Jumat, 24 Jul 2026 08:57 WIB

Muncul Semburan Lumpur di Bojonegoro, Dampaknya Seperti Ini

Penampakan lokasi semburan lumpur bercampur air di sekitar area pertanian warga. (Misbahul Munir/jatimnow.com).
Penampakan lokasi semburan lumpur bercampur air di sekitar area pertanian warga. (Misbahul Munir/jatimnow.com).

jatimnow.com - Semburan air bercampur lumpur disertai bau belerang muncul di area lahan pertanian milik warga di Desa Jari, Kecamatan Gondang, Kabupaten Bojonegoro.

Semburan di lokasi mebentuk sebuah kubangan, kemudian dari dalam tanah menyembur lumpur bercampur air yang disertai bau menyengat gas seperti bau belerang. Nampak pula di sekitar lokasi terdapat ratusan titik rembesan gas alam yang meletup-letup.

Baca Juga: Kecewa Suami Selingkuh, TKW Asal Bojonegoro Ratakan Rumah dengan Alat Berat

Akibat semburan tersebut area sekitar lokasi menjadi tandus atau mengering dengan luasan area sekitar 20 meter persegi. Sementara itu, air yang memancar dari lokasi mengalir ke sungai.

Menurut Suyitno, warga setempat, mengungkapkan bahwa semburan lumpur bercampur air yang disertai bau belerang itu sudah lama terjadi.

"Setahu saya sudah sekitar empat tahun lalu mas. Ya kalau baunya itu yang mengganggu, kalau pagi dekat dengan lokasi itu (baunya) menyengat banget, bisa pusing kepala kalau mencium baunya," ujarnya.

Menurutnya, akibat semburan tersebut area di sekitar lokasi jadi tandus dan tidak bisa ditanami, lantaran suhu yang terlalu tinggi.

Baca Juga: Dua Hari Hilang, Pencari Ikan Asal Bojonegoro Ditemukan Tewas di Bengawan Solo

Salah satu warga menunjuk titik semburan. (foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)Salah satu warga menunjuk titik semburan. (foto: Misbahul Munir/jatimnow.com)

"Sampean (Anda) lihat di sana, rumputnya mati semua karena panas. Kemudian airnya hangat ada bau belerangnya, jadi tidak bisa untuk mengaliri sawah, makanya dialirkan ke bawah (kali)," bebernya.

Sementara itu, Administratur Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bojonegoro, Irawan Darwanto menyatakan bahwa lokasi semburan yang dimaksud masuk area Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Sukun, Badan Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Gondang yang berada di bawah struktur KPH Bojonegoro.

Baca Juga: Hilang Saat Berenang di Bengawan Solo, Pemuda Bojonegoro Ditemukan Meninggal

"Kita cek dulu dan memastikan ke lapangan, apakah semburan itu sudah ada sejak 2016 atau semburan baru. Nanti akan saya kabari lagi hasilnya," kata Irawan.

Di sisi lain, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalaksa BPBD) Bojonegoro, Ardhian Orianto mengatakan bahwa informasi dari Sekdes Jari, bahwa kejadian semburan lumpur itu sudah lama, yakni sejak 2016. Namun situasi tersebut dianggap tidak membahayakan warga karena jaraknya jauh dari pemukiman.

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.