Kamis, 25 Jun 2026 08:59 WIB

Bojonegoro Thengul Internasional Folklore Festival 2023, Sandur dan Kayangan Api Mendunia

Penampilan seniman Sandur Bojonegoro saat pentas bersama para peserta B-TIFF 2023. (Foto: Rizki for jatimnow.com)
Penampilan seniman Sandur Bojonegoro saat pentas bersama para peserta B-TIFF 2023. (Foto: Rizki for jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemerintah Kabupaten Bojonegoro kenalkan kesenian Sandur dan destinasi wisata Kayangan Api sebagai daya tarik pariwisata kearifan lokal kepada para peserta delegasi 4 negara di acara Bojonegoro Thengul Internasional Folklore Festival (B-TIFF) 2023.

Empat delegasi negara tersebut, Slovenia, India, Uzbekistan, dan Meksiko. Selain itu, juga terdapat para mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogjakarta yang tergabung dalam Rampoe Aceh mewakili Indonesia.

Baca Juga: Perkuat Pasokan Gas Nasional, PGN SOR III Kunjungi JTB Bojonegoro

Pada rangkaian kegiatan B-TIFF 2023 ini, mereka disuguhi kesenian Sandur yang merupakan jenis teater kolosal tradisional yang populer di Kabupaten Bojonegoro - Tuban. Sekaligus berkeliling dalam wisata Kayangan Api (api abadi) yang berada di Desa Sendangrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro.

Nuansa kearifan lokal begitu kental terasa. Saat peserta tiba disambut dengan ritual membakar kemenyan ditemani alunan musik gending Jawa. Tarian jaranan menjadi pemandu para peserta mengelilingi wisata Kayangan Api.

Bupati Bojonegoro, Anna Muawannah mengungkapkan, Sandur Bojonegoro ini sudah masuk di Balai Pengelolaan Taman Budaya (BPTB) dan bahasa yang digunakan juga bahasa Jawa. Di dalamnya terdapat cerita rakyat yang dipadukan dengan beberapa lawakan.

“Mungkin untuk masyarakat luar yang belum mengetahui, mestinya agak bingung dengan cerita yang dibawakan dalam Sandur kolosal. Padahal, di dalamnya terdapat cerita rakyat yang kembali diolah dan dicampur dengn sejumlah jokes atau lawakan,” ungkap Bupati Anna, Rabu (25/7/2023) malam.

Baca Juga: Hari ke 4 Lebaran, Jalur Babat–Bojonegoro Macet di Simpul Tugu Wingko

Sandur, menurut Bupati Anna, dibawakan dengan tutur bahasa lagam khas Jawa Bojonegoro yang memuat nilai-nilai di dalamnya seperti nilai edukatif, nilai moral, nilai keindahan, nilai religius, nilai hiburan dan nilai seni.

Anna berharap dengan pergelaran ini dapat menumbuhkan daya tarik wisatawan lokal maupun mancanegara untuk singgah di Kabupaten Bojonegoro.

“Kalau dari alur cerita lebih mengedepankan kebudayaan dan kesenian masyarakat,” jelasnya.

Baca Juga: Terungkap, Ini Biang Kerok Kelangkaan Gas LPG 3 Kg di Bojonegoro

Sekadar diketahui pada gelaran Sandur ini menyuguhkan cerita kearifan masyarakat Bojonegoro saat ini yang di perankan oleh 5 lakon pakem, antara lain Germo, Cawik, Balong, Pethak, dan Wak Tangsil.

Selain dinikmati oleh para peserta delegasi negara, nampak masyarakat sekitar lokasi wisata Kayangan Api juga hanyut menikmati pementasan Sandur ini.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.