Rabu, 22 Jul 2026 04:34 WIB

Tangan Dingin Pak Bhabin di Ponorogo Lahirkan Perenang Andal

Bhabinkamtibmas Polsek Sampung Ponorogo, Aipda Ardyo Laksono saat menjadi pelatih renang. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Bhabinkamtibmas Polsek Sampung Ponorogo, Aipda Ardyo Laksono saat menjadi pelatih renang. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Aipda Ardyo Laksono tak hanya seorang polisi. Bhabinkamtibmas asal Polsek Sampung Ponorogo juga mengabdikan diri sebagai pelatih renang. Berkat tangan dinginnya, perenang andal lahir di Ponorogo.

Awal mulanya adalah prihatin anak-anak bermain gadget. Dari situ malah membuahkan prestasi bertubi-tubi terhadap anak didiknya. Medali demi medali diraih oleh siswa renangnya, tingkat daerah maupun nasional.

Baca Juga: Ratusan Prajurit TNI Turun Gunung Bangun Infrastruktur Desa di Ponorogo

“Alhamdullilah masih melatih renang. Ini tadi dari Polsek,” ujar Aipda Ardyo saat ditemui di kolam renang Tirto Menggolo, Kamis (13/7/2023).

Aipda Ardyo masih menggunakan baju Bhabinkamtibmas. Saat sampai di kolam renang ratusan siswanya langsung menyambut. Dia lalu melakukan pemanasan terlebih dahulu.

Bagi siswa pemula, Aipda Ardyo menyisipkan materi. Kemudian, Aipda Ardyo ikut terjun ke kolam renang. Melakukan praktik renang bersama dengan belasan siswanya.

Baca Juga: Serunya Nobar Film Foufo di Kediri, Penonton Malah Dibikin Nangis Sama Ceritanya

"Saya buka klub (renang) karena banyak anak-anak tergantung gadget. Mereka suka game dari pada permainan tradisional," katanya.

Dia membuka klub bernama Dewaruci. Sudah setahun klub renang itu berdiri. Aipda Ardyo mengaku mempunyai tanggung jawab agar anak-anak tidak hanya bermain gadget.

"Sebelum saya menjadi polisi, waktu kecil saya memang atlet renang. SMA daftar polisi, keterima polisi. Saya ingat pesan pelatih meneruskan jadi pelatih dan itu saya lakukan,” tegasnya.

Baca Juga: Sambut 100 Tahun, Gontor Siapkan Buku Rekam Jejak dan Kontribusi Bagi Bangsa

Pembagian waktu saat berdinas dengan melatih renang dilakukan secara adil. Tidak meninggalkan tugas sebagai korps Bhayangkara tetapi juga tetap melatih.

“Saya pagi jam 7 sampai sore jam 3 bertugas. Nanti ke kota melatih renang. Jelang magrib baru pulang. Kalau ada panggilan tugas mendadak anak-anak saya tinggal tetapi ada asisten yang membantu,” pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.