Senin, 08 Jun 2026 01:34 WIB

Muncul Semburan Lumpur di Bojonegoro, Dampaknya Seperti Ini

Penampakan lokasi semburan lumpur bercampur air di sekitar area pertanian warga. (Misbahul Munir/jatimnow.com).
Penampakan lokasi semburan lumpur bercampur air di sekitar area pertanian warga. (Misbahul Munir/jatimnow.com).

jatimnow.com - Semburan air bercampur lumpur disertai bau belerang muncul di area lahan pertanian milik warga di Desa Jari, Kecamatan Gondang, Kabupaten Bojonegoro.

Semburan di lokasi mebentuk sebuah kubangan, kemudian dari dalam tanah menyembur lumpur bercampur air yang disertai bau menyengat gas seperti bau belerang. Nampak pula di sekitar lokasi terdapat ratusan titik rembesan gas alam yang meletup-letup.

Baca Juga: Ruang Kelas Ambruk, BPBD Tulungagung Siapkan Tenda Darurat Untuk Belajar Siswa

Akibat semburan tersebut area sekitar lokasi menjadi tandus atau mengering dengan luasan area sekitar 20 meter persegi. Sementara itu, air yang memancar dari lokasi mengalir ke sungai.

Menurut Suyitno, warga setempat, mengungkapkan bahwa semburan lumpur bercampur air yang disertai bau belerang itu sudah lama terjadi.

"Setahu saya sudah sekitar empat tahun lalu mas. Ya kalau baunya itu yang mengganggu, kalau pagi dekat dengan lokasi itu (baunya) menyengat banget, bisa pusing kepala kalau mencium baunya," ujarnya.

Menurutnya, akibat semburan tersebut area di sekitar lokasi jadi tandus dan tidak bisa ditanami, lantaran suhu yang terlalu tinggi.

Baca Juga: Tiga Warga Blitar Terseret Arus Sungai Brantas, Satu Dinyatakan Hilang

Salah satu warga menunjuk titik semburan. (foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)Salah satu warga menunjuk titik semburan. (foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)

"Sampean (Anda) lihat di sana, rumputnya mati semua karena panas. Kemudian airnya hangat ada bau belerangnya, jadi tidak bisa untuk mengaliri sawah, makanya dialirkan ke bawah (kali)," bebernya.

Sementara itu, Administratur Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bojonegoro, Irawan Darwanto menyatakan bahwa lokasi semburan yang dimaksud masuk area Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Sukun, Badan Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Gondang yang berada di bawah struktur KPH Bojonegoro.

Baca Juga: Hari ke 4 Lebaran, Jalur Babat–Bojonegoro Macet di Simpul Tugu Wingko

"Kita cek dulu dan memastikan ke lapangan, apakah semburan itu sudah ada sejak 2016 atau semburan baru. Nanti akan saya kabari lagi hasilnya," kata Irawan.

Di sisi lain, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalaksa BPBD) Bojonegoro, Ardhian Orianto mengatakan bahwa informasi dari Sekdes Jari, bahwa kejadian semburan lumpur itu sudah lama, yakni sejak 2016. Namun situasi tersebut dianggap tidak membahayakan warga karena jaraknya jauh dari pemukiman.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.