Sabtu, 06 Jun 2026 15:46 WIB

Bocah SD Banyuwangi Tewas Tenggelam saat Mandi di Saluran Irigasi

Lokasi saluran irigasi, lokasi korban meninggal dunia. (Foto: Eko Purwanto/jatimnow.com)
Lokasi saluran irigasi, lokasi korban meninggal dunia. (Foto: Eko Purwanto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Seorang bocah sekolah dasar (SD) tewas tenggelam di saluran irigasi persawahan di Dusun Temurejo, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, Banyuwangi. Ia tenggelam saar mandi bersama teman sebayanya.

Korban bernama Nando Kristian (10), yang rumahnya tak jauh dari lokasi kejadian. Ia terseret aliran air bendungan pada sore hari.

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

"Benar, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Korban berenang bersama temannya bernama Firman," kata Kapolsek Genteng Kompol Sudarmaji kepada jatimnow, Jumat (10/03/2023).

Dari keterangan Firman, jelas Sudarmaji, sebelum tenggelam, korban bersama temannya itu sempat melompat dari atas bendungan. Namun, selang beberapa saat korban tak muncul ke permukaan kembali.

"Sempat muncul sesaat (korban) ke permukaan air, lalu tak muncul lagi. Ketika itu rekan korban langsung panik. Sempat berusaha mencari namun tak ketemu," terangnya.

Karena tak jua muncul, lanjut Sudarmaji, teman korban lantas meminta pertolongan warga sekitar. Teriakan minta tolong kemudian direspons beberapa kuli bangunan yang kebetulan bekerja tak jauh dari TKP.

Baca Juga: Nekat Memancing di Bawah Jembatan Suramadu, Mustofa Tewas Terseret Arus Pasang

"Dua orang langsung meluncur ke bawah air untu mencari keberadaan korban. Saat diketemukan, korban langsung dibawa ke pinggir sungai. Dan mendapati korban sudah tak bernafas," ujarnya.

Mendapati kondisi korban sudah tak bernafas, warga bergegas membawanya ke klinik terdekat. Tetapi, Sudarmaji mengatakan nyawa korban tak mampu diselamatkan.

"Sempat dibawa ke klinik terdekat sekitar pukul 16.00 WIB. Tim medis berusaha melakukan pertolongan. Namun, nyawanya tetap tak bisa tertolong," katanya.

Baca Juga: Mandi Usai Main Bola, Bocah Lamongan Tewas Terseret Arus Bengawan Solo

"Saat tiba di klinik korban sudah tidak merespons atau tubuh sudah pucat membiru, pupil mata tidak merespon. Sempat dilakukan tindakan RGP namun tidak merespons,"
imbuhnya.

Pasca-kejadian, orang tua korban menolak untuk dilakukan proses autopsi. Sudarmaji menyatakan korban murni meninggal karena tenggelam.

"Ayah korban mengatakan kejadian itu adalah musibah. Dan bersedia membuat surat pernyataan. Korban langsung kita serahkan ke pihak keluarga untuk langsung dikebumikan," tandasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.