Selasa, 23 Jun 2026 02:06 WIB

Tanah Leluhur Terancam Terdampak Proyek Bendungan, Warga Ngelo Wadul Dewan Bojonegoro

Masyarakat Desa Ngelo menyampaikan aspirasi kepada Wakil Ketua DPRD Bojonegoro Sukur Priyanto (Misbahul Munir/Jatimnow.com)
Masyarakat Desa Ngelo menyampaikan aspirasi kepada Wakil Ketua DPRD Bojonegoro Sukur Priyanto (Misbahul Munir/Jatimnow.com)

jatimnow.com - Warga Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro yang terdampak rencana Proyek Strategis Nasional (PSN) pembangunan Bendungan Gerak Karangnongko mengaku resah hingga wadul kepada pimpinan Dewan Bojonegoro, Selasa (09/05/2023).

Kelompok masyarakat yang mengatasnamakan 'Forum masyarakat Desa Ngelo Bersatu' meminta diberikan bantuan hukum juga jaminan untuk mendapatkan hak ganti rugi dan relokasi atas dampak yang timbul dari pembangunan mega proyek tersebut.

Baca Juga: Perkuat Pasokan Gas Nasional, PGN SOR III Kunjungi JTB Bojonegoro

Dengan membawa spanduk tuntutan dan harapan, puluhan masyarakat berkumpul di area tanah makam leluhur untuk menggelar audensi menyampaikan aspirasi kepada perangkat desa setempat dan dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Bojonegoro Sukur Priyanto.

Salah satu warga Supraptiwi (70), mengaku resah atas keberlangsungan nasibnya anak cucunya kedepan bilamana tempat tinggal serta lahan pertanian miliknya digusur untuk pembangunan proyek bendungan tersebut.

Keresahan yang dialami oleh Mbah Tiwi, Supraptiwi dan masyarakat Desa Ngelo itu timbul setelah sebelumnya dilakukan sosialisasi terkait lokasi lahan yang akan digunakan untuk pembangunan proyek bendungan tersebut.

"Kami ingin agar pemerintah memberikan ganti untung, serta menyediakan lahan pengganti (relokasi) untuk tempat tinggal dan juga lahan pertanian yang kami miliki sebelumnya, ini adalah tanah leluhur kami, jangan paksa kami untuk pindah dari tempat ini," ujar Mbah Tiwi.

Ada dua Desa di Kabupaten Bojonegoro yang terdampak pembangunan bendungan tersebut. yakni Desa Ngelo dan Kalangan Kecamatan Margomulyo dengan luas mencapai 455,7 hektare.

Wakil ketua DPRD Bojonegoro Sukur Priyanto menjelaskan bahwa rencana pelaksanaan proyek strategis nasional pembangunan Bendungan Karangnongko akan turut berdampak pada sejumlah lahan milik warga. Lahan itu terdiri atas tanah wakaf, pemukiman, lahan pertanian, tanah kas desa, dan perhutani.

"Jadi saya hadir memenuhi undangan masyarakat Desa Ngelo ini, untuk mendengar apa yang menjadi aspirasinya. Yang mana masyarakat di Desa Ngelo ini yang terdampak secara langsung dari rencana pembangunan proyek strategis nasional (PSN) bendungan Karangnongko," ujar Sukur.

Baca Juga: Hari ke 4 Lebaran, Jalur Babat–Bojonegoro Macet di Simpul Tugu Wingko

Dalam pertemuan tersebut masyarakat Desa Ngelo meminta selain diberi ganti untung. Mereka berharap disiapkan lahan untuk relokasi tempat tinggal dan lahan pertanian berikut lengkap dengan fasilitas umum yang diperlukan.

Selain itu, masyarakat juga berharap adanya bantuan hukum untuk menjamin hak yang semestinya diperoleh atas pembebasan lahan milik mereka.

"Masyarakat ingin kebersamaan yang sudah terjalin bertahun-tahun tetap terjalin dan berkumpul dalam menjadi satu, mereka tulus ingin mendukung proyek nasional ini dan tidak ingin mengganggu. Namun mereka juga ingin mendapatkan lahan pengganti untuk keberlangsungan hidup kedepannya," ungkapnya.

Untuk itu, Sukur berjanji akan turut memperjuangkan dan mengawal apa yang menjadi harapan dan keinginan masyarakat.

"Selama proses sosialisasi ini saya ingin lembaga DPRD juga dilibatkan agar tidak ada intevensi atau pemaksaan dari pihak manapun, kita pastikan apa yang menjadi hak masyarakat akan mereka dapatkan," pungkasnya.

Baca Juga: Terungkap, Ini Biang Kerok Kelangkaan Gas LPG 3 Kg di Bojonegoro

Sekedar diketahui, Proyek Bendung Gerak Karangnongko telah ditetapkan menjadi proyek strategis nasional (PSN) berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2019. Pekerjaan akan dilaksanakan Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo dan diperkirakan menelan anggaran Rp2,5 triliun.

Sementara daerah yang terdampak yakni 5 desa di Kabupaten Blora dan 2 desa di Kabupaten Bojonegoro. Rinciannya di Kabupaten Blora yang akan terdampak pembangunan Bendung Gerak Karangnongko yakni di di wilayah Kecamatan Kradenan meliputi, Desa Mendenrejo, Desa Ngrawoh, Desa Nginggil, Desa Nglebak, dan Desa Megeri.

Kemudian di Kabupaten Bojonegoro yakni di wilayah Desa Ngelo dan Kalangan. Saat ini mega proyek tersebut sudah sampai di tahap sosialisasi pengadaan atau pembebasan lahan.

 

Editor : Aris Setyoadji
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.