Rabu, 22 Jul 2026 15:52 WIB

Sudah Panen Raya tapi Harga Gabah di Ponorogo Tetap Tinggi, Piye Iki Cah?

Kepala Dipertahankan Masun. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Kepala Dipertahankan Masun. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Harga gabah di Ponorogo masih tinggi. Padahal di Bumi Reog sudah memasuki musim panen raya pada Maret-April 2023 ini.

Data dari Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) harga gabah adalah Rp6.200 per kilogram. Harga itu jauh lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. Musim panen tahun 2022 lalu, gabah kering panen (GKP) di harga Rp4 ribu per kilogram.

Baca Juga: Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

“Harga antara serapan Bulog dan harga di petani sama. Kisaran Rp6 ribu hingga Rp6,2 ribu,” ujar Kepala Dipertahankan Masun, Jumat (17/3/2023).

Dia menjelaskan harga GKP tetap tinggi. Padahal sudah panen ada pasokan tinggi. Dia menegaskan seharusnya suplai GKP sudah tinggi harusnya harga turun.

“Dugaan saya karena harga pangan internasional krisis. Harga pangan internasional naik, mau tidak mau terdampak,” kata Masun.

Menurutnya yang menentukan harga gabah itu adalah harga beras. Saat ini harga beras masih tinggi karena tidak ada ketetapan.

“Jika ada ketetapan itu nanti jadinya pengaruh ke harga gabah. Harga gabah pasti akan turun karena harga pangan termasuk beras harus berkeadilan. Adil bagi petani, pengusaha dan penggilingan, dan konsumen,” urainya.

Baca Juga: Ratusan Prajurit TNI Turun Gunung Bangun Infrastruktur Desa di Ponorogo

Salah satu petani di Desa/Kecamatan Jetis, Rahmat mengatakan langsung menjemur sesaat setelah panen. Alasannya karena harga masih tinggi.

"Gabah saya laku diangka Rp6 ribu per kilogram. Saya sudah menghubungi para pengepul atau tengkulak untuk membeli gabah punya saya ini,” tegasnya.

Bahkan, kata dia, ada juga petani yang jual gabah langsung di sawah tanpa dijemur. Harganya tapi lebih murah, cuma diuntungkan karena tidak perlu jemur gabah,

Baca Juga: Sambut 100 Tahun, Gontor Siapkan Buku Rekam Jejak dan Kontribusi Bagi Bangsa

Sementara, salah satu pengepul Muhammad Ilyas menambahkan meski harga GKP saat ini cukup tinggi. Menurutnya, harga tersebut bisa berubah sewaktu-waktu.

"Harganya selalu berubah-rubah, awalnya ada yang Rp 6,5 ribu turun Rp6,2 ribu, sekarang Rp6 ribu," pungkasnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.

Panitia Muktamar NU Mulai Susun Cetak Biru Persiapan di Tambakberas Jombang

Panitia Muktamar Ke-35 NU mulai menyusun blueprint persiapan dari akomodasi, lokasi sidang hingga pengamanan di Tambakberas, Jombang.