Minggu, 14 Jun 2026 01:38 WIB

5 Hari Ekskavasi Situs Jetis Lamongan, Ini Temuan BPK XI

Situs Jetis Lamongan yang kini mulai dipagari usai ekskavasi penyelamatan oleh BPK XI. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Situs Jetis Lamongan yang kini mulai dipagari usai ekskavasi penyelamatan oleh BPK XI. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ekskavasi arkeologis oleh Badan Pelestarian Kebudayaan (BPK) wilayah XI pada bangunan diduga cagar budaya di Kelurahan Jetis, Kecamatan/Kabupaten Lamongan tak menemui kendala.

Setelah 5 hari, tim survei memaparkan hasil kepada Pemerintah Kabupaten Lamongan. Nantinya, Situs Jetis tersebut akan terus ditelusuri latar belakang dan keberadaanya di tanah Lamongan.

Baca Juga: Dorong Produktivitas, Petani Lamongan Terima Bantuan Alat dan Mesin Pertanian

Hasilnya, bangunan situs memiliki material balok batu putih yang ukurannya bervariasi panjang 40-45 Cm, lebar 35-30 Cm, tebal 15 Cm. Struktur tanah diketahui 2 susunan yakni lumpur dan batu karang.

"Bangunan berbentuk bujur sangkar berdimensi 12.50x12.50 meter, hal itu sesuai dari hasil ekskavasi 3 sudut bangunan yakni sisi barat daya 12 lapis, barat laut 10 lapis, dan tenggara 7 lapis, tinggi tersisa 165 cm," ungkap Ketua Tim Survei Penyelamat BPK wilayah XI Jatim, M. Ikhwan, Selasa (27/6/2023).

M. Ikhwan menilai bahwa Situs Jetis memiliki struktur material bangunan yang menyerupai Situs Pataan di Kecamatan Sambeng, Lamongan yang dikaitkan dengan zaman Kerajaan Airlangga.

"Penyusun dari batu putih, bahan batu cukup langka strukturnya sama seperti candi pataan. Sehingga layak dan berpotensi untuk dilakukan penelitian lanjutan seusai ekskavasi penyelamatan ini," bebernya.

Baca Juga: Tingkatkan Indeks Harapan Hidup, Pemkab Lamongan Ajak 600 Lansia Peringati HLUN

Bangunan tersebut, lanjut Ikhwan, dulunya kemungkinan merupakan tempat peribadatan masyarakat sekitar abad 900-1300 Masehi.

Selain itu, lanjutnya, juga dimungkinkan ada keterkaitan dengan era janggala ataupun prasasti sanga yang memiliki 9 titik tersebar di sejumlah daerah.

"Dari temuan-temuan akan kami pelajari terutama sinkronisasi pada temuan yang sebelumnya terjadi di Lamongan. Kami akan mencari referensi apakah memiliki kaitan atau tidak," lanjutnya.

Baca Juga: Venue Kejurprov X Biliar Jatim di Lamongan Dipindah, Ini Alasannya

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi meminta agar temuan ini dipelajari lebih mendalam, utamanya letak keberadaan yang berada di tanah makam kelurahan setempat dan berada di area malan. Di sana juga terdapat makam Mbah Pendem sosok tokoh terkemuka di Lamongan.

"Semoga kedepan bisa dilakukan ekskavasi lanjutan, dalam waktu dekat akan dibatasi dibuat cungkup atau gimana agar situs temuan bisa terlindungi," ungkap Bupati.

Selain wujud bangunan, tim survei juga mengamankan bebatuan dan relief hingga fragmen keramik dan gerabah di lokasi tersebut. Bebatuan tersebut telah diserahkan dan disimpan di Disparbud Lamongan.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada radius sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam di kawasan Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan.

Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

Kapolres mengajak seluruh jajaran Polres Probolinggo untuk terus menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai Presisi.

Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Pelaku diketahui merupakan komplotan pembobolan toko lintas kota dan provinsi.

Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Peta peringatan dini ini merepresentasikan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam skala satu kabupaten atau kota.

Gol Larin Selamatkan Kanada dari Kekalahan Saat Melawan Bosnia-Herzegovina

Tuan rumah Kanada harus puas bermain imbang 1-1 di laga pembukan grup B Piala Dunia 2026.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Waspadai potensi turunnya hujan dengan intensitas ringan di beberapa wilayah.