah mengajukan (peminjaman tabung) dan ini akan terus kami tindaklanjuti," ungkapnya.

Bagi peternak yang nantinya akan menukarkan tabung melon ke non subsidi menurut Tutik tetap akan dilayani. Adanya kolaborasi itu, pendistribusian elpiji non subsidi akan dilakukan langsung ke peternak.

Sementara itu, Kepala Kadin Kabupaten Kediri, David Tompo Wahyudi menyebut ketersediaan peternak di Kabupaten Kediri untuk mau beralih ke elpiji non subsidi patut diapresiasi.

"Yang menyatakan bersedia beralih dari elpiji subsidi ke non subsidi baru di Kabupaten Kediri (untuk Jawa Timur), ini pionernya bisa untuk percontohan dan akan kita laporkan ke provinsi," tuturnya.

Untuk peminjaman tabung elpiji non subsidi itu, David mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyediakan 3.200 tabung. Melalui peminjaman tabung itu, diharapkan peternak tidak merasa terbebani.

Baca Juga: Tingkatkan Produktivitas Ayam Broiler di Pacitan, Alumni UGM Beri Pendampingan

Disisi lain, melalui kolaborasi yang dilakukan antara Pemerintah Kabupaten Kediri bersama Kadin, Hiswana Migas dan Pertamina itu diharapkan tidak lagi terjadi kelangkaan elpiji subsidi di masyarakat.

Sementara itu, Ali Mustofa, salah satu peternak ayam yang bersedia beralih ke elpiji non subsidi mengaku terbantu dengan kebijakan peminjaman tabung tersebut. Sebagai peternak, dia menyadari penggunaan elpiji subsidi dilarang.

"Peraturannya kan sudah berubah (dilarang) jadi supaya lebih aman mengikuti aturan yang ada," akunya.

Ali mengaku dirinya memelihara ayam dengan total kapasitas 5000 ekor. Berdasarkan yang telah dijalankan untuk penggunaan elpiji subsidi satu periode pemeliharaan, setidaknya dibutuhkan 60 tabung.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.