Sabtu, 06 Jun 2026 22:37 WIB

PLN NP Produksi Setrum 19.902 MWh dari Energi Bersih Triwulan Pertama

  • Penulis : Zain Ahmad
  • | Jumat, 03 Mar 2023 13:56 WIB
PLN NP telah memproduksi listrik dari energi bersih sebesar 140,42 sepanjang tahun 2022. (foto: PLN NP for jatimnow.com)
PLN NP telah memproduksi listrik dari energi bersih sebesar 140,42 sepanjang tahun 2022. (foto: PLN NP for jatimnow.com)

jatimnow.com - PLN Nusantara Power (PLN NP) terus menggencarkan upayanya dalam meningkatkan kontribusi perusahaan dalam bauran energi baru terbarukan (EBT) nasioanal yang memiliki target 23 persen pada tahun 2025. Salah satu strategi jitu PLN NP adalah penerapan inovasi co-firing pada PLTU yang dikelolanya.

Memasuki triwulan pertama tahun 2023, PLN NP telah menyumbangkan 19.902 MWH energi bersih yang berasal dari co-firing. Sebagian besar energi bersih tersebut disumbangkan PLTU Paiton 1-2 dan PLTU Paiton 9, dengan total mencapai 8.852,64 MWh.

Baca Juga: PLN NP Gandeng Mitsubishi Sulap Pembangkit Termal Jadi Aset Super Fleksibel

PLN NP ditargetkan mampu memproduksi energi bersih dari co-firing sebesar 140,42 GWh pada tahun 2022.

Hingga saat ini, PLN NP mampu memproduksi energi bersih dari co-firing sebesar 250,397 GWh atau setara dengan reduksi emisi karbon sebesar 251.569,85 MT. Capaian ini melebihi target dengan tingkat pencapaian sebesar 178,32 persen.

Direktur Utama PLN NP, Ruly Firmansyah menyampaikan komitmennya dalam mendukung tercapainya bauran energi EBT. Selain pengembangan unit pembangkit berbasis EBT, menurutnya perlu strategi yang tepat untuk mendorong energi bersih pada PLTU.

Baca Juga: ITS Geber Inovasi Bensin Sawit hingga PLTS Apung

"Kami (PLN NP) telah melakukan studi terkait co-firing sejak 2018 dan telah mengujicobakan pada 16 PLTU di Jawa dan luar Jawa. PLTU Paiton kini telah berhasil dalam 6 persen co-firing, dan kami harapkan akan dapat ditingkatkan presentasi bauran co-firingnya," kata Ruly Firmansyah dalam siaran pers, Jumat (3/3/2023).

Ruly menambahkan bahwa PLN NP menggalakkan co-firing karena inovasi ini merupakan salah satu langkah yang tepat dalam implementasi green energy dan juga merupakan salah satu dari program PLN 'Green Booster' untuk mendukung target bauran energi EBT nasional.

Co-firing merupakan teknik substitusi dalam pembakaran Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), di mana sebagian batubara yang dijadikan bahan bakar diganti sebagian dengan bahan lainnya, yang dalam konteks ini adalah biomassa.

Baca Juga: PLN NP Raih Penghargaan Kementerian Kelautan dan Perikanan Gegara Bisnis Ini

"Inovasi ini menjadi salah satu solusi jitu yang ditujukan untuk mendukung pengembangan EBT di Indonesia. Melalui penerapan co-firing, pemanfaatan EBT dapat dilaksanakan secara cepat tanpa adanya pembangunan pembangkit baru," pungkasnya.

 

Editor : Rochman Arief
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.