Sabtu, 13 Jun 2026 11:41 WIB

Perajin Akik Lamongan, Dulu Diburu Kini Terkikis Zaman

Perajin akik di Lamongan, M. Suri saat ditemui di lapak daganganya. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Perajin akik di Lamongan, M. Suri saat ditemui di lapak daganganya. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Tren batu akik sempat booming di kalangan masyarakat Indonesia. Saat itu, keberadaan perajin akik menjamur dan jasanya diburu oleh komunitas pecinta akik, tak terkecuali di Kabupaten Lamongan.

Saat itu, tren akik mengalami peningkatan pesat hingga merambah kalangan pejabat. Kini pamornya seakan hilang terbawa angin, eksistensinya perlahan terkikis kemajuan zaman.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

Fenomena tersebut pun diceritakan salah satu perajin akik Lamongan, M. Suri yang mengaku bahwa pada masa kejayaannya, sekitar 38 perajin akik menjamur dan rekan seprofesinya membuka lapak di seputaran kota Lamongan.

Dari 38 perajin, terangnya, kini hanya menyisakan dirinya yang bertahan untuk tetap menjadi perajin akik di seputaran Kota Lamongan.

"Itu dulu, dari 38 perajin kini sekarang tinggal saya saja," ungkap M. Suri saat ditemui di lapaknya Jalan Kusuma Bangsa kawasan Pasar Ikan Lamongan, Kamis (27/7/2023).

Meski begitu, pria asal Desa Manggaan Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan tersebut tetap bertahan. Ia mengaku penurunan tren disebabkan warga yang mulai bosan akan batu akik.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

"Biasa, laku tapi nggak kayak dulu, karena semua orang udah punya tapi yang banyak sekarang yang udah bosen di tukar, jadi nggak beli," bebernya.

M. Suri sendiri membuka jasanya pada 2014 silam, tepat 10 tahun, menekuni usaha batu akik ia tetap bertahan. Alasannya, karena ia masih memiliki pelanggan tetap.

"Perbedaannya, dulu itu digandrungi masyarakat tapi sekarang lebih ke kalangan tertentu untuk kado atau semacam cindramata," urainya.

Baca Juga: Diminati Karena Kualitas, Selada Hidroponik Lapas Lamongan Suplai Dapur MBG

Alih-alih murah karena tren menurun, harga akik ini ternyata masih stabil. Mulai ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

"Harganya mulai Rp 30 ribu, Rp 700 hingga jutaan. Nilainya dilihat dari jenis dan asal batu, juga dilihat dari isinya qodamnya," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada radius sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam di kawasan Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan.

Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

Kapolres mengajak seluruh jajaran Polres Probolinggo untuk terus menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai Presisi.

Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Pelaku diketahui merupakan komplotan pembobolan toko lintas kota dan provinsi.

Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Peta peringatan dini ini merepresentasikan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam skala satu kabupaten atau kota.

Gol Larin Selamatkan Kanada dari Kekalahan Saat Melawan Bosnia-Herzegovina

Tuan rumah Kanada harus puas bermain imbang 1-1 di laga pembukan grup B Piala Dunia 2026.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Waspadai potensi turunnya hujan dengan intensitas ringan di beberapa wilayah.