Sabtu, 06 Jun 2026 12:01 WIB

Gerombolan Remaja Serang Pengunjung Warung Kopi di Jombang

Para pengunjung warung kopi di jalan Kusuma Bangsa Desa Kepatihan Kecamatan Jombang yang menjadi korban penyerangan konvoi sepeda motor.(Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Para pengunjung warung kopi di jalan Kusuma Bangsa Desa Kepatihan Kecamatan Jombang yang menjadi korban penyerangan konvoi sepeda motor.(Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

 

jatimnow.com - Gerombolan remaja melakukan penyerangan pada para pengunjung warung kopi di jalan Kusuma Bangsa, tepatnya di Desa Kepatihan, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, pada hari Minggu (21/5/2023) dini hari tadi.

Baca Juga: Besut Mudik ke Jombang, Mencari Roh Dialektika di Tanah Para Pemikir

Akibat peristiwa tersebut, belasan orang pengunjung warung kopi mengalami luka-luka. Dua diantaranya mengalami luka berat di bagian kepala.

Kepala Desa Kepatihan, Erwin Pribadi menjelaskan kronologis awal terjadinya penyerangan warung kopi yang ada di wilayah desanya itu.

Menurut Erwin, sekitar pukul 00.00 WIB, sekelompok pemuda yang berjumlah kurang lebih 7 orang mengendaarai sepeda motor berboncengan.

"Awalnya ada sekelompok pemuda sedang ngopi di angkringan yang berjumlah kurang lebih 11 orang. Tiba-tiba dari arah utara, rombongan sepeda motor melempari mereka dengan batu serta membleyer kendaraan mereka," ungkapnya.

Meski diserang oleh konvoi sepeda motor itu, Erwin mengaku belasan pelanggan warung angkringan tidak melakukan perlawanan. Pasalnya mereka tidak mengira bila akan diserang rombongan konvoi.

Baca Juga: Potret Travesti Ludruk, Simbol Perlawanan yang Hadir di Pameran Foto Jombang

"Ya, 11 anak yang minum kopi nyaris tanpa perlawanan, karena mereka tidak mengira akan diserang," ujarnya.

Meski berada tak jauh dari lokasi, pihaknya tak mau mengambil risiko untuk melerai. Lantaran para pemuda yang menyerang itu melempar batu secara membabi buta ke arah pengunjung warung angkringan.

"Saya kebetulan 25 meter dari lokasi. Namun saya tidak mau ambil risiko, karena lemparan batu mereka membabi buta pada kelompok pemuda di warung angkringan tersebut," katanya.

Namun demikian, pihaknya langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek setempat.

Baca Juga: Tak Ingin Terkekang Stigma, Gen Z di Lamongan Ini Pilih Buka Usaha Warung Kopi

"Seketika saya hubungi Polsek kota agar mengamankan lokasi. Namun pada saat anggota polisi tiba di TKP, sekelompok pemuda yang menyerang, melarikan diri ke arah selatan," paparnya.

Menurut Erwin, para pelanggan warung angkringan ada yang mengalami luka pada bagian kepala.

"Ada dua orang yang luka parah di bagian kepala. Dari pengakuan mereka ketika saya tanya, kejadian itu merupakan rivalitas antar perguruan pencak silat. Namun mereka tidak mengaku namanya dan hanya mengatakan bertempat tinggal di kecamatan Perak," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.