Sabtu, 06 Jun 2026 23:11 WIB

Kreasi Topeng Barong Zaman Now

  • Penulis : CF Glorian
  • | Minggu, 11 Mar 2018 16:25 WIB
Bayu diantara hasil karya topeng barongnya.
Bayu diantara hasil karya topeng barongnya.

jatimnow.com - Siapa yang tak kenal barongan atau seni tari Barong? Tari Barong merupakan salah satu bagian dari masyarakat Jawa yang tak terpisahkan dan telah bertahan secara turun-temurun.

Meski di era globalisasi dan laju perkembangan teknologi yang pesat, bentuk kesenian tari tersebut tak pernah sepi peminat. Baik dari kalangan anak-anak hingga dewasa, hampir seluruhnya menyukai barongan.

Bayu Setiawan (27) seorang pengrajin barongan di Blitar menyebut Seiring perkembangan zaman inilah, model barongan harus memiliki variasi yang disesuaikan dengan tren dari penikmat barongan.

Kendati demikian, pembuatan barongan tak meninggalkan karakter dan unsur seni dalam topeng barongan itu sendiri.

"Selama ini masyarakat sendiri selalu antusias dengan setiap pentas barongan. Mereka tidak ingin barongan yang ditampilkan monoton. Itu-itu saja", ujar Bayu, Minggu (11/03/2018), sambil menunjukan kreasi barongan yang ada di Rumahnya di Desa Jiwut Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar.

Lebih jauh Bayu mengatakan, topeng barongan yang dibuat ada dua jenis. Yakni barongan untuk mainan anak-anak dan untuk kebutuhan pentas.

Baca Juga: Eks Terpidana Kasus Korupsi, Samanhudi Anwar Terpilih Ketua KONI Kota Blitar

Untuk barongan pentas, model ukiran lebih detail serta ditambah dengan ornamen lainnya yang membuat topeng barongan lebih menarik dan lebih memunculkan karakter. Misalnya, karakter pemarah, kalem, hingga karakter kejam.

Produksi barongan oleh Bayu tidak dilakukan secara massal, namun akan dikerjakan sewaktu ada pesanan saja.

Baca Juga: Mahasiswa UNU Blitar Gelar Aksi, Minta Dosen Pelaku Kekerasan Seksual Dipecat

Untuk menyelesaikan 1 karakter barongan dibutuhkan waktu sedikitnya 2 sampai 3 Minggu. Sedangkan karakter barongan menyesuaikan keinginan dari sang pembeli.

"Barongan itu nggak bisa dibuat dan selesai sehari dua hari, tapi hingga berminggu-minggu tergantung mood. Tapi biasanya maksimal 3 Minggu udah bisa diambil," terang pria yang sudah memiliki sanggar seni tari barongan sendiri tersebut.

Untuk 1 topeng barongan memiliki label harga yang tak sama, tergantung dari model dan detail yang inginkan.

Harga 1 buah barongan yang dijual paling murah 50 ribu rupiah untuk barongan mainan dan 800 ribu rupiah untuk barongan pentas.

Sedangkan untuk pemasaran, ia mengaku tak bisa hanya mengandalkan media sosial saja. Disetiap kali manggung, Bayu selalu memanfaatkan untuk ajang pengenalan dan pemasaran.

"Setiap kali kita tampil, selalu bawa banyak barongan. Biar masyarakat nggak bosen liatnya. Dari situ kita sambil berharap ada peminat yang mau minta dibuatin barongan. Biar getok tular lah minimal," tandas pria yang sudah menggeluti dunia seni tari sejak remaja itu.

Baca Juga: Tiga Warga Blitar Terseret Arus Sungai Brantas, Satu Dinyatakan Hilang

Reporter: Cf Glorian
Editor: Arif Ardianto

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Peringati Hari Pers Nasional, PWI Tulungagung Siapkan Literasi Media

Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyampaikan apresiasi atas dedikasi insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.