Minggu, 14 Jun 2026 06:34 WIB

Pemkab Telusuri Penyebab Sungai di Pamekasan Berubah Merah, Limbah Produksi Batik?

Air sungai di Pamekasan mendadak berubah warna merah akibat tercemar. (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)
Air sungai di Pamekasan mendadak berubah warna merah akibat tercemar. (Foto: Fathor Rahman/jatimnow.com)

jatimnow.com - Perubahan air sungai menjadi merah di Pamekasan ditindaklanjuti oleh dinas terakait. Staf Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkab Pamekasan menelusuri penyebab pencemaran air sungai yang cukup panjang tersebut.

Staf Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan, Devi menyampaikan dari pengaduan awal bahkan keterangan beberapa warga timbulnya gejolak air berwarna merah dari DAM Klampar.

Baca Juga: Mahasiswa Jatim Kampanyekan Kali Tebu Bebas Sampah Popok

Pihaknya mengaku sudah terjun kelapangan untuk mengecek langsung. Namun, pihaknya belum bisa memastikan penyebab pencemaran tersebut.

"Kita pemantauan hari ini. Penyebab pencemarannya, kalau dugaan saya belum bisa karena masih belum mengetahui hasil lab-nya, ini pencemaran penyebabnya apa," katanya saat memantau keadaan air yang tercemar, Senin (10/7/2023).

Pihaknya menegaskan akan mengetahui penyebab pencemaran setelah selesai hasil laboratorium. Namun menurutnya, pasti ada penyebab dan tidak mungkin air berubah warna sendiri.

Warga sekitar banyak yang menduga karena limbah dari pabrik batik. Pasalnya Desa Klampar merupakan pengrajin batik dan merupakan sentral batik Pamekasan.

Baca Juga: Pakar Ungkap Biang Kerok Ikan Sapu-Sapu 'Jajah' Sungai Perkotaan

Kalaksa BPBD Pamekasan Rusdiyadi mengaku telah menerjunkan tim TRC untuk melakukan asesmen.

"Kepastian penyebabnya kita belum tahu, teman-teman masih melakukan asesmen, " katanya.

Dia meminta masyarakat di sepanjang saluran air yang berubah warna tidak memanfaatkan air sungai dulu. Hal itu untuk mengantisipasi terjadinya sesuatu yang tidak diinginkan.

Baca Juga: Ratusan Santri Pamekasan Semringah Terima Mushaf Al-Qur'an Baru

"Khawatir air terkontaminasi. Tim Dinas Lingkungan Hidup juga telah turun," imbuh Rusdi.

Hingga siang ini, air berwarna merah tersebut terus mengalir ke arah kota. Warga mulai cemas dengan kejadian ini. Terlebih, saat ini musim tanam tembakau saat warga kerap memanfaatkan air saluran untuk menyiram tanaman tembakau.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada radius sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam di kawasan Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan.

Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

Kapolres mengajak seluruh jajaran Polres Probolinggo untuk terus menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai Presisi.

Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Pelaku diketahui merupakan komplotan pembobolan toko lintas kota dan provinsi.

Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Peta peringatan dini ini merepresentasikan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam skala satu kabupaten atau kota.

Gol Larin Selamatkan Kanada dari Kekalahan Saat Melawan Bosnia-Herzegovina

Tuan rumah Kanada harus puas bermain imbang 1-1 di laga pembukan grup B Piala Dunia 2026.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Waspadai potensi turunnya hujan dengan intensitas ringan di beberapa wilayah.