Minggu, 07 Jun 2026 00:47 WIB

Sudah Panen Raya tapi Harga Gabah di Ponorogo Tetap Tinggi, Piye Iki Cah?

Kepala Dipertahankan Masun. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Kepala Dipertahankan Masun. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Harga gabah di Ponorogo masih tinggi. Padahal di Bumi Reog sudah memasuki musim panen raya pada Maret-April 2023 ini.

Data dari Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) harga gabah adalah Rp6.200 per kilogram. Harga itu jauh lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. Musim panen tahun 2022 lalu, gabah kering panen (GKP) di harga Rp4 ribu per kilogram.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

“Harga antara serapan Bulog dan harga di petani sama. Kisaran Rp6 ribu hingga Rp6,2 ribu,” ujar Kepala Dipertahankan Masun, Jumat (17/3/2023).

Dia menjelaskan harga GKP tetap tinggi. Padahal sudah panen ada pasokan tinggi. Dia menegaskan seharusnya suplai GKP sudah tinggi harusnya harga turun.

“Dugaan saya karena harga pangan internasional krisis. Harga pangan internasional naik, mau tidak mau terdampak,” kata Masun.

Menurutnya yang menentukan harga gabah itu adalah harga beras. Saat ini harga beras masih tinggi karena tidak ada ketetapan.

“Jika ada ketetapan itu nanti jadinya pengaruh ke harga gabah. Harga gabah pasti akan turun karena harga pangan termasuk beras harus berkeadilan. Adil bagi petani, pengusaha dan penggilingan, dan konsumen,” urainya.

Baca Juga: Anggota DPR RI Anggia Ermarini Apresiasi Hasil Panen Beras di Tulungagung

Salah satu petani di Desa/Kecamatan Jetis, Rahmat mengatakan langsung menjemur sesaat setelah panen. Alasannya karena harga masih tinggi.

"Gabah saya laku diangka Rp6 ribu per kilogram. Saya sudah menghubungi para pengepul atau tengkulak untuk membeli gabah punya saya ini,” tegasnya.

Bahkan, kata dia, ada juga petani yang jual gabah langsung di sawah tanpa dijemur. Harganya tapi lebih murah, cuma diuntungkan karena tidak perlu jemur gabah,

Baca Juga: Hadiri Panen Raya, Plt Bupati Tulungagung Ajak Petani Lakukan Hal Ini

Sementara, salah satu pengepul Muhammad Ilyas menambahkan meski harga GKP saat ini cukup tinggi. Menurutnya, harga tersebut bisa berubah sewaktu-waktu.

"Harganya selalu berubah-rubah, awalnya ada yang Rp 6,5 ribu turun Rp6,2 ribu, sekarang Rp6 ribu," pungkasnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Peringati Hari Pers Nasional, PWI Tulungagung Siapkan Literasi Media

Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyampaikan apresiasi atas dedikasi insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.