Rabu, 22 Jul 2026 07:47 WIB

Panen Raya Tembakau di Ponorogo, Berkah Kemarau Panjang

Warga Desa Tatung, Balong, Ponorogo menjemur tembakau. (Foto: Ahmad Fauzi/jatimnow.com)
Warga Desa Tatung, Balong, Ponorogo menjemur tembakau. (Foto: Ahmad Fauzi/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kemarau panjang tahun ini di Desa Tatung, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, menjadi berkah bagi para petani tembakau. Setelah musim hujan yang melanda pada tahun 2022, mereka kini merasakan kebahagiaan dengan panen raya yang melimpah.

Tidak hanya para petani, hampir semua halaman rumah warga di Desa Tatung dipenuhi dengan tembakau yang telah dirajang dan dijemur. Para buruh pun terlihat sibuk merajang daun tembakau.

Baca Juga: Ratusan Prajurit TNI Turun Gunung Bangun Infrastruktur Desa di Ponorogo

"Musim kemarau panjang memang memberikan peluang emas bagi kami warga Tatung untuk menanam tembakau," ujar Kepala Desa Tatung, Rudi Sugiarto, Jumat (4/8/2023).

Biasanya, kata dia, setelah panen nanti hasilnya akan digunakan untuk berbagai keperluan. Seperti membeli kendaraan baru, merenovasi rumah, dan biaya sekolah.

Lebih dari 70 persen warga Desa Tatung menggantungkan hidupnya pada tanaman tembakau. Luas lahan tembakau di desa ini mencapai sekitar 75 hektare.

Setiap petani dapat melakukan panen secara bertahap, sebanyak 6 hingga 8 kali panen dengan potensi maksimal 6 kuintal per petak.

"1 hektare sama dengan 7 petak, jadi penghasilannya bisa dihitung sendiri. Total potensi panen tembakau di Desa Tatung mencapai 3.150 kuintal," ungkap Rudi.

Baca Juga: Sambut 100 Tahun, Gontor Siapkan Buku Rekam Jejak dan Kontribusi Bagi Bangsa

Keuntungan bersih dari setiap petak tembakau dapat mencapai Rp100 juta dalam sekali musim tanam. Sehingga keuntungan bersih per hektare berada dalam kisaran Rp50 juta hingga Rp70 juta.

“Meskipun tidak semua warga memiliki lahan seluas 1 hingga 2 hektare, namun keuntungan yang didapat tetap signifikan," terangnya.

Di samping itu, harga tembakau saat ini di Ponorogo cukup menguntungkan. Tembakau dihargai Rp30 ribu per kilogram, sedangkan daun atasnya lebih mahal, mencapai Rp45 ribu per kilogram.

"Cuaca saat ini panas dan cuaca hujan bulan lalu sudah berangsur reda," kata Rudi.

Baca Juga: Elevasi Menurun, Operasional PLTA Waduk Wonorejo di Tulungagung Berkurang

Tentu, kondisi ini berbeda dengan kondisi pada tahun lalu yang musim kemarau pendek dan membuat hasil panen menurun.

Salah satu petani tembakau di Desa Tatung, Satengat, mengungkapkan kegembiraannya. Ia memiliki 4 kotak yang dapat menghasilkan 8 kuintal tembakau setiap kotak jika cuaca tetap cerah seperti saat ini.

"Saya bisa mendapatkan 32 kuintal untuk musim panen sekarang dengan harga tembakau yang bagus, yaitu Rp30 ribu per kilogram. Tahun lalu saya merugi karena cuacanya terus hujan," ujar Sarengat.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.