Minggu, 07 Jun 2026 05:43 WIB

Tanah Gerak di Wonosalam Jombang Berdampak Rumah Warga Rusak

Dinding rumah warga yang rusak akibat tanah gerak.(Elok Aprianto/jatimnow.com))
Dinding rumah warga yang rusak akibat tanah gerak.(Elok Aprianto/jatimnow.com))

jatimnow.com - Akibat tanah gerak yang terjadi di Dusun Sumberlambong, Desa Sambirejo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, beberapa rumah warga mengalami kerusakan.

Kerusakan mulai dari dinding rumah, teras rumah hingga lantai rumah warga setempat. Hal ini dialami oleh 10 warga yang memiliki rumah di dusun tersebut. Selain itu ada juga warga yang memilih meninggalkan rumah lantaran takut bila nanti rumahnya ambruk.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

Sugito (52), salah satu warga setempat, yang rumahnya mengalami retak-retak, menceritakan, sejak dua pekan lalu tepatnya saat hujan terus mengguyur wilayah setempat, terdengar suara retakan tanah, dan hal itu membuat sejumlah warga panik.

"Ini sudah terjadi tiga kali, tapi yang kali ini yang parah sampai kerusakan retaknya itu tambah membesar dan melebar. Ya setiap hujan, kan sekarang di wilayah sini cuaca beberapa hari ini ekstrem.

Jadi ya kami khawatir dan takut kalau pas hujan saat malam hari itu," ungkapnya, Sabtu (27/5/2023).

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, ia mengaku lebih memilih menempatkan barang-barang berharga miliknya dalam sebuah tas. Sehingga pada saat terjadi bencana pihaknya, bisa lebih mudah dan cepat untuk mengungsi.

"Berkas berkas penting, barang barang berharga sudah saya amankan. Ya buat antisipasi kalau hujan lebat gitu, bisa cepat lari cari tempat ngungsi. Soalnya ya takut kalau pas hujan deras di dalam rumah itu, ya bunyinya kretek-kretek seperti' mau geser dan retak gitu," jelasnya.

Baca Juga: Potret Travesti Ludruk, Simbol Perlawanan yang Hadir di Pameran Foto Jombang

Lebih lanjut ia mengatakan, bila dihitung jumlah kerusakan yang ada di rumah miliknya semakin banyak. Mulai dari dinding tembok, hingga lantai rumah juga mengalami kerusakan.

"Kalau harapannya semoga cepat aman dan dijauhkan dari segala bala dan musibah, tidak ada bencana alam gitu. Tapi untuk antisipasi itu kan harus ada, makanya kami nunggu dari pihak pemerintah yang katanya masih survey dan bangun tenda untuk bantuan dan antisipasi bencana alam itu," bebernya.

Sementara itu, Kepala Desa Sambirejo, Sungkono memastikan jika terdapat 10 rumah warga setempat yang keretakan pada rumahnya cukup parah. Dan kini masih dalam tahap survei dan penelitian oleh pihak-pihak terkait.

Baca Juga: Terdampak Angin Puting Beliung, Puluhan Rumah di Tulungagung Rusak

"Masih proses survey dan penelitian. Sudah ada dua tenda yang dibangun dari Kementrian Sosial dan BPBD Jatim di sekitar tanah yang gerak. Sementara ini ada 10 rumah warga yang terdampak alami retak. Kalau yang dilaporkan lebih dari jumlah itu, tapi cuma retak biasa," jelasnya.

Ia mengaku untuk sementara ini, tenda yang didirikan Kemensos dan BPBD Jatim, untuk dijadikan dapur umum.

"Satu tenda dimanfaatkan sebagai dapur bantuan kebutuhan makanan. Sementara satu tenda lainnya diperuntukkan petugas yang siap siaga mengantisipasi terjadinya tanda-tanda bencana saat cuaca ekstrim saat ini," pungkasnya.

Editor : Aris Setyoadji
Berita Terbaru

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Peringati Hari Pers Nasional, PWI Tulungagung Siapkan Literasi Media

Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyampaikan apresiasi atas dedikasi insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.