Sabtu, 06 Jun 2026 21:26 WIB

Panen Raya Tembakau di Ponorogo, Berkah Kemarau Panjang

Warga Desa Tatung, Balong, Ponorogo menjemur tembakau. (Foto: Ahmad Fauzi/jatimnow.com)
Warga Desa Tatung, Balong, Ponorogo menjemur tembakau. (Foto: Ahmad Fauzi/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kemarau panjang tahun ini di Desa Tatung, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, menjadi berkah bagi para petani tembakau. Setelah musim hujan yang melanda pada tahun 2022, mereka kini merasakan kebahagiaan dengan panen raya yang melimpah.

Tidak hanya para petani, hampir semua halaman rumah warga di Desa Tatung dipenuhi dengan tembakau yang telah dirajang dan dijemur. Para buruh pun terlihat sibuk merajang daun tembakau.

Baca Juga: Optimis Menanam, Petani Bondowoso Minta Perlindungan Regulasi Tembakau

"Musim kemarau panjang memang memberikan peluang emas bagi kami warga Tatung untuk menanam tembakau," ujar Kepala Desa Tatung, Rudi Sugiarto, Jumat (4/8/2023).

Biasanya, kata dia, setelah panen nanti hasilnya akan digunakan untuk berbagai keperluan. Seperti membeli kendaraan baru, merenovasi rumah, dan biaya sekolah.

Lebih dari 70 persen warga Desa Tatung menggantungkan hidupnya pada tanaman tembakau. Luas lahan tembakau di desa ini mencapai sekitar 75 hektare.

Setiap petani dapat melakukan panen secara bertahap, sebanyak 6 hingga 8 kali panen dengan potensi maksimal 6 kuintal per petak.

"1 hektare sama dengan 7 petak, jadi penghasilannya bisa dihitung sendiri. Total potensi panen tembakau di Desa Tatung mencapai 3.150 kuintal," ungkap Rudi.

Baca Juga: Cuaca Probolinggo Panas dan Lembap, BPBD Ingatkan Dampak Kemarau Panjang

Keuntungan bersih dari setiap petak tembakau dapat mencapai Rp100 juta dalam sekali musim tanam. Sehingga keuntungan bersih per hektare berada dalam kisaran Rp50 juta hingga Rp70 juta.

“Meskipun tidak semua warga memiliki lahan seluas 1 hingga 2 hektare, namun keuntungan yang didapat tetap signifikan," terangnya.

Di samping itu, harga tembakau saat ini di Ponorogo cukup menguntungkan. Tembakau dihargai Rp30 ribu per kilogram, sedangkan daun atasnya lebih mahal, mencapai Rp45 ribu per kilogram.

"Cuaca saat ini panas dan cuaca hujan bulan lalu sudah berangsur reda," kata Rudi.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Tentu, kondisi ini berbeda dengan kondisi pada tahun lalu yang musim kemarau pendek dan membuat hasil panen menurun.

Salah satu petani tembakau di Desa Tatung, Satengat, mengungkapkan kegembiraannya. Ia memiliki 4 kotak yang dapat menghasilkan 8 kuintal tembakau setiap kotak jika cuaca tetap cerah seperti saat ini.

"Saya bisa mendapatkan 32 kuintal untuk musim panen sekarang dengan harga tembakau yang bagus, yaitu Rp30 ribu per kilogram. Tahun lalu saya merugi karena cuacanya terus hujan," ujar Sarengat.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.