Rabu, 22 Jul 2026 05:13 WIB

Gerombolan Remaja Serang Pengunjung Warung Kopi di Jombang

Para pengunjung warung kopi di jalan Kusuma Bangsa Desa Kepatihan Kecamatan Jombang yang menjadi korban penyerangan konvoi sepeda motor.(Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Para pengunjung warung kopi di jalan Kusuma Bangsa Desa Kepatihan Kecamatan Jombang yang menjadi korban penyerangan konvoi sepeda motor.(Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

 

jatimnow.com - Gerombolan remaja melakukan penyerangan pada para pengunjung warung kopi di jalan Kusuma Bangsa, tepatnya di Desa Kepatihan, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, pada hari Minggu (21/5/2023) dini hari tadi.

Baca Juga: Tambakberas Kebut Persiapan Muktamar ke-35 NU, Siap Sambut 6.000 Muktamirin

Akibat peristiwa tersebut, belasan orang pengunjung warung kopi mengalami luka-luka. Dua diantaranya mengalami luka berat di bagian kepala.

Kepala Desa Kepatihan, Erwin Pribadi menjelaskan kronologis awal terjadinya penyerangan warung kopi yang ada di wilayah desanya itu.

Menurut Erwin, sekitar pukul 00.00 WIB, sekelompok pemuda yang berjumlah kurang lebih 7 orang mengendaarai sepeda motor berboncengan.

"Awalnya ada sekelompok pemuda sedang ngopi di angkringan yang berjumlah kurang lebih 11 orang. Tiba-tiba dari arah utara, rombongan sepeda motor melempari mereka dengan batu serta membleyer kendaraan mereka," ungkapnya.

Meski diserang oleh konvoi sepeda motor itu, Erwin mengaku belasan pelanggan warung angkringan tidak melakukan perlawanan. Pasalnya mereka tidak mengira bila akan diserang rombongan konvoi.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

"Ya, 11 anak yang minum kopi nyaris tanpa perlawanan, karena mereka tidak mengira akan diserang," ujarnya.

Meski berada tak jauh dari lokasi, pihaknya tak mau mengambil risiko untuk melerai. Lantaran para pemuda yang menyerang itu melempar batu secara membabi buta ke arah pengunjung warung angkringan.

"Saya kebetulan 25 meter dari lokasi. Namun saya tidak mau ambil risiko, karena lemparan batu mereka membabi buta pada kelompok pemuda di warung angkringan tersebut," katanya.

Namun demikian, pihaknya langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek setempat.

Baca Juga: Potret Travesti Ludruk, Simbol Perlawanan yang Hadir di Pameran Foto Jombang

"Seketika saya hubungi Polsek kota agar mengamankan lokasi. Namun pada saat anggota polisi tiba di TKP, sekelompok pemuda yang menyerang, melarikan diri ke arah selatan," paparnya.

Menurut Erwin, para pelanggan warung angkringan ada yang mengalami luka pada bagian kepala.

"Ada dua orang yang luka parah di bagian kepala. Dari pengakuan mereka ketika saya tanya, kejadian itu merupakan rivalitas antar perguruan pencak silat. Namun mereka tidak mengaku namanya dan hanya mengatakan bertempat tinggal di kecamatan Perak," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.