Jumat, 24 Jul 2026 09:17 WIB

Keluh Warga Terdampak Banjir di Driyorejo, Gresik

Warga Perumahan De Naila Village, Jalan Mojosarirejo, Driyorejo, Gresik gotong royong membersihkan material banjir (Foto-foto: Rama Indra/jatimnow.com)
Warga Perumahan De Naila Village, Jalan Mojosarirejo, Driyorejo, Gresik gotong royong membersihkan material banjir (Foto-foto: Rama Indra/jatimnow.com)

jatimnow.com - Warga yang menghubi 58 rumah di Perumahan De Naila Village, Jalan Mojosarirejo, Driyorejo, Gresik mulai mengamankan barang-barangnya, setelah sempat terendam banjir.

Banjir setinggi 1,5 meter merendam rumah mereka pada Selasa, (21/2/2023) malam. Meski banjir dimungkinkan bakal datang lagi, mereka tetap bertahan di rumahnya.

Baca Juga: Demam Piala Dunia 2026 Warnai MPLS di SMP Muhammadiyah 12 Gresik Kota Baru

Koordinator Blok G Perumahan De Naila Village, Rudi Santoso mengatakan, banjir kiriman itu disebabkan jebolnya dinding yang berdekatan dengan sungai.

"Tanggul jebol sekitar pukul 17.30 WIB, lalu luapan air setinggi 1,5 meter membanjiri 58 rumah warga," terang pria 46 tahun itu kepada jatimnow.com.

Menurutnya, banjir yang datang tiba-tiba menyebabkan banyak kerugian. Rudi sendiri mengaku merugi sekitar Rp18 juta.

"Saya bekerja sebagai penjual obat vitamin, dan itu ada beberapa kardus tidak selamat, angkanya Rp15 juta. Belum barang elektronik rusak, bila ditotal sekitar Rp3 juta," jelasnya.

Baca Juga: Gandeng Akademisi, PLN Edukasi Petani Gresik Gunakan Teknologi Sensor Pertanian

Rudi mengaku, pakaiannya saat ini semuanya kotor dan tidak ada pakaian bersih untuk sekedar dipakai. Istrinya bahkan terpaksa membeli daster dan celana pendek di pasar.

Sementara dari pantauan jatimnow.com, tanggul yang jebol itu masih menganga lebar. Warga sekitar termasuk Rudi pasrah dan tetap tinggal di rumah mereka untuk menjaga barang yang tersisa.

"Pasrah, kalau hujan lagi dan banjir akan datang. Sebelum tanggul tembok dibangun, warga siap evakuasi dan kami akan siap tidak bisa bekerja untuk sementara waktu," tegasnya.

Rudi berharap, banjir ini segera ditangani pihak developer maupun pemerintah.

Baca Juga: Tercebur Sumur 15 Meter, Kakek 98 Tahun di Kedamean Gresik Ditemukan Tewas

"Pagar tembok tanggul adalah pertahanan kami dan developer diharap bisa segera menanganinya. Sementara untuk pemerintah juga bisa mendorong pihak developer untuk segera memperbaikinya," pungkasnya.

Hingga pukul 14.30 WIB, pihak developer perumahan belum terlihat datang ke lokasi untuk sekedar meninjau kondisi warga perumahan itu.

 

Editor : Narendra Bakrie
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.