Selasa, 28 Jul 2026 05:11 WIB

DPRD Ponorogo Bentuk Pansus Bahas Raperda LP2B

  • Penulis : Advertorial
  • | Selasa, 20 Jun 2023 13:52 WIB
DPRD Ponorogo saat menggelar rapat paripurna Raperda LP2B. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
DPRD Ponorogo saat menggelar rapat paripurna Raperda LP2B. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - DPRD Ponorogo membentuk panitia khusus (Pansus) menindaklanjuti sidang paripurna beragendakan pembahasan raperda Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), beberapa waktu lalu.

Ketua DPRD Ponorogo, Sunarto mengatakan, ada 8 fraksi yang menyetujui pembahasan tingkat lanjut dengan dilakukan pembentukan pansus.

Baca Juga: BNI Terapkan Pengawasan Berlapis untuk Penyaluran KUR

“Kami lanjutkan dengan Pansus,” ujar Sunarto, Selasa (20/6/2023).

“Kami memang sengaja melakukan pembahasan lebih lanjut. Kami tidak ingin ada persoalan di belakang jika langsung disetujui,” tambahnya.

Menurut Sunarto, para legislator ingin melakukan pembahasan lebih lanjut agar tidak ada masalah di kemudian hari. Terlebih apa yang dibahas mengenai hajat para petani di Ponorogo.

Baca Juga: Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

“Raperda LP2B ini materinya adalah lahan sawah yang dilindungi. Sehingga, kami akan mengupas tuntas beberapa hari ke depan dengan pansus,” bebernya.

Sunarto menegaskan tidak ada kekhawatiran oleh DPRD terlebih jika itu berkaitan dengan investasi. Ia membenarkan bahwa hingga saat ini banyak lahan produktif di Ponorogo telah beralih fungsi.

“Kita (Pemkab) Ponorogo terlambat dibanding kabupaten dan kota yang lain di Ponorogo. Kami akan selesaikan segera dan mengejar ketertinggalan,” tegasnya.

Baca Juga: Rakyat Desa Memang Tidak Memegang Dollar, Tetapi Tetap Menanggung Dampaknya

Sementara Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menerangkan bahwa Raperda LP2B harus dibahas dengan hati-hati. Menurutnya, Perda yang berkualitas dapat menjamin perlindungan lahan pertanian.

"Untuk itu diperlukan suatu peraturan perundang-undangan untuk mengendalikan alih fungsi pertanian dan melindungi lahan pertanian produktif," ujar Sugiri Sancoko. (Adv)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.