Senin, 08 Jun 2026 03:30 WIB

'Hukum Laut Perlu Digaungkan'

FGD Fakultas Hukum UHT Surabaya membahas hukum internasional dan keamanan maritim dalam prespektif negara kepulauan (Foto: Fahrizal Tito/jatimnow.com)
FGD Fakultas Hukum UHT Surabaya membahas hukum internasional dan keamanan maritim dalam prespektif negara kepulauan (Foto: Fahrizal Tito/jatimnow.com)

jatimnow.com - Hukum internasional dan keamanan maritim dalam prespektif negara kepulauan dibahas dalam forum grup diskusi (FGD) yang digelar Fakultas Hukum Universitas Hang Tuah (UHT) Surabaya.

Rektor UHT Surabaya, Laksda TNI (Purn) Prof Dr Ir Supartono menyebut bahwa FGD yang digelar Kamis (16/3/2023) itu sangat penting dilakukan, mengingat hukum internasional di dalamnya terdapat hukum laut, dan itu harus digaungkan.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Apalagi pembahasan tersebut merupakan kebutuhan, karena UHT sebagai kampus yang memiliki visi maritim.

"Hukum laut ini kebutuhan mendasar, jadi harus kita gaungkan. Sehingga kita mempunyai Fakultas Hukum yang membidangi hukum laut supaya lebih banyak lagi yang kuliah ambil jurusan itu," ujar Prof Supartono, Jumat (17/3/2023).

Sementara Dosen Fakultas Hukum UHT Surabaya, Dr Agung Pramono menyebut bahwa menjaga keamanan maritim merupakan tugas seluruh pihak yang berwenang di laut berdasarkan undang-undang. Artinya bukan hanya TNI Angkatan Laut (AL) saja.

"Bicara keamanan maritim, tidak menjadi (tugas) satu institusi saja, tetapi semua institusi yang mempunyai kewenangan di laut dan mempunyai peran di laut berdasarkan undang-undang. Mereka bersama-sama melaksanakan aspek keamanan di laut," jelas Agung.

Ia mengatakan, TNI AL merupakan institusi yang cukup tua dalam konteks keamanan laut. Kemudian diikuti oleh institusi-institusi lainnya. Meski demikian, itu terintregasi dalam rangka mengamankan laut Indonesia.

Dijelaskannya, terkait perangkat hukum dalam menjaga keamanan maritim, di Indonesia sudah mengikuti hukum internasional dan nasional. Tentunya, hal itu juga menjadi patokan dalam melaksanakan pengamanan di laut.

Baca Juga: Motorola Solutions Resmikan Learning Center Baru di Surabaya

"Kalau hukum laut kita mengacu kepada konvensi Tahun 1982, yaitu Konvensi PBB tentang hukum laut. Kita sudah membuat turunan hukum yang menjadi anak dari konvensi itu, seperti hukum kelautan, perikanan, dan hukum terkait lingkungan hidup. Itu sudah ada semua, detail bagaimana dan siapa dalam rangka melaksanakan tanggung jawab di laut," papar Agung.

Ia menambahkan bahwa ada dua aspek dalam keamanan maritim, yaitu penegakan hukum dan penegakan kedaulatan. Menurutnya, dua penegakan ini bersumber pada hukum. Sehingga, ada jaminan terkait kondisi keamanan di maritim.

"Kondisi sekarang tentu jaminan keamanan itu ada. Buktinya sampai sekarang ekonomi di laut jalan, semua persoalan juga jalan tanpa ada hambatan seperti yang kita dengar di negara-negara lain," ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Airlangga, Prof Koesrianti yang juga menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut menilai Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia memiliki hak sekaligus tanggung jawab besar dalam keamanan maritim.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Persoalannya adalah, pertama, wilayah Indonesia sangat luas. Kedua, pihak yang bertanggung jawab belum jelas.

"Ada beberapa tadi angkatan laut Bakamla. Itu belum jelas. Sejauh mana tanggung jawab masing-masing badan itu? Sehingga itu PR terbesar kita," terang Koesrianti.

Ia menambahkan, tidak boleh keamanan maritim dipahami lingkupnya secara sempit. Sebab, di situ terdapat banyak faktor ekologi. Artinya, di laut bukan hanya soal mengamankan ikan.

"Ini PR kita bersama. Dengan adanya penataan bersama, sumber daya laut bisa kita maksimalkan untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.